Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia

Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia
Chapter 126 : Kelanjutan


Melihat Randy yang diam saja sambil memandanginya, pelayan itu melambaikan tangannya didepan Randy sambil berkata "Kak, jadinya mau pesan apa?"


Randy pun terbangun dari lamunannya lalu dengan malu menjawab "Ice Capuccino satu dan spaghetti bolognese, terimakasih."


Pelayan itu mencatat pesanan milik Randy lalu sambil tersenyum dia berkata kepada Randy "Oke sudah saya catat, kalau begitu tunggu sebentar yah kak."


Pelayan itu pergi meninggalkan Randy yang sedang mengingat-ingat apakah dia pernah berkenalan dengan pelayan itu.


"Terlihat familiar tapi siapa yah?" Pikir Randy.


Meskipun Randy penasaran, dia tidak terlalu memperdulikan nya karena mungkin itu hanya halusinasi nya saja.


-++++-


Liburan Randy dan Krystal di Indonesia cukup membahagiakan, seperti umumnya sepasang kekasih, mereka menjalani kehidupan yang bahagia dengan berkeliling tempat wisata dan mencicipi berbagai aneka makanan khas Indonesia.


Bahkan Randy sempat mampir di salah satu sekolah sepak bola yang cukup terkenal di kota tersebut, tentu saja dengan penyamaran kalau tidak mungkin akan terjadi keributan dan kemacetan lalu lintas.


Salah satu rencana Randy saat ini adalah membawa pemuda dari Indonesia yang mempunyai bakat dan kemampuan sepakbola yang kuat, jujur saja, sama sekali tidak ada harapan untuk melanjutkan karir sepakbola di Indonesia bagi pemuda pemula yang tanpa koneksi sama sekali.


Selang beberapa hari kemudian, Randy dan Krystal kembali terbang ke Inggris karena Randy memiliki jadwal pertandingan melawan Swansea City.


Setelah perjalanan panjang yang melelahkan, Randy dan Krystal harus berpisah karena ada perbedaan jadwal diantara mereka, yang satu sibuk dengan sepakbola dan yang satunya lagi sibuk dengan perusahaannya.


Randy kembali ke apartemen miliknya lalu beristirahat setelah memberikan kabar kepada pelatihnya kalau dia sudah berada di Manchester.


Keesokan harinya.


Bus tim Manchester United datang ke Wales.


Meskipun Swansea City memasuki Liga Premier untuk pertama kalinya, Swansea City termasuk kedalam nominasi terbaik di antara tiga tim yang di promosikan ke Liga Premier, dan sekarang berada di top sepuluh besar.


Dan sejauh musim ini, pertandingan kandang mereka cukup bagus, hanya sedikit tim yang bisa mematahkan pertahanan tim kandang mereka.


Sebelumnya, pertandingan antara Swansea City dan Chelsea menampilkan betapa kokohnya formasi Swansea City sebagai pemula di Liga Premier, karena mereka hampir membalikkan skor Chelsea.


Alvaro berhasil mencetak dua gol di babak pertama yang membuat Chelsea kewalahan, namun Chelasea berhasil menyamakan skor.


Kedua tim bermain sangat sulit, dan hanya di waktu tambahan akhir Chelsea berhasil menambah gol dengan sundulan kepala oleh Drogba.


3:2


Chelsea menang dengan permainan yang sangat keras!


Itu sebabnya Ferguson mempersiapkan pertandingan ini dengan baik apalagi mereka harus beradaptasi dengan lingkungan di Wales satu hari sebelumnya.


Saat ini Manchester United sudah menduduki peringkat pertama grup Liga Champions dengan empat kemenangan, dan kualifikasi mereka stabil.


Bisa dikatakan tidak ada masalah dengan posisi teratas di babak penyisihan grup.


Selama beberapa dekade, Arsenal tidak terkalahkan dan memenangkan kejuaraan liga, jadi Ferguson sangat ingin merebut kekuasaan jauh di dalam hatinya.


Meskipun Ferguson mengatakan di depan media bahwa dia tidak tertarik dengan nama palsu seperti itu, tetapi di dalam hatinya, dia masih ingin membandingkan dirinya dengan rival lamanya.


Tentu saja hasilnya tidak melebihi ekspektasi media.


Manchester United sangat kuat saat ini, meski Swansea City bermain sangat tangguh sepanjang pertandingan.


Bahkan hampir menduduki 70% kontrol lapangan selama 30 menit.


Tapi sayang sekali tingkat penguasaan bola mereka tidak bisa dikonversi menjadi gol.


12 tembakan yang sangat gila dalam 30 menit bisa dibilang statistik yang luar biasa.


Namun sayangnya Swansea City tidak mencetak satu gol pun, dan semuanya terhalang oleh kaki dan tangan Randy.


Bahkan saat melawan Manchester City, Joe Hart kebobolan satu gol oleh mereka.


Dapat dikatakan di kandang mereka, tidak ada tim yang tidak kebobolan gol.


Tapi hari ini pengecualian, para pemain Swansea City sama sekali belum berhasil membahayakan gawang Manchester United yang dijaga oleh Randy.


Randy bahkan tidak memberikan mereka kesempatan untuk melakukan tembakan lanjutan.


Setiap kali mereka ingin menyerang, mereka merasa seperti menghadapi tembok batu dan tembakan yang mereka lakukan memukul balik mereka tanpa ampun.


Tertekan dan menyedihkan!


Itulah perasaan semua pemain Swansea City, tetapi mereka hanya bisa bertahan dan berusaha untuk mematahkan gawang orang ini sekali saja.


Di babak kedua dengan semangat juang yang membara, pemain Swansea City terus menekan Manchester United.


Tapi di menit ke-62, Manchester United mengajari mereka satu hal "Tim yang baru datang ke Liga Premier harus belajar rendah hati."


Nani, Anderson, dan Valencia memainkan sedang tiga trisula maju yang menghancurkan garis pertahanan Swansea City.


Kemudian Nani mengirim umpan ke samping kanan lapangan, dan Rooney yang sudah siap menerima umpan lambung dari Nani pun langsung menendang voli bola dengan keras.


Menghadapi tembakan yang begitu kuat, penjaga gawang Swansea City hanya bisa mengangkat tangannya dan menyerah.


Begitu tangannya diangkat, bola sudah terbang masuk kedalam gawang.


1:0


Usai memimpin, Ferguson langsung membiarkan para pemainnya mundur. Kali ini, saatnya Swansea City menyerang.


Benar saja, dalam menit berikutnya,


Para pemain dari Swansea City kembali menggila, mereka sangat ingin menyamakan skor dan terus menekan pertahanan Manchester United.


Namun sayangnya, mereka bertemu dengan monster seperti Randy.


Pada menit ke-69, sundulan Swansea City ke zona dalam mudah dimenangkan oleh Randy layaknya sedang seperti memetik bunga.


Di Menit ke-73, tendangan voli di dekat titik penalti berhasil dipegang erat oleh Randy dengan kedua tangannya.


Bahkan ada momen dimana striker Swansea City berhadapan langsung dengan Randy, dan hal itu membuat pemain Swansea City terlempar sejauh empat atau lima meter


Keuntungan Randy sangat tinggi karena dia memiliki atribut setinggi 97 dalam hal kekuatan, sehingga dia tetap tidak mundur menghadapi benturan yang begitu kuat.


Dan momen penyelamatan keras itu membuat para pemain Swansea City panik, moral mereka juga terpukul hingga titik beku, dan serangan berikutnya mulai melemah.


Kemudian Manchester United kembali memperpanjang keunggulan.


Pada menit ke-85, Owen menerima umpan terobosan dari Valencia dan mencetak gol setelah berhadapan dengan kiper Swansea City satu lawan satu.


Sayangnya, kiper Swansea City tidak memiliki kemampuan prediksi jadi dia tidak bisa menghentikan ini...


Bam!


2:0


Manchester United memperluas keunggulan mereka lagi, dan waktu pertandingan kurang dari 10 menit.


Di saat-saat terakhir, Swansea City kalah semangat juang, jika bukan karena para pemain Manchester United yang pada akhirnya tidak memanfaatkan peluang.


Mungkin skor akan menjadi 3:0.