
Sejujurnya, di dunia sepakbola, ada banyak kasus suap untuk masuk ke tim nasional, tetapi setidaknya tidak akan begitu jelas seperti di Indonesia.
Di Argentina, ketika Maradona terpilih sebagai pelatih tim nasional, dia merekrut sejumlah besar pemain tak dikenal ke dalam tim nasional.
Beberapa wartawan juga menduga pihak Argentina menggunakan kualifikasi anggota tim nasional untuk mendapatkan keuntungan besar. Namun, transaksi tersebut sangat rahasia dan tidak terdeteksi sehingga tidak ada jejak yang tersisa.
Namun kejadian hari ini sangat berbeda, Randy memiliki barang bukti untuk membongkar kasus kecurangan ini.
"Alasan mengapa saya tidak terpilih masuk Timnas seperti yang sudah kalian dengar di rekaman ini."
Setelah mengatakan ini, Randy memberi isyarat kepada petugas konferensi pers yang berdiri di sampingnya untuk memberikan kesempatan kepada para reporter agar dapat mengajukan pertanyaan.
"Sekarang saatnya untuk mengajukan pertanyaan." York segera mengumumkan bahwa para reporter diberikan kesempatan untuk bertanya.
Dalam sekejap mata, semua tangan reporter terangkat tinggi.
Dapat dilihat bahwa mereka telah bersabar untuk waktu yang lama. Namun ketika memilih reporter, York jelas lebih memilih media yang lebih condong ke tim Red Devils yaitu Manchester United Sports News.
"Permisi, mengapa anda menolak membayar persyaratan yang diajukan agar dipilih tim nasional? Dan di masa depan, apakah anda masih akan memilih untuk bergabung dengan tim nasional Indonesia?" seorang reporter wanita cantik bertanya.
"Sebenarnya ratusan juta dalam mata uang rupiah bukanlah biaya yang besar bagi saya, tapi saya selalu percaya kalau sepak bola harus adil dan mengandalkan kekuatan untuk bersaing."
"Apalagi berjuang untuk negara adalah kehormatan tertinggi bagi pemain sepakbola. Jadi jika kehormatan semacam ini ternoda oleh uang, maka perjuangan dan kehormatan tersebut tidak ada artinya."
"Jika cara kotor seperti itu digunakan agar bisa bermain di tim nasional, saya lebih suka tidak bermain di tim nasional seperti itu dan menyerahkan kuota pemain tim nasional itu kepada pemain busuk yang mengandalkan uang." Randy berkata dengan blak-blakan.
"Sepakbola di negara anda sudah bertahun-tahun tidak memenuhi persyaratan untuk mengikuti Piala Dunia, jadi apakah benar ketidakmampuan itu ada hubungannya dengan peraturan Asosiasi Sepak Bola negara anda?" Tanya seorang reporter wanita.
"Sudah pasti ada hubungannya dengan itu, para pemain harus membayar uang agar bisa masuk ke tim nasional, dan mereka harus membayar lebih untuk bermain dalam sebuah pertandingan.
Uang bagi para manajemen adalah kriteria untuk memilih pemain daripada kekuatan pemain itu sendiri, hal itu pasti akan sangat melemahkan efektivitas kemampuan tim nasional.“
"Suasana tim nasional yang dipenuhi bau-bau uang dan tanpa kemampuan bermain sepakbola itu membuat persaingan di antara para pemain menjadi sangat buruk, dan tidak mungkin membentuk kerjasama yang kuat.”
"Kekuatan pemain negara saya tidak kuat dikarenakan pemilihan sembarangan, pelatihan nasional yang kurang mumpuni sehingga efektivitas kekuatan tim menjadi sangat buruk, jadi bagaimana mungkin timnas negara saya mencapai hasil yang baik?"
"Saya berani mengatakan kalau Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia adalah salah satu pemilik peran paling penting dalam dunia sepak bola. Oleh karena itu, akar penyebab ketidakmampuan ini terletak pada manajemen puncak Asosiasi Olahraga!"
Sekarang Randy telah memutuskan hubungan dengan manajemen tim nasional, sehingga dia sangat berani mengkritik permasalahan manajemen tim nasional.
Mendengar kritik keras seperti itu, para reporter segera bersukacita dan dengan cepat membuat catatan satu demi satu.
Beberapa reporter bahkan telah memikirkan judul dan menetapkan judul berita "Penjaga gawang terkuat Red Devils membombardir manajemen tim nasional yang bodoh. Jika manajemen tim nasional tidak direformasi, maka tidak ada kesempatan bagi Indonesia untuk bermain di Piala Dunia!"
Namun pada saat ini kebanyakan reporter tidak akrab dengan situasi sepakbola di Indonesia.
Oleh karena itu, mereka dengan cepat mengalihkan pembicaraan ke sudut lain.
"Jika anda memiliki kesempatan untuk dipilih di tim nasional lain, apakah anda akan mempertimbangkan untuk menerimanya?" Seorang reporter segera bertanya dengan penuh minat.
Tentu saja, Asosiasi Olahraga Indonesia adalah pengecualian.
Setelah mengetahui bahwa Randy pada dasarnya menolak tim nasional Indonesia, para reporter mulai memperhatikan masa depan Randy, karena untuk penjaga gawang top seperti Randy, semua negara yang pintar pasti akan memperjuangkannya.
"Maaf, saya belum memikirkan masalah ini!” Pertanyaan reporter itu agak tidak terduga bagi Randy.
“Lalu, apakah anda akan menolak untuk bergabung dengan tim nasional negara lain?” Para reporter bertanya dengan gigih dan langsung menarik perhatian semua orang.
Sehingga semua orang menoleh kepada Randy.
"Saya menolak untuk menjawab pertanyaan ini, pertanyaan berikutnya!"
Pertanyaan seperti itu telah melampaui garis bawah Randy.
Konferensi pers ini hanya untuk melampiaskan ketidakadilan yang diterima dirinya karena kehilangan kualifikasi untuk memperjuangkan kejayaan negaranya.
Beberapa hal yang tersembunyi jika terkena sinar matahari maka dapat memicu kegemparan dinegara itu sehingga para pemimpin puncak yang adil dinegara tersebut akan mereformasi Asosiasi Olahraga Indonesia menjadi lebih baik lagi, itu adalah hasil terbaik.
Namun ide nya terlalu idealis, dan Randy juga tidak memiliki harapan untuk ini.
Dia melakukan yang terbaik namun dia hanya bisa mematuhi takdir!
Tetapi bagaimanapun juga, dia tidak ingin menempatkan dirinya dalam terlalu banyak masalah.
Selain itu, para reporter ini juga gelisah dan meresahkan, jika Randy mengungkapkan di konferensi pers ini kalau dia menerima ajakan bergabung di timnas negara lain.
Maka setelah konferensi pers ini, pasti akan ada banyak negara yang bersedia untuk memberikan manfaat kepada Randy dan menyatakan kesediaan mereka untuk menerimanya.
Namun ini secara tidak kasat mata membuat beberapa pejabat Asosiasi Olahraga Indonesia memiliki alasan untuk mengkambinghitamkan Randy.
Misalnya "Bukannya kami tidak mau merekrutnya, tapi ini semua karena dia yang tidak mau datang, dia sudah lama ingin mengubah kewarganegaraannya dan membelot ke negara lain, pemain yang buruk seperti itu benar-benar memalukan bagi negara kita!
Randy mengkhianati tanah airnya sendiri, dia adalah pengkhianat"
Jadi jika Randy secara publik menjawab pertanyaan reporter, maka ada kemungkinan dia akan menjadi kambing hitam.
Apalagi manajemen Asosiasi Olahraga sampah itu adalah ahli dalam hal ini, jadi Randy tidak akan cukup bodoh untuk menyerahkan kendalinya kepada mereka saat ini.
Randy sendiripun tahu setelah dia mengkritik Asosiasi Olahraga Indonesia dengan keras hari ini, dia pada dasarnya telah kehilangan kesempatan untuk bergabung dengan tim nasional.
Saat ini, konferensi pers Randy juga menyebar ke kawasan Asia dan Indonesia.
Tidak butuh waktu lama bagi media untuk mulai menyebarkan topik berita ini.
Dalam 10 tahun terakhir, para media telah memunculkan semua berita yang mencurigai adanya membeli dan menjual kualifikasi pemain timnas.
Selangkah demi selangkah, berbagai macam rumor menyebar pesat di Asia, bahkan telah membawa banyak tekanan kepada asosiasi sepak bola di setiap negara.