
Sebagai rival sejak 101 tahun lalu di Liga Premier, Red Devils dan The Kop tidak saling melontarkan ejekan dan langsung memasuki pertandingan yang sangat sengit.
Pada menit ke-3 pembukaan babak pertama, Red Devils menggebrak pertahanan lawan dengan serangan yang tidak disangka-sangka, Ronnie melewati 2 pemain bertahan lawan dan meraih kesempatan untuk melakukan tendangan di dalam kotak penalti namun bola sedikit mengenai kaki Carragher.
Bola memantul menuju ke sudut kiri gawang dengan kecepatan yang cepat
Kiper The Kop Doni melompat ke kiri dengan cepat, tapi kecepatan reaksinya agak lambat, dan tidak sepenuhnya menangkap bola dan hanya bisa menepis bola yang kemudian keluar lapangan.
"Aaarghhhh!!"
Ronnie belum sepenuhnya beradaptasi dengan keadaan lapangan, dan tendangannya sedikit kurang terkontrol.
Meskipun Ronnie tidak berhasil mencetak gol, tendangannya mengejutkan para pemain The Kop, membuat jantung mereka berdetak cepat.
Karena serangan Ronnie yang berhasil mengobrak-abrik pertahanan The Kop ,, para pendukung Red Devils sangat bersemangat dan bersorak memberikan semangat di tribun untuk Red Devils, meskipun mereka yang hadir di stadion Anfield hanya beberapa ratus penggemar, tapi sorakan mereka benar-benar tidak kalah dengan sorakan lebih dari 60 ribu penggemar The Kop.
Suasana pembukaan babak pertama menjadi sangat intens.
Meski Red Devils memainkan pertandingan tandang, namun Red Devils tidak konservatif dalam pertandingan ini.
Bagi kedua tim, skor imbang tidak akan ada dalam kamus Derby ini, salah satu dari kedua tim harus ada yang kalah dan menang!.
Hasrat The Kop untuk gelar liga bahkan lebih kuat dari sang juara Liga. Mereka harus memberi tekanan pada Red Devils. .
Yang mereka butuhkan sekarang adalah kemenangan di pertandingan ini!, gaya permainan kedua tim sangat imajinatif, serangan dan pertahanan nya serba cepat.
Serangan yang di luncurkan kedua tim sangat intens bahkan terbilang sangat cepat, yang hanya memberi jeda beberapa menit sebelum melakukan serangan balik.
Serangan Ronnie yang berturut-turut menyerang pertahanan The Kop pun menghasilkan sebuah peluang emas.
Di menit ke-6, Valencia mengumpan bola ke depan kotak penalti dan mengarahkan umpannya kepada Nana yang sedang mengecoh pertahanan lawan.
Nana tidak melakukan kontrol bola namun doa langsung mengoper bola ke arah kiri kotak penalti
Ronnie yang telah menunggu pun dengan cepat ke menghampiri bola dan melakukan tendangan voli yang kuat.
Boom!
Bola yang di voli dengan kuat oleh Ronnie langsung melewati pemain bertahan The Kop Aggar dan melaju menuju gawang The Kop.
Wushh!
Doni hanya bisa berdiri diam dan tidak bergerak sambil memandang bola yang mengarah ke sudut kanan gawang nya.
Ronnie menendang bola begitu cepat sehingga Doni tidak bereaksi sama sekali.
Namun meskipun tendangan itu terjadi secara tiba-tiba dan Doni tidak bereaksi, keberuntungan Doni di pertandingan ini mungkin sedang bagus karena bola secara ajaib mengenai mistar gawang.
Bola yang mengenai mistar gawang kemudian memantul kembali ke area penalti The Kop.
Tiba-tiba area penalti The Kop menjadi sangat kacau! Untuk memperebutkan bola, para pemain di kedua sisi berakselerasi dan bergegas ke arah bola berada.
Carragher yang sedang menghalangi Nana pun bereaksi dengan cepat. Dia dengan cepat melangkah maju, mengulurkan kakinya terlebih dahulu, dan menendang bola keluar lapangan.
Karena tindakan nya yang menendang bola keluar lapangan, itu bisa dianggap menyelamatkan The Kop dari kebobolan.
Jika bukan karena reaksinya yang cepat, mungkin bola akan mendarat ke kaki Nana yang berada dekat dengan nya, jika sampai Nana mendapatkan bola maka The Kop akan menghadapi situasi yang berbahaya.
Setelah lolos dari serangan Red Devils, The Kop tidak panik sama sekali.
Melihat tim nya dalam keadaan yang pasif, Gerrald segera mundur ke lini tengah untuk membantu tim nya.
Dengan bantuannya, The Kop akhirnya menstabilkan situasi dan dengan cepat mengatur serangannya sendiri.
Di menit kemudian, The Kop juga memulai serangan. Setelah Lucas mengontrol bola jalan dan melewati area tengah lapangan,, dia mengecoh pertahanan Erva, dan berlari cepat menuju area penalti, setelah mendekati area penalti dia mengoper bola datar kepada Surez.
Di area penalti, Surez mengontrol bola selama tiga detik sebelum mengoper kembali kepada Kayt.
Kayt yang berada di belakang kanan Surez melakukan tendangan kuat ke sudut jauh kiri gawang.
Ketika Kayt melakukan tendangan dengan kualitas tinggi ini, Randy sudah "memprediksinya".
Berdiri di gawang, Randy berpindah posisi kemudian melompat, dan dengan akurat menangkap bola, Kayt yang melihat tendangan nya di tangkap dengan mudah oleh Randy langsung meraung kesal.
Setelah 15 menit berlalu, Fletch melakukan pelanggaran di depan area penalti dan memberi The Kop peluang tendangan bebas dengan jarak yang nyaman.
2 meter dari kotak penalti Red Devils! Gerrald sekarang berada di depan bola, dia bersiap untuk melakukan tendangan bebas dan bertekad untuk mencetak gol di gawang Randy.
60.000 penggemar The Kop meneriakkan nama Gerrald dan bersorak memberi semangat untuknya.
Seluruh stadion Anfield penuh dengan sorakan nama Gerrald yang sangat membangkitkan semangat Gerrald.
Gerrald mundur beberapa langkah, kemudian berlari, dengan suara "Bam!", bola melayang cepat setelah di tendang oleh Gerrald, bola mengarah menuju gawang Red Devils seperti peluru yang menembus angin.
Menghadapi situasi saat ini, suara sorakan penggemar The Kop terhenti dan semua orang memfokuskan perhatian nya ke arah bola, dan mereka berharap bola itu bisa membobol gawang Randy.
Tendangan bebas Gerrald melewati tembok manusia Red Devils.
Dua detik sebelum bola terkena tendangan Gerrald, Randy telah mengetahui laju arah jalur bola nya.
"Dengan tendangan bebas yang sangat dekat, itu tergantung pada bagaimana bisa atau tidaknya kamu menjaga gawang mu!"
Gerrald percaya diri dengan kekuatan tendangannya. Tapi dia tidak tahu karena atribut Drogbi yang kuat, kekuatan Randy telah meningkat secara signifikan.
"Huh!"
Randy mendengus dingin dan langsung melompat ke depan, dia sekarang seperti seekor elang yang menangkap mangsa nya.
Dengan lompatan kuat, dia mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi untuk menangkap bola.
"Apa yang akan dia lakukan?!" melihat tindakan Randy, Gerrald menjadi panik.
Penggemar The Kop juga secara tidak sadar bersorak ngeri ketika melihat tindakan Randy.
"Tidak bisaa masukk!!!" Randy menekan laju bola yang kuat dengan tangan kanannya.
Penonton terdiam.
Tangan kanan Randy yang kuat menekan bola yang melaju dengan kuat di depan garis gawang.
"OMG, Ya Tuhan apa yang aku lihat, apa aku sedang bermimpi sekarang?"
Di radio, terdengar suara pembawa acara yang menepuk wajahnya sendiri.
"Tidak, kita tidak sedang bermimpi."
"Randy benar-benar menghentikan tendangan kuat milik Gerrald dengan satu tangan!"
Kemudian suara Schales terdengar, dan dia juga menepuk pipinya untuk memastikan kejadian ini,
"Satu tangan! Randy menahan bola dengan satu tangan! Ya Tuhan, dia benar-benar gila!" Kemudian ucapan Schales yang bersemangat membangunkan para penggemar The Kop yang masih shock.
"Wow!"
"Dia sama sekali bukan manusia!"
"Ya benar, dia sama sekali bukan manusia!"
Penggemar Red Devils sekarang sangat bersemangat sehingga mereka bahkan tidak tahu harus berteriak apa.
Kiper yang eksplosif semacam ini, kiper yang mendominasi seperti ini, kiper dengan keberanian seperti ini! Tindakan nya membuat semua orang takjub dan bersemangat!.
Kejadian ini benar-benar lebih menarik daripada melihat striker mencetak gol! Randy meraih bola dengan satu tangan dan ekspresi nya sangat tenang, dan kemudian dia menggenggam bola dengan tangan lainnya.
Situasi sekarang, dia berada beberapa meter dengan posisi dimana Gerrald berada, dan tatapan mereka saling beradu pandang.
Sang Raja! Randy seperti Sang Raja yang dengan tegas menjaga wilayahnya.
Gawang ini! Siapa pun yang ingin mencetak gol di gawang ini, mereka semua tidak akan bisa mencetak gol selama Randy berdiri disini!.
Memang banyak strikers yang telah mencetak gol di banyak gawang yang di jaga oleh kiper, tetapi di dunia ini, tidak akan ada kiper yang dapat langsung menangkap tendangan bebas kuat dari Ace seperti Gerrald dengan satu tangan selain Randy.
Memiliki kemampuan kuat dalam tendangan bebas dan ketangguhan mempertahankan tendangan kuat, jika Randy mendeklarasikan dirinya pada peringkat kedua, maka di dunia ini, tidak ada yang berani mengatakan kalau mereka lah yang berada di peringkat pertama.
Setelah melihat tendangan bebas Gerrald gagal, moral The Kop menjadi turun. Sekarang mereka benar-benar melihat dan merasakan kengerian Randy secara langsung.
Namun, upaya serangan Red Devils beberapa menit berikutnya, Tidak membuahkan peluang gol tercipta sama sekali.
Kedua tim melewatkan beberapa peluang untuk mencetak gol, tetapi mereka masih bermain dengan konfrontasi cepat, saling menyerang, dan berusaha mencetak gol.
....
Untuk yang penasaran dengan basket bisa cek di NovelLife judulnya "Basketball : The Legends" Update 2 Chapter sehari.