Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia

Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia
Chapter 100 : Gol dan serangan balik The Kop


Mendengar ejekan dan cemoohan dari penggemar Red Devils sudah jelas penggemar The Kop tidak terima pemain mereka dihina, kedua suporter mulai melancarkan teriakan yang lebih keras untuk membela pemain kesayangan mereka.


Wasit dengan cepat berlari mendekati dan menghadapi situasi ini, wasit berlari ke titik pelanggaran dan memberikan kartu kuning kepada Aggar sebagai peringatan.


Pada saat yang sama ia juga meniup peluit untuk memberikan peluang tendangan bebas di frontcourt bagi Red Devils.


Pritt! Setelah wasit memberikan kartu kuning, pelatih The Kop Dalgish tiba-tiba teringat sesuatu dan kecemasan muncul di hatinya.


Dia buru-buru berdiri dari tempat duduknya kemudian berjalan menuju Wasit official keempat dengan wajah murung dan mengadu padanya.


Dalgish sangat tidak ingin melihat Red Devils mendapat peluang tendangan bebas apalagi dalam masa kritis ini.


Tapi sayangnya tidak peduli bagaimana dia memprotes, dia tidak bisa mengubah keputusan wasit atas pelanggaran ini.


Tendangan bebas takkan terelakkan!


Protes Dalgish ditakdirkan tidak berhasil dan dia harus berjalan kembali ke areanya sambil berdoa agar tendangan bebas ini tidak membobol gawang The Kop.


Dia berdiri di dekat touchline sambil mengunyah permen karet dan menatap anak laki-laki tampan yang berdiri di titik posisi tendangan bebas.


Dibandingkan dengan wajah sedih Dalgish, Ferguson jelas dalam suasana hati yang bahagia, dia berdiri di tempat kejadian dengan tangan di pinggulnya sambil berpikir "Haha, gaji tahunan Randy sebesar 5 juta pound memang tidak mengecewakanku!"


Ferguson mengangkat pergelangan tangannya dan melihat arlojinya lalu menatap Randy dengan tenang. Kebisingan para penggemar perlahan memudar dan stadion Anfield tiba-tiba menjadi sunyi.


Setiap penggemar termasuk penggemar yang menonton di depan TV semuanya menatap penjaga gawang yang luar biasa dari Indonesia tercinta ini. Apakah dia akan membobol gawang The Kop dengan tendangan bebas mautnya atau melewatkan kesempatan untuk memperbesar skor?


Dengan hempasan pergelangan tangannya, bagian dalam kaki kanannya dengan cepat mengenai bagian kanan bawah bola.


"Bang!"


Dengan rotasi yang kuat, bola melewati dinding manusia The Kop. Setelah terbang melewati dinding, bola mulai menikung dengan cepat dan langsung ke kiri atas gawang.


Tendangan yang mengarah ke sudut gawang.


"Aku harus menghentikannya!" penjaga gawang The Kop Doni melompat dengan cepat sambil mengulurkan tangan kanannya tangan dengan maksimal, dan mencoba yang terbaik untuk menyentuh bola.


Namun kali ini bola melesat begitu cepat sehingga tangannya hanya menggapai angin!


Doni telah mencoba yang terbaik dan gagal menyentuh bola. Tendangan bebas ini dari segi kekuatan atau tikungan sudut sangat mematikan.


"Sempurna! " Suara Schales sangat bersemangat.


2:0 Red Devils dalam keadaan yang hebat! Dalam pertandingan ini Red Devils benar-benar menunjukkan dominasinya.


"Pertandingan ini, bisakah kita menyamakan skor?" Para pemain The Kop mulai linglung.


Cara bermain Randy sangat menyebalkan, bahkan berulang kali menggagalkan peluang emas mereka!


Penjaga gawang yang menjijikkan!


Semua pemain The Kop mulai mengutuk Randy dalam hati mereka.


Penjaga gawang Indonesia ini benar-benar abnormal! Jika bukan karena dia, moral The Kop tidak akan tertekan begitu parah.


Semua orang dapat melihat dalam pertandingan Randy memberikan tekanan yang begitu kuat pada The Kop yang membuat The Kop ditekan dengan sangat buruk. Dan saat ini, pilar spiritual The Kop, Gerrald tiba-tiba berdiri.


Dia mengaum kepada rekan satu timnya "Jangan menyerah! Kita harus berusaha membobol kiper sialan itu!." Gerrald terus menginspirasi para pemain The Kop agar kembali ke kondisi pertandingan.


Bahkan dia langsung memimpin dengan memberi contoh, berlari mencari peluang, menekel dan mencoba memimpin The Kop untuk bangkit.


Bahkan jika Randy menekan moral semangat mereka, semangat Gerrald tidak akan buyar, dia tidak akan pernah menyerah!


Cara terbaik untuk menghormati lawan adalah bertarung dengan sekuat tenaga.


Di bawah kepemimpinan Gerrald, The Kop kembali melancarkan serangan balik.


Pada menit ke-38, mereka akhirnya mendapatkan peluang untuk mencetak gol! Gerrald mengambil alih bola kembali dan setelah bekerja sama dengan gelandang sisi kiri, dia menggiring bola ke area penalti Red Devils.


Di depan area penalti, dia tiba-tiba menggiring bola ke samping, menggoyahkan pertahanan Ferdinan dan dia memilih melakukan tendangan jarak jauh dengan kekuatan yang kuat.


Dengan suara "bam" yang terdengar, bola terbang dengan cepat menuju gawang Red Devils dan juga menciptakan busur jatuh yang jelas di udara.


Pada saat kritis, Randy harus mengandalkan konsentrasi serta intuisi untuk mempertahankan gawangnya.


"Bahaya! Apakah ini tendangan kuat dari Gerrald?"


"Lihat" Pembawa acara siaran langsung menantikan situasi dilapangan dengan serius.


Bola memiliki busur jatuh, Randy mengeluh karena sangat sulit untuk menepis tendangan seperti itu.


Jika dia tidak memiliki tebakan 3 detik masa depan mungkin mustahil mempertahankan bola ini, dia juga berpikir Buffon dan Casillas membenci tendangan seperti ini.


Ketika bola akan melewati garis gawang, Randy melemparkan dirinya ke samping sambil mengulurkan tangannya terlebih dahulu dan menampar bola keluar dari garis gawang.


Bam!


Randy jatuh ke tanah karena penyelamatan ini, tetapi begitu dia menyentuh tanah, dia segera mendorong rumput dan berdiri lagi.


Huh!


Para penggemar The Kop berteriak "Sialan!!"


Tendangan Gerrald membuat mereka merasa sangat gugup untuk sementara waktu. Tapi lagi-lagi penjaga gawang sialan ini memblokir shooting kuat dari Gerrald, mereka menghela napas dalam-dalam.


Tapi kemudian mereka kembali berdiri, karena masih ada peluang untuk mencetak gol.


Setelah bola diblok dan jatuh kembali ke area penalti Red Devils. Di area penalti, striker The Kop bergegas ke depan dan Surez dengan cepat meraih bola.


Dia tidak melakukan penyesuaian dan dengan cepat melakukan tendangan voli. Boom!


Bola kembali melayang ke gawang Red Devils!


Masuk!


Semua penggemar The Kop sangat gugup!


Huh!


Tepat ketika penggemar Red Devils gugup dan para pemain The Kop menantikan bola masuk ke dalam gawang, tiba-tiba sosok yang akrab melompat. Randy yang berada di garis area penalti dengan cepat melompat dengan satu tangan terangkat.


Ketika dalam keadaan kritis dimana gawang terancam kebobolan, Randy melangkah maju lagi!


Dia dengan cepat mengulurkan lengannya dan memaksa bola yang akan masuk ditepis kembali dari garis gawang.


"Holy Moly! Dia bereaksi seperti The Flash dan dia menghentikan serangan The Kop yang sangat sulit ditepis oleh kiper manapun di dunia! Dua kali blok yang sempurna!" Pembawa acara siaran langsung tidak bisa tenang. Dia berteriak sangat bersemangat atas penyelamatan ajaib Randy.


"Namun, ini bukan akhir dari semuanya! Gerrald! Ini Gerrald lagi!" Kemudian pembawa acara juga meneriakkan dengan keras nama Gerrald.