
"Asuu"
Melihat keadaan yang tidak kondusif, Randy buru-buru pergi dari ruang apartemen mengerikan sialan ini.
Sambil merangkak, dia menuju arah jendela dan dengan panik keluar..
Randy panik yah dia panik tapi tidak tahu situasi sebenarnya jika tahu dia akan SmackDown seseorang.
Flashback.
Ronnie memikirkan sebuah rencana untuk tinggal di apartemen dimana Randy berada agar dia lebih enak minta sarapan enak dari Randy.
Namun dia meminta pemilik apartemen untuk tidak memberitahu Randy kalau dialah yan menyewa ruangan disebelahnya.
Anggap saja ini suprise, dan ketika hari ini dia sedang memasak sup yang Randy waktu itu masak dan memberikan resep kepadanya.
Karena waktu untuk memasak sup lumayan lama jadi Ronnie berleha-leha di sofa sambil bermain-main ponsel, sesekali dia melihat kompor yang dimana masakannya belum matang.
"Bosan sekali menunggu masakan matang"
Ronnie mengeluh dan entah mengapa dia punya pemikiran untuk tidur lebih dulu sambil menunggu masakannya matang, wajar saja Ronnie tidak bisa memasak dan tidak mengetahui kapan masakan itu matang.
Jadi dia mematikan lampu, ruangan nya masih berantakan karena dia malas untuk merapihkan nya jadi dibiarkan begitu saja.
Sambil menyentuh kepala botaknya, Ronnie menuju kamarnya sambil membayangkan dia sedang enak-enak dengan perempuan.
Ronnie seorang jomblo dari lahir, jadi suatu hal yang wajar merindukan kenikmatan duniawi seperti ini apalagi dengan lingkungan nya di Inggris.
Karena api di dalam hati nya mulai bangkit dia menyalakan komputernya untuk membuka situs website enak-enak sambil membayangkan jika dia lah yang sedang melakukan itu.
Sebelum melakukan olahraga lima jari, dia mematikan lampu kamarnya agar lebih meresapi.
Dan kebetulan kursi yang diduduki Ronnie ada sebuah boneka tapi Ronnie abaikan karena sudah terlanjur.
Setelah beberapa menit dia klimaks, Ronnie merasa lelah dan akhirnya dia meloncat kekasur sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.
Dia tidak mematikan kompor dan komputer yang masih menyala menampilkan film enak-enak.
Begitulah kronologis sebenarnya, tidak ada horor sama sekali melainkan tindakan Ronnie yang ceroboh.
Ronnie memang ceroboh orangnya.
Bagi Randy ini sebuah lembaran kehidupan nya yang unik karena kehidupan nya tidak selalu tentang sepakbola, yah dia pemain sepakbola tapi dia juga manusia yang bisa merasakan apa yang manusia lainnya rasakan.
Wajar saja dia memiliki kehidupan lainnya.
+--------+
Randy yang sudah kembali ke kamarnya sambil terengah-engah pun berusaha menenangkan dirinya..
"Sial, ruangan sebelah menakutkan sekali, boneka saja bisa menonton enak-enak, pasti pemilik ruangan sebelah adalah orang yang sangat mesum, bahkan boneka nya saja mesum" Pikir Randy.
Disisi lain, Ronnie yang sedang tertidur langsung terbatuk-batuk.
---+
Randy pun ingat dia sudah memasak sarapan dan belum dimakan, pantas saja dia merasa perutnya selalu bergejolak.
Jadi dia langsung ke meja makan untuk memakan sarapan yang belum sempat dia makan.
Besok adalah hari dimana dia akan liburan bersama Krystal dan dia belum tahu akan kemana dengan Krystal.
Pertandingan untuk Red Devils hanya tersisa dua pertandingan lagi di bulan September ini jadi para pemain Red Devils banyak waktu luang untuk menyegarkan pikiran nya.
Dan Ferguso juga menyetujui para pemainnya untuk liburan, bahkan dirinya pun akan jalan-jalan dengan keluarga nya.
Bagi para pemain, waktu senggang ini adalah suatu anugrah untuk merasakan kehidupan.
Balik lagi, pemain sepakbola adalah manusia, mereka tidak harus selalu latihan, latihan dan latihan serta bertanding.
Mereka juga mempunyai kebutuhan psikologis, mereka mempunyai apa yang mereka ingin lakukan.
Mereka bukan robot, mereka juga punya keadaan dimana membutuhkan sesuatu yang menghibur dirinya.
Memang benar, setiap atlet olahraga sangat menuntut kerja keras bahkan para penggemar pun mendesak nya untuk latihan terus menerus tapi itu malah membuat otak atlet tersebut tertekan yang mengakibatkan stress.
Stress dan cidera adalah hal yang paling dimusuhi bagi para atlet.
Karena kedua hal itu dapat merusak karir atlet mereka.
+------+
Randy menutup matanya untuk beristirahat sambil menunggu hari esok yang indah datang.
Di Amerika, Mansion Krystal.
Mansion Krystal terlihat sangat mewah dengan lahan yang sangat luas dan banyak taman-taman indah dihalaman depan, kiri-kanan dan belakang Mansion nya.
Krystal yang sedang berada di ruang kerjanya memanggil asisten nya seorang perempuan berumur 20 tahun memiliki paras sangat cantik namun di bandingkan dengan Krystal, asisten nya terlihat biasa saja.
Yang penting adalah kemampuan nya sebagai asisten sangat luar biasa, dia kelulusan Harvard diumur nya yang sangat muda dan memiliki IQ yang tinggi.
Asisten nya memberi hormat dengan membungkukkan badannya lalu berkata "Ketua, calon suami ketua hari ini bertemu dengan Mendes, Agen top sepakbola yang memiliki kepribadian baik, apakah Ketua ingin menindaklanjuti Adadis dan Nika yang meremehkan calon suami Ketua?".
Krystal menghentikan tangannya yang sedang menulis sesuatu lalu mengangkat kepalanya dan memandang asisten nya dengan dingin "Suamiku tidak suka jika seseorang ikut campur dalam hidup nya, dia adalah orang yang ingin berjuang dengan usahanya, jika saya membantu nya dia pasti akan curiga dengan perubahan sikap Adadis dan Nika kepadanya.
Jadi untuk sekarang, selama orang-orang itu tidak menyakiti atau mencemarkan nama baik suamiku, bisa dianggap itu keberuntungan mereka karena tidak merasakan dinginnya kutub utara"
Asisten didepannya hanya diam dan mengangguk lembut sambil dengan hormat mengundurkan diri dari ruang kantor Krystal.
Kemudian Krystal memandang foto dirinya dan Randy, backgroundnya berada di apartemen Randy, dia sedang memeluk Randy dan Randy sedang menyuapi nya makanan.
Yah ini difoto oleh fotografer di perusahaan nya dari gedung sebrang apartemen Randy, walaupun diambil dengan jarak yang sangat jauh tapi fotonya terlihat sangat jelas dan detail.
Kemudian Krystal memikirkan perkataan Randy saat dia memberikan sepatu bola.
"*Aku tidak akan memakai sepatu yang indah ini di pertandingan yang biasa-biasa saja walaupun itu el clasico melawan musuh bebuyutan Red Devils.
Aku ingin memakai sepatu ini di pertandingan yang luar biasa seperti final UFEA, untuk menyamai nilai sepatu yang luar biasa ini*".
Tanpa sadar Krystal tersenyum lalu bergumam dengan lembut "Suamiku, lakukan lah apa yang ingin kamu lakukan, aku akan selalu mendukungmu, apapun yang terjadi bahkan jika dunia ini memusuhimu, aku akan tetap bersamamu melawan dunia ini".
Krystal adalah orang yang sangat dingin terhadap siapapun bahkan ketika berhadapan dengan Presiden Amerika sekalipun, dia tetap mempertahankan kepribadian nya yang dingin ini.
Namun ketika bersama Randy, kepribadian Krystal berubah 195°, menjadi sangat perhatian, lembut dan manja.
Karena Randy baginya adalah laki-laki yang sangat dia cintai selama dua kehidupan, dan bahkan takdir mengakui cintanya.