
Mereka berpelukan sekitar 20 menit lamanya untuk melepas semua kerinduan yang ada dalam diri mereka, setelah mereka dengan enggan melepaskan pelukannya.
Mereka mengobrol sambil saling menyuap makanan satu sama lain yang terlihat sangat romantis, mereka sudah jatuh dalam suasana dunia milik berdua.
Setelah beberapa puluh menit, mereka kembali ke tenda dan membereskan semua peralatan makan, lalu saling tatap.
"Krystal, kamu masuk duluan"
"Randy, kamu masuk duluan"
Keduanya berbicara bersamaan, lalu terdiam beberapa detik dan mereka saling pandang lalu tertawa bersama.
Muka Krystal yang memerah terlihat menawan dimalam hari yang sunyi ini, tangannya menarik Randy masuk kedalam tenda dengan malu-malu.
Randy hanya bisa mengikuti kemauan Krystal dan masuk kedalam tenda, didalam tenda mereka berdua duduk sambil memegang sleeping bag yang tersedia hanya satu di tenda.
"Kita hanya punya satu sleeping bag, bagaimana ini?" tanya Randy dengan bingung kepada Krystal.
Krystal memasang postur berpikir sambil memejamkan matanya namun setelahnya kemerahan muncul kembali dipipi nya.
"Kita berdua menggunakannya bersama" Ucap Krystal dengan nada yang kecil seperti nyamuk.
Wajah Randy pun panas memerah karena malu, dia sama sekali belum pernah menghadapi situasi seperti ini sekalipun, jadi dihadapkan dengan situasi seperti ini, dia hanya bisa bengong dan mengikuti alurnya.
Krystal yang melihat Randy yang terdiam pun semakin malu dan buru-buru masuk kedalam sleeping bag sambil menyembunyikan mukanya yang semakin merah.
Randy menggelengkan kepalanya mengusir pemikiran yang enak enak, dengan langkah yang tidak bersuara Randy pun ikut masuk kedalam sleeping bag.
"Kehangatan ini..." Pikiran Krystal mulai amburadul ketika merasakan kehangatan tubuh Randy, jika di animasi kepala Krystal akan mengeluarkan asap seperti Hinata kecil saat bertemu Naruto.
"Apakah malam ini aku...." Pikiran Krystal kembali berpetualang ke hal yang enak-enak, dia memainkan jarinya untuk menenangkan hatinya yang gelisah.
Krystal sudah siap dengan apa yang kemungkinan terjadi selanjutnya, karena dia sangat mencintai Randy dalam dua kehidupan, Randy adalah satu-satunya cahaya dalam kehidupan nya.
Randy adalah penyelamatnya disaat dunia tidak memperhatikan nya, rasa sayangnya terhadap Randy sudah ditingkat yang tinggi.
Jadi apapun yang dilakukan Randy kepadanya malam ini, dia akan menerimanya dengan senang hati karena keperawanan yang telah dia jaga dalam dua kehidupan hanyalah untuk Randy.
Sedangkan disisi sudut pandang Randy yang sama pikiran nya pun berkecamuk, namun siapakah Randy? Dia memilih nol pengalaman dalam percintaan jadi dia mana tau peluang emas yang terjadi sekarang.
Hati Randy dag-dig-dug terus-menerus seperti drum yang dipukul menggunakan stik.
"Please jangan berdiri pleasee Randy junior please jangan memalukan papahmu" Randy berdoa komat kamit didalam hatinya supaya Randy junior tidak bangkit dalam tidur nyenyak nya.
Merasakan kehangatan tubuh indah Krystal yang sangat dekat itu, menimbulkan reaksi yang manusiawi bagi seorang pria.
Detak jantung Randy tambah dag-dig-dug karena takut membuat Krystal marah dan ilfeel kepadanya.
"Sialan sialan sialaannnnnnn, Tuhann aku tersiksa"
Batin Randy menjerit.
Disisi lain.
Krystal semakin memerah merasakan sesuatu yang menonjol diarea bawah.
"I i i itu" pikiran Krystal semakin tidak karuan, jantung nya berdetak dengan cepat dan nafasnya semakin cepat.
Telinganya memerah dan tubuhnya sedikit mengeliat karena dibagian bawah nya terasa geli.
"Uhmm" Desah Krystal.
Untuk menenangkan Randy junior, Randy dengan paksa harus memeluk Krystal agar keadaan tidak semakin memburuk jika hanya berdiam diri.
Merasakan pelukan Randy yang tiba-tiba, Krystal semakin gelisah menunggu apa yang akan dilakukan Randy selanjutnya.
Randy tak berdaya menghadapi hawa nafsu yang sudah mengebu-ngebu dalam hatinya.
"Ya Tuhan, malam ini aku akan melepaskan perjaka ku, selamat tinggal ๐" pikir Randy yang sudah tidak kuat dengan keadaan yang dia alami.
Dia melihat kearah Krystal yang masih membuka mata nya dan pipinya yang memerah.
"K Krystal" Kata Randy dengan malu-malu.
Krystal memandang Randy dengan wajahnya yang memerah.
"R Randy, lakukan saja aku sudah siap"Gumamnya seperti suara nyamuk yang kecil.
Randy memejamkan matanya sambil menelan ludah, lalu menurunkan celananya dengan lambat.
Krystal pun menutup matanya menunggu langkah Randy selanjutnya.
+----------+
Astaga malah jadi kaya cerita +21 hahahaha, disini tidak boleh ada cerita gituan kan? jadi terpaksa saya skip hahahaha.
Selamat berfantasi menurut yang kalian inginkan.