Pembunuh Cantik Berhati Dingin

Pembunuh Cantik Berhati Dingin
New Target


 


Dengan acuh tanpa memperingatkan sekitar Gea berjalan menuju satu\-satunya bangku yang kosong sambil memikirkan makanan apa yang akan di pesannya.


 


Tanpa dia sadari seseorang dari tempatnya tengah tersenyum lebih tepatnya menyeringai melihat Gea berjalan menuju ke arahnya, dengan sengaja dia menjulurkan kakinya


"Upss, sorry gue sengaja."


Gea terjatuh bersamaan dengan tawa seluruh penghuni kantin.


Dita yang daritadi mengikuti Gea dari belakang pun langsung membantu Gea.


"Gea?kamu gapapa? "


Makanya jalan tuh pake mata dong, jatoh kan jadinya" katanya sambil tersenyum,


"woy!loe yang ngga punya mata.jelas jelas lie sendiri yang sengaja buat jatoh Gea!!".


Gea hanya diam tak menjawab dan tak bergerak sedikitpun ah tapi siapa sangka jika Gea tersenyum tipis sangat tipis hampie seperti sebuah seringaian.


Lalu dia bergumam


"Lo target gue selanjutnya, Adinda Anastasya."


Dita membantu Gea bangun dan kembali berjalan, bukan menuju bangku kantin melainkan kembali ke kelasnya tidak lupa dia kembali melihat pada gadis yang menjegalnya tadi


"Lo salah orang kalo mau main-main, Adinda. Lo target baru gue sekarang."


Tidak ada kebencian ataupun kemarahan hanya ada sebuah peringatan, lalu Gea kembali berjalan.


"terimakasih sudah membantuku"


Dita terkejut karena baru kali ini dia mendengar kata kata itu dari mulut Gea.


"Ah...tak masalah.yang penting kau tak apa apa".


 


Bel pulang sekolah sudah berbunyi sepuluh menit yang lalu, tapi Gea sama sekali belum beranjak dari bangkunya. Gadis itu masih setia menatap arah pintu, setelah dirasa sepi baru gadis itu keluar.


 


Hari ini Gea pulang menaiki kendaraan umum karena tadi pagi dia tidak membawa kendaraan sendiri.


"ah.......halte bus jaraknya dari sekolah kira kira 100m."


"butuh waktu 10 menit jika berjalan,5menit jika berlari."


sampai di halte dengan keadaan terengah engah**.


"untung ngga ketinggalan"


Pukul 17.30 Gea baru sampai di rumahnya, sepertinya sang ayah tidak ada dirumah


"Bi, Papa belom pulang ya?"


Dari arah dapur perempuan peruh baya yang ditanya itu menjawab


"Tadi Bapak sudah pulang non, tapi pergi lagi."


Gea hanya menganguk lalu duduk di kursi meja makan. Mengambil segelas ari putih lalu kembali berjalan menuju kamarnya,


"Non Gea mau makan sekarang? Bibi siapkan."


**Gadis itu lagi-lagi hanya menggeleng tanpa menoleh. Perempuan paruh baya itu hanya menggeleng dan menghembuskan nafas, dia sudah sangat hafal sikap gadis itu.


Bagaimana mungkin tidak, dia Bi Sumi wanita paruh baya yg sudah lama merawat Gea bahkan saat gea masih berusia sepuluh tahun**.


**Gea merebahkan tubuhnya di kasur king size-nya, gadis itu menutup matanya merasakan semilir angin yang melewati pintu balkon kamarnya yang dibiarkan terbuka.


Melupakan masalah yang dia miliki untuk sejenak, dan merasakan bagaimana rasanya menjadi orang normal biasanya.


Gadis itu masih asik dengan pikirannya sendiri, sampai sutu hal terlintas di benaknya.


Gea bangun dari kasurnya mengambil HP yang dia letakkan di nakas, lalu jari-jarinya dengan cepatnya mengetikkan sebuah pesan kepad seseorang.


Terlihat nama seseorang di room chatnya**.


***ROOM CHAT ONLINE


ADINDA.


GEA:(TEMUI GUA JAM 10 NANTI DI GUDANG BELAKANG GEDUNG MUSIK SEKOLAH).


ADINDA:(LOE SIAPA?)


GEA:(KALO LOE MAU TAU SIAPA GUA,TEMUI LANGSUNG NANTI)


GEA:(GUA TUNGGU LO.)


ADINDA:(OKE.GUA TEMUI LOE NANTI DI GEDUNG MUSIK SEKOLAH).


GEA:(GOOD GIRL***).