
"Aku sekarang tahu satu hal, Randy ternyata masih seorang penjaga gawang yang suka tantangan!"
Di ruang siaran langsung Saluran TV lokal, Kurniawan tampak sangat bahagia dengan keputusan Randy.
Seorang pemain yang terus mengejar kemenangan dan tidak pernah berhenti untuk memastikan kemenangan itulah yang sekarang dibutuhkan oleh tim nasional kita.
"Ya, faktanya, Red Devils masih unggul dengan satu gol daripada The Blues, namun tindakan Randy sangat beresiko sekali untuk Red Devils!"
Bung Rendra tidak tahu harus berkata apa lagi terhadap keputusan Randy.
Mereka hanya bisa mengganggap Randy yang sombong?
Atau dia tidak akan pernah menyerah untuk memastikan kemenangan timnya!
"Tidakkah menurutmu semangat dalam memastikan kemenangan untuk timnya adalah kekurangan yang sekarang sedang di alami oleh timnas kita?"
Kata-kata Kurniawan tidak hanya melegakan rasa kebingungan Bung Rendra, tetapi juga membangkitkan semangat hati dan pikiran banyak penggemar Indonesia di depan TV.
Stadion Stamford Bridge menjadi sunyi, dan penjaga gawang jenius dari Asia Tenggara ini memberi mereka terlalu banyak kejutan, bahkan di saat-saat terakhir pertandingan seperti ini.
Pemain lain di Red Devils juga terlihat sangat santai, karena Randy adalah rekan mereka yang paling bisa dipercaya!.
Dari mereka yang saling bersosialisasi dalam beberapa bulan terakhir, rekan setim Red Devils jelas menyadari meskipun Randy sekarang masih sangat muda, ia memiliki pemikiran dewasa yang tidak sesuai dengan usianya sekarang.
Dan dia memiliki semangat yang pantang menyerah untuk memastikan kemenangan berada di pihak timnya!.
Berdiri dengan tenang di depan bola, Randy terlihat seperti biasa mulai "memeriksa" arah penyelamatan yang akan dilakukan Coch, dan menganalisis cara menendang bola seperti mencari-cari perasaan menendang yang telah dia lakukan sebelum nya.
Jarak tendangan bebas sekarang berada di posisi yang relatif jauh, ia harus menendang bola dengan busur yang kuat dan berkualitas tinggi,
Kecepatan, sudut, dan kekuatan harus digabungkan, dan itu memang sangat sulit.
Namun Randy tiba-tiba tersenyum.
Karena dalam prediksi 3 detik masa depannya, dia melihat celah di dinding manusia pertahanan The Blues.
Celah di dinding berada di antara dua pemain bertahan di tengah!
Lubang celah terbuka kurang dari 1 detik.
Sebuah celah yang tidak akan diperhatikan siapa pun, penentuan yang menang atau kalah, semuanya terpatok pada celah ini!.
Kemudian, peluit wasit dibunyikan.
Randy segera menggerakkan kakinya dan dengan cepat melakukan tendangan bebas.
"Wushhh!"
Bola itu melesat setelah terkena tendangan kuat Randy seperti anak panah yang lepas dari busur, dan langsung menuju ke celah dinding pertahanan lawan!.
Randy menendang bola dengan kekuatan penuh nya, dan ketika kaki dia menendang bola, suara dentuman terdengar oleh para pemain disekitarnya.
Bahkan mereka dapat melihat bola yang telah menjadi bentuk oval karena kerasnya tendangan Randy.
"Bammm!"
Suara keras membuat orang-orang di sekitar yang melihat nya menjadi gemetar dan merinding karenanya.
Setelah bola melesat terbang, bola itu secepat embusan angin, dan dengan dominasi yang tak terbendung, bola itu mendekati dinding pemain pertahanan The Blues.
"Sial, orang ini tidak bermaksud melakukan..."
Sebagai dinding manusia, Drogbi terkejut ketika dia melihat bola terbang menuju ke arahnya.
"Wushhhh!"
Bola melesat secepat harimau yang menerkam mangsanya, dan embusan angin telah berlalu melewati Drogbi yang terpana dan hampir menggosok kepala Terry dibelakangnya.
Coch tidak bergerak sama sekali, pandangan dia terhalang oleh dinding manusia yang dia atur. Ketika dia ingin melakukan penyelamatan ke sudut jauh gawang, dia tiba-tiba melihat sebuah bayangan gelap yang melaju dengan kecepatan tinggi.
"Ini bola, dia ... dia benar-benar melakukan tendangan langsung ke tengah gawang?!"
Coch terkejut dengan tendangan bebas Randy, dan orang ini sekali lagi membuat tendangan yang tidak dia duga sama sekali.
Seolah-olah Randy bisa melihat melalui gerakannya.
Kejutan di hati Coch sekarang bisa dibayangkan, pada saat ini, sudah terlambat baginya untuk menyelamatkan bola, fokusnya sudah hilang, dan sudah lambat untuk menyesuaikan dirinya melompat menangkap atau menepis bola.
Bola yang melaju sangat cepat masuk ke dalam jaring gawang dan menghasilkan putaran yang kuat.
Saat ini, yang bisa dilakukan Coch hanyalah melihat kearah bola yang sudah berada di dalam jaring gawangnya.
Dia kalah dalam persaingan lagi dengan Randy dan tendangan bebasnya untuk kedua kalinya, Coch yang seorang kiper top kelas dunia di bobol oleh dua tendangan bebas Randy yang bahkan sama-sama seorang kiper.
Hal ini membuat suasana hati Coch menjadi sangat tidak senang, dan dia sangat tidak rela dengan kenyataan ini.
Tapi sekarang apa yang bisa dilakukannya?
Sekarang diia hanyalah seorang pecundang, dan karena dia sudah tua, dia akan segera digantikan karena kondisinya yang sudah mulai memburuk.
Masa depan adalah milik para pemain yang masih muda!.
Coch menghela nafas sambil menatap tanah dibawah.
Dia mengakui dirinya sudah kalah oleh Randy, sang kiper jenius dari Indonesia!.
Skor di lapangan menjadi 3:1!.
Harapan The Blues untuk menyamakan skor menjadi pupus!.
Tendangan bebas yang dilakukan Randy langsung menghancurkan keinginan mereka tanpa ampun.
Apa yang dilakukan Randy adalah sesuatu yang tidak pernah mereka duga sama sekali, sekarang telah terjadi kerusuhan di tribun penonton!.
"Luar biasa! Sungguh gol yang luar biasa!"
"Tendangan bebas Randy justru menembus dinding pertahanan tim The Blues dan mencetak gol kedua kalinya ke gawang yang dijaga Coch!"
"Priiittttt!"
Peluit wasit dibunyikan yang menandakan bahwa gol ini, efektif!.
Skor yang telah ditetapkan menjadi 3:1 di babak kedua pertandingan ini.
Randy mengunci kemenangan untuk Red Devils.
"Sigh, dia menang!"
Para penonton The Blues yang hadir di stadion langsung terdiam, hanya segelintir penggemar Red Devils yang bernyanyi dan menari gembira untuk merayakan momen kemenangan tersebut.
Dari menyamakan hingga menyalip sampai sekarang memastikan kemenangan Red Devils saat ini, sosok Randy ada di mana-mana dalam perjuangan Red Devils mengamankan kemenangan!.
Permainan seperti itu seperti penampilan spesial pribadinya sendiri!.
"Ini sangat keren!"
Randy meraung sambil berlari ke arah kamera yang berada di pinggir lapangan, dan mulai merayakan gol keduanya di lapangan.
Randy mengangkat tangannya ke udara dan mengulurkan dua jari nya untuk memberikan tanda kepada para penggemar The Blues sekarang dialah raja Stamford Bridge!.
Jika ini adalah kandang stadion kalian, lalu apa masalahnya? aku tetaplah raja yang memenangkan pertandingan ini.
Dengan penampilannya yang brilian di antara para pemain di lapangan, Randy tiba-tiba mengubah stadion kandang The Blues menjadi panggung eksklusifnya sendiri!
Kamera di tempat kejadian merekam setiap bidikan yang dilakukan Randy dengan cermat.
Dalam gambar ini, Drogbi benar-benar direduksi menjadi latar belakang Randy yang menyedihkan!.
Orang-orang berbakat muncul dari generasi ke generasi, dan masing-masing dari mereka telah menjadi pemimpin selama ratusan tahun lamanya.
Era milik Drogbi dan Coch telah berlalu.
Baik sekarang ataupun di masa depan, era ini akan menjadi milik Randy, sang jenius dari Indonesia!.
Di sisi lapangan, pelatih The Blues Boaz tersenyum pahit.
Karena taktik yang telah dia terapkan untuk melawan dan mengalahkan Randy sepertinya tidak mempan sama sekali, dia merasa sangat tidak berdaya.
"Bakat pemuda ini sangat mengerikan!"
Boaz tahu di musim ini adalah musim resmi pertama Randy bermain, dan Randy yang baru saja memasuki liga untuk pertama kalinya sudah membuat para pelatih tim besar lainnya pusing menghadapinya.
Lagian siapa yang tahu seberapa jauh anak ini akan tumbuh di masa depan?!.