Pembunuh Cantik Berhati Dingin

Pembunuh Cantik Berhati Dingin
Prolog


Suara pintu terbuka,"cklek"seorang gadis cantik berpakaian seragam rapi dan lengkap keluar dari kamarnya. Gadis itu menuruni anak tangga satu persatu, dia Algea Alexsandra.


Putri tunggal dari pasangan Andrew Alexander dan Elina Eileithyia. Gadis yang kerap disapa Gea itu turun dari kamarnya menuju ruang makan untuk sarapan pagi dan dimana sudah ada sang ayah disana.


Jika kalian bertanya dimana ibu Gea? Jawabannya adalah beliau sudah meninggal 3 tahun lalu karena kecelakaan mobil dan saat Gea masih duduk di bangku SMP.


Gea menghampiri sang ayah


"Selamat pagi, sayang."sapa sang ayah.


Gea mengabaikan sapaan ayahnya. tak menjawab sapaan sang ayah sekata pun.


dia dengan tenang dan diam memakan makanannya yang sudah disajikan oleh ayahnya tanpa bersuara sedikitpun.


Ayahnya hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan sang putri


"Ge, jangan seperti ini. Jangan mendiamkan Papa seperti ini !"


Lagi-lagi ucapan sang ayah hanya dianggap angin lalu oleh Gea.


Tapi sepertinya ayahnya belum menyerah


"Apa yang papa lakukan kepada mu sampai kau seperti ini?"


" Ge,dengarkan papa, jangan bersikap seperti ini. Mamamu tidak akan suka padamu jika sikapmu terus seperti ini pada papa.". Gea melirik sang ayah dengan tatapan marah dan berkata "Papa?salahmu pada Ge bahkan tak ingat?bagaimana bisa papa melupakan hal itu!"


"jika bukan karena papa,mama ngga akan pergi ninggalin Ge selamanya!".


"Jangan bawa nama Mama !!papa gak pantas menyebut nama mama!!"


Kemarahan Ge meluap dalam kata-katanya yang penuh dengan penekanan dan emosional. Kemudian dia berdiri dari kursinya


"Ge udah selesai, Ge berangkat."


"Ge,?!tapi kau baru makan berapa suap saja?!"ucap papa.


Ge tidak mendengarkan perkataan papanya.Dia mengambil tasnya dan memakai sepatunya dan pergi menuju sekolah.


Tidak ada salam lembut dari mulutnya.


tidak ada kecupan manis antara anak dan ayah seperti dulu.sekarang hanya ada sebuah kata kata yang datar dan dingin.


Algea Alexsandra adalah seorang jenius.


Saat SMP,dia selalu menjadi juara umum paralel disekolahnya.selalu mewakili sekolah untuk lomba akademik maupun non akademik.Karena prestasinya yang membanggakan,ditambah kepintarannya,dia masuk ke SMA yang cukup ternama di Indonesia, SMA Garuda.Dia baru menginjak kelas X IPS tahun ini.


Anak yang dingin, pendiam, tidak peduli lingkungan sekitar. Ah tapi jangan kalian mengira jika Gea anak yang cupu, tidak Gea bukan cupu,dia hanya membatasi pergaulannya dengan orang asing.


Dia tidak terlalu suka bergaul dengan orang orang di sekitar nya,karena dia selalu berfikir bahwa suka bergaul dengan orang lain akan menimbulkan dampak buruk baginya.itu lah yang menyebabkan dia bersifat dingin pada orang lain.


Dia membangun tembok untuk menutupi semua hal yg dia alami,berusaha melupakan masalalu dan mengubur dalam-dalam masa lalu yang membuatnya menderita.dan dia pun mencoba membangun yang baru dengan sifat baru. Semuanya berubah semenjak 3 tahun lalu,karena kejadian itu selalu menghantui pikiranmya ,membuatnya tidak tenang dan rasa bersalah akan kejadian itu. tidak ada lagi Gea yang ceria, selalu peduli terhadap sesama,yang selalu manja,dan menurut pada orang tuanya. Tetapi,sekarang hanya ada Gea yang berhati dingin,acuh tak acuh terhadap semuanya,selalu berfikir pesimis,malas dan cuek.