Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia

Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia
Chapter 105 : Galaticos tertekan


Mengapa Carrot tidak berhasil memasukkan bola kedalam gawan?


Carrot bahkan secara sadar meminjam pemain bek Red Devils untuk memblokir penglihatan Randi. Tapi dia tidak menyangka penjaga gawang dari Indonesia ini masih dapat memprediksi tembakan Carrot.


Benar-benar prediksi yang sangat kuat! Penjaga gawang yang sangat kuat!


Randi membuang bola dengan ekspresi kosong karena menurut nya tendangan semacam ini tidak ada apa-apanya bahkan tidak setengah dari kekuatan Gerrard.


Penggemar Galaticos juga sepertinya lupa untuk berteriak, dan tribun terdiam. Di menit selanjutnya, Red Devils kembali mencetak gol, kali ini Nana Valencia berlari di depan melakukan kerjasama touch-touch, dan setelah melewati pemain bertahan Galaticos.


Valencia berlari ke garis bawah kemudian berpura-pura akan masuk ke dalam area penalti tetapi mengoper kembali ke Nana yang ada di depan area penalti.


Nana mengontrol bola dan berlari dua langkah yang membuatnya baru saja datang ke tepi area penalti, dan langsung melakukan shooting keras ke gawang kiper Galaticos, di bawah mata kiper Galaticos yang putus asa berusaha memblokir bola, bola terbang langsung ke gawang sisi kanan menghindari tangan kiper Galaticos yang berusaha memblokir.


2:0


Pada menit ke-30, Ashley Yang berlari ke garis bawah dengan bola di sebelah kiri pertahanan Galaticos kemudian bergegas langsung ke dalam.


Setelah beberapa perubahan arah, ia bergegas ke area penalti, melewati bek, dan langsung menghadap ke gawang kiper lawan.


Shooting kuat dari Ashley Yang mendapatkan hasil yang baik!


3:0


Pada menit ke-35, Red Devils menyerang lagi, tetapi kali ini Ronnie kurang beruntung. Bola membentur tiang gawang dan memantul.


Galaticos untuk sementara lolos dari ancaman, tetapi moral Red Devils berada ditingkat yang tinggi dan tekanan terus berlanjut dipihak Galaticos.


Galaticos bahkan tidak bisa melewati pertahanan tengah Red Devils.


Satu-satunya peluang yang mereka miliki sudah diblokir bahkan tidak sampai mengancam lini pertahanan Red Devils bagaimanapun selain bek yang kuat, Red Devils memiliki kiper overlord.


Sejauh menyangkut serangan Galaticos. Pada jarak 80 meter, Randi kembali mempertahankan gawang dengan meninju bola hingga terbang keluar yang membuat semua pemain Galaticos menundukkan kepala setelah beberapa kali mencoba berusaha menggunakan tendangan jarak jauh.


Di akhir babak pertama, Red Devils memimpin keunggulan skor 3:0 atas Galaticos.


Di awal babak kedua, Galaticos mulai melakukan serangan balik mencoba memperbaiki formasi serta taktik mereka untuk menyerang Red Devils namun masih dikalahkan oleh pertahanan Red Devils.


Pada menit ke-50, Galaticos sudah unggul dari sisi serangan. Dan ini waktunya Randi mengambil kesempatan untuk memamerkan kemampuan nya.


Pada akhirnya, Ronnie berhasil menambahkan poin dan mengubah situasi yang awalnya masif menjadi keunggulan tak terelakkan.


Skor menjadi 4:0.


Ferguson dengan cepat menggantikan Ronnie dan Nana. Karena kedua orang ini terlalu gila mencetak gol, mereka tidak menunjukkan belas kasihan kepada orang lain dan juga alasan mengapa Ferguson menggantikan mereka untuk memberikan istirahat lebih awal.


Pertandingan terus berlanjut, Red Devils tidak terus memperbesar keunggulan di bawah upaya tak henti-hentinya dari Galaticos.


Untuk menyelamatkan harga diri, pelatih Galaticos mengganti 3 pemain dengan kualitas fisik yang rendah. Kemudian dia mengeluarkan perintah kepada para pemain Galaticos agar berani menyerang dengan percaya diri.


Bahkan jika mereka kalah, mereka harus kalah dengan bermartabat! Serang dengan sekuat tenaga!


"Ayo bersorak sebanyak yang kita bisa, dan serangan balik dimulai! Demi martabat kita, ayo!" Setelah kembali sadar, lagu tim Galaticos mulai bergema kembali di stadion.


Tampaknya terinspirasi oleh para penggemar, para pemain Galaticos akhirnya menciptakan peluang besar lagi di menit selanjutnya.


"Sergio benar-benar menguasai kontrol bola dengan baik." Komentator Galaticos mulai menjelaskan pertandingan dengan semangat.


"Umpan pendek Sergio sangat indah mengarah pada Martial."


“Bagus sekali, bola kembali ke Sergio lagi. Mengocek bola didepan dua bek Red Devils dengan double-teamed. Ya Tuhan, apa yang aku lihat?”


“Satu aksi palsu Sergio berhasil menipu para bek Red Devils, keren! Setelah membuka celah, Sergio sangat rasional. Dia memilih untuk mengoper bola dan Martial mengikuti kemudian shooting!" Suara komentator berhenti tiba-tiba.


..... Iklan, Jangan lupa baca Sistem : Menjadi Big Boss Terkaya......


Karena pada saat ini Randi dengan kuat menginjak bola yang ditendang oleh pemain bintang Galaticos itu.


Tidak cukup! Level ini tidak cukup!


Randi menginjak bola dengan ringan lalu menendang keluar.


Para pemain Galaticos tidak tahu harus berkata apa lagi, mereka telah menonton video pertandingan Red Devils dan mereka juga tahu kalau penjaga gawang dari Indonesia ini sangat kuat, mereka bahkan menyoroti penjaga gawang ini dalam latihan taktis pra-pertandingan.


Tapi, mereka tidak menyangka!


Mereka benar-benar tidak menyangka seorang penjaga gawang bisa begitu kuat abnormal seperti ini.