Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia

Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia
Chapter 65 : Rencana prank


Ferguso memberikan waktu liburan 1 hari untuk para pemain nya untuk menyegarkan semangat bertarung mereka kembali saat melawan The Blues nanti yang akan berlangsung pada tanggal 18 September.


Awalnya Randy ingin memberikan kejutan kepada Krystal dengan mengunjungi nya di Amerika namun gagal karena Krystal telah terlebih dahulu memberitahunya jika dia akan melakukan perjalanan bisnis ke Swedia.


Niat Randy yang awalnya ingin melepaskan kerinduan dihatinya sekarang sirna, karena tidak tahu harus melakukan apa di waktu yang senjang ini, pikiran cemerlang Randy tiba-tiba muncul.


"Bagaimana jika aku melakukan prank seperti para Ytber di kehidupan yang lalu dan aku yakin di tahun 2011 ini akan sangat jarang bagi orang untuk melakukan prank" Pikir Randy dengan semangat yang membara.


Rencananya dia akan melakukan penyamaran tranformasi tubuh agar dia tidak dikenal oleh siapapun lalu dia akan menyuruh Ronnie untuk mengikuti nya sebagai asisten yang memegang kamera.


Randy telah menandai tempat yang akan dia datangi dengan Ronnie yaitu lapangan bola dekat dengan stadium Old Trafford.


Setelah memutuskannya, Randy mengeluarkan ponselnya lalu menelepon Ronnie.


"Ronnie datanglah ke apartemenku, ada yang ingin aku beritahukan yang pasti akan sangat membahagiakan" Kata Randy dengan misterius.


"Kamu akan mengajakku makan besar lagi? aku akan segera ke sana"


"Buk-" Sebelum Randy selesai bicara, telepon telah diputuskan oleh Ronnie yang bersemangat mendengar Randy mengundang dia ke apartemen nya.


"Bocah botak ini" Gumam Randy dengan menggelengkan kepalanya tanpa daya.


Randy kemudian berjalan menuju dapur dan memasak beberapa hidangan yang pastinya masakan Indonesia, Randy melakukan ini sebagai biaya sewa asisten Ronnie untuk membantunya melakukan prank ini.


Setelah beberapa puluh menit Randy memasak, aroma harum makanan khas Indonesia mulai menyebar di seluruh ruangan apartemen nya.


Randy menyimpan semua hidangannya satu persatu ke atas meja yang penting ada sambal ulek yang sangat disukai oleh rekan setimnya, mereka sangat antusias saat memakan sesuatu dengan sambal ulek buatannya.


[Ding Ding Ding]


Bel berbunyi yang menandakan Ronnie telah sampai didepan kamar apartemen nya, Randy segera beranjak dan berjalan menuju pintu lalu membukanya.


Alangkah terkejutnya ketika dia membuka pintu, Ronnie dengan mata yang tertutup dengan hidungnya yang mengendus masuk kedalam ruangan apartemen Randy diikuti dengan Aderson dan Nana.


"Woi kok malah banyakan yang kesini nya" Teriak Randy dengan kebingungan.


Nana dan Aderson mengangkat bahunya sambil menunjuk Ronnie yang sedang mengendus-endus makanan di atas meja lalu Aderson menjawab " Dia memberitahu kami kalau kamu akan mengadakan makan besar yah jadi kami hanya dengan enggan mengikutinya"


"Enggan?! pengen tak pites bahunya sama si saya!" Dahi Randy berkerut mendengar jawaban Aderson.


Karena sudah terlanjur jadinya Randy hanya bisa pasrah menambah pelanggan menjadi 3 orang yang asalnya hanya 1 orang, karena masakannya tidak cukup dengan porsi besar 3 orang jadi dia memasak makanan tambahan dengan perasaan yang tertekan.


 


Di sisi lain.


Krystal memandang kaca bening didepannya yang menampilkan pemandangan gedung-gedung bertingkat tinggi yang saling berjejer dengan senyum yang indah diwajahnya.


"Maafkan aku membohongimu karena aku akan memberimu kejutan" gumamnya dengan lembut lalu dia berbalik dan melihat pria tua dengan tuksedo yang sangat rapih dan juga terlihat sangat mahal.


"Tuan putri, pesanan yang telah Anda pesan telah selesai dan ini yang Anda inginkan" Bastian menyerahkan sebuah kotak berwarna emas kepada Krystal dengan hormat.


Krystal melangkah satu langkah lalu mengambilnya dengan ringan dan membuka nya, didalamnya terdapat sepasang sepatu sport yang sangat indah berwarna ungu gelap namun jika berada di kegelapan akan memunculkan sinar ungu, pola bergaris yang tersusun dengan rumit namun memberikan kesan sangat keren dalam pandangan pertama, dilapisi serbuk emas dan diamond yang sangat tertempel, jadi tidak akan terlepas dengan mudah.


"Kamu pasti akan terkejut" Pikir Krystal dengan gembira.


 


Di jalanan dekat dengan stadium Old Trafford, ada sebuah lapangan berukuran kecil yang berada di sebuah komplek perumahan, lapangan kecil itu sering digunakan untuk bermain bola oleh para remaja yang tinggal di daerah itu.


4 orang pria dengan penampilan seperti orang tua muncul di belakang lapangan bola itu, mereka adalah Randy, Ronnie, Nana dan Aderson yang sedang menyamar.


Randy menggunakan jenggot palsu dan wig keriting untuk menyamarkan wajahnya, lalu Ronnie menggunakan kumis tengah palsu seperti Adolf Naza dengan sedikit hiasan kerutan di dahinya agar penampilan nya tersamar.


Nana memakai wig panjang berwarna putih dan memakai tongkat dengan dia berpura-pura jalan membungkuk, Nana didalam hatinya mengutuk "Sialan, mengapa aku harus mengalami hal seperti ini, lelah harus berpura-pura jalan bungkuk tuh" .


Aderson dengan wig belah tengah terlihat seperti kakek culun berkacamata dengan hiasan kerutan di pipinya, dia memakai jenggot tipis.


Sekilas penampilan mereka sangat berbeda dengan yang aslinya jadi semua orang tidak akan mengenali mereka.


"Ronnie lihat-lihat kebawah!" bentak Nana kepada Ronnie.


Ronnie melihat kebawah dan tersenyum malu karena dia tidak sengaja menginjak kaki Nana, dia berkata " Yah maaf, lagian kenapa kaki kau ada di sana".


Randy memandang keduanya dengan geli karena ribut seperti bocah, kemudian mereka mengarahkan pandangan nya ke lapangan yang dipakai bermain bola oleh para remaja bahkan ada orang dewasa yang ikut main bola.


"Ronnie, dimana kameranya?, cepat sembunyikan dibalik jaket mu" Kata Randy mengingatkan Ronnie yang sedari tadi bengong.


"Emm, Randy" Kata Ronnie dengan pelan.


Randy menatap Ronnie yang memiliki ekspresi meminta maaf dengan bingung bertanya "Ada apa?"


Nana dan Aderson pun menatap tajam Ronnie karena mereka sudah sangat mengenal Ronnie yang memiliki penyakit lupa.


Sebelum Ronnie menjawab, Aderson terlebih dahulu berkata "Sepertinya dia melupakan kameranya"


Ronnie tambah malu.


Nana, Aderson dan Randy saling tatap lalu saling mengganguk, mereka melangkah mendekati Ronnie lalu menjitak kepalanya.


Yang pada akhirnya Ronnie harus kembali ke apartemen Randy mengambil kameranya, sedang Randy, Nana dan Aderson menunggu sambil duduk menatap para remaja bermain bola di kursi dibawah naungan pohon besar.


Mereka mengobrol tentang pertandingan nanti dengan The Blues sambil sesekali membicarakan skill yang dimainkan oleh para remaja di lapangan bola.


----+


Di sisi lain, Ronnie yang sedang mengemudi menuju apartemen Randy untuk mengambil kamera.


lampu merah menghentikan laju kendaraannya, disaat Ronnie dengan bosan menunggu lampu merah, seorang wanita berpakaian dress merah yang berdiri di tempat tunggu bus mengalihkan perhatian Ronnie.


Wanita itu memiliki paras yang cantik dengan rambut pirang yang tergerai sampai perut nya, wanita itu sedang menelepon seseorang namun raut wajahnya terlihat sangat sedih bercampur marah.


Ronnie yang sedang menjomblo pun memiliki keinginan untuk menghampiri wanita itu, dia melupakan sesuatu yang baru saja dia akan lakukan.


Dan Ronnie pun melupakan kalau dia sedang menyamar menjadi kakek tua, namun dengan percaya diri dia mengemudikan mobilnya kearah wanita itu berada.