Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia

Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia
Chapter 118 : Jadwal pertandingan yang ketat


Pada tanggal 26 Januari, Piala Liga dimulai, Red Devils bermain tandang ke Norwich City, kali ini Ferguson tidak membawa semua pemain utama karena tiga hari kemudian mereka masih akan bertanding dengan tim naik daun di Liga Premier yaitu Everton.


Dalam pertandingan melawan Norwich City ini, sudah pasti Red Devils menang.


Red Devils unggul karena mendapatkan tendangan bebas di frontcourt sekitar 39 meter dari gawang musuh. Awalnya, Valencia berencana mengambil tendangan bebas untuk bekerja sama dengan pemain lainnya, tetapi Randy tiba-tiba berlari dari backcourt.


"Randy, kamu akan mengambil tendangan bebas ini?" Tanya Valencia dengan bingung karena jarak tendangan bebas ini terlalu jauh.


"Jangan khawatir, ini tidak masalah," Jawab Randy sambil tersenyum.


Ferguson juga tidak memberikan instruksi apa pun di pinggir lapangan, dia membiarkan Randy bermain sesukanya.


Randy sekarang melirik Alferd penjaga gawang Norwich City sebelum doa menendang bola, dan dia punya rencana di benaknya.


"Pritt!" Saat peluit wasit berbunyi, Randy mengambil dua langkah, dan segera menendang bola menggunakan bagian luar punggung kakinya.


Bola di udara membentuk busur besar seperti bulan sabit dan langsung menuju sudut terjauh gawang.


Penjaga gawang Alferd merentangkan tangannya namun dia tidak berhasil menyentuh bagian mana pun dari bola.


Dia hanya bisa melihat bola yang melayang ke dalam gawangnya.


1:0


Dalam beberapa menit pertandingan dimulai, Randy berhasil mencetak gol pertama untuk Red Devils. Para pemain Norwich City sedikit kebingungan, mereka belum siap menghadapi kebobolan bola seperti ini.


Maka dari itu, moral para pemain Norwich City sangat terpengaruh, siapa juga yang bisa menebak Randy bisa mencetak gol dari jarak jauh seperti itu.


Pada menit ke-9, umpan terobosan Anderson ke Valencia berhasil membobol area penalti lawan dan langsung membobol pertahanan Alferd yang menjaga gawang Norwich City.


Dalam beberapa menit dalam pertandingan pertama, Red Devils sudah memasukkan 2 gol kedalam sakunya dan ini adalah pembantaian.


Para pemain Norwich City terburu-buru dan segera meluncurkan serangan balik yang sengit, serangan yang sengit ini menekan Red Devils untuk sementara waktu.


Tapi seberapa keras mereka berjuang, mereka tidak bisa membobol pertahanan pangeran Red Devils, Randy bisa dengan mudah menghalau serangan mereka.


Sebaliknya, setelah melancarkan serangan sengit, Norwich City juga mendapatkan respon balik dari Red Devils yaitu pembantaian.


Pada menit ke-30, Anderson mencetak gol, dia berlari dari garis bawah di sebelah kanan lapangan dan menerobos ke area dekat area penalti Norwich City dan melakukan tendangan voli langsung.


Bamm!


3:0


Dan pada akhirnya, ketika babak pertama berakhir, skor di lapangan menjadi 5:0, Randy dan Anderson masing-masing mencetak dua gol dan Berbatov juga mencetak gol.


Berbatov memiliki waktu yang buruk dengan Ferguson di musim ini, jadi posisi penyerang utama pada dasarnya bukanlah dia, Ferguson hanya akan memainkannya di pertandingan yang tidak penting.


Situasi tetap sama di babak kedua, Anderson bahkan mencetak hat-trik di menit ke-60 pertandingan yang mendapat tepuk tangan meriah dari penggemar Red Devils.


Dan skor 6:0 pun berlanjut hingga akhir pertandingan, kemenangan ini membuat Red Devils selangkah lebih dekat ke Piala UEFA.


Setelah kembali ke Kota Manchester, tim memiliki liburan sehari, Ferguson masih sangat memperhatikan kondisi para pemainnya.


Dengan jadwal pertandingan yang begitu intensif, kondisi mental para pemain sangat tegang.


Relaksasi yang tepat akan membantu kesehatan fisik dan mental pemain pulih perlahan.


Sebentar lagi babak kesepuluh Liga Inggris dimulai, Everton adalah musuh bebuyutan Liverpool dan gaya bermainnya di Liga Inggris terkenal sulit.


Dalam pertandingan ini, Everton mengetahui kekuatan lawannya sehingga mereka hanya memberikan sedikit tiket untuk penggemar Red Devils, dan kebanyakan tiket diberikan kepada penggemar Everton.


Sebelum pertandingan dimulai, Goodison Park sudah penuh dengan para penggemar yang antusias menonton pertandingan ini.


Dalam pertandingan ini, susunan pemain Red Devils menggunakan formasi pemain utama 4-4-3.


Bek: Evra, Vidic, Jones, Fabio.


Gelandang: Anderson, Fletcher, Valencia, Nana.


Penyerang: Ronnie, Ashley Young.


Sedangkan Everton juga menggunakan formasi utama mereka 4-5-1.


Kiper: Mourin.


Bek: Bannes, Herlings, Jalika, Monsta.


Gelandang Khusus: Neville, Chill, Simon, Pinar, McFadden


Penyerang: Jelavic.


Diiringi dengan peluit wasit.


Putaran kesepuluh Liga Super resmi dimulai.


Di tribun, para penggemar kedua belah pihak juga mulai bersorak untuk tim yang mereka mendukung.


Di awal pertandingan, para pemain Everton mengikuti arahan pelatih mereka yaitu Moyes dan mulai membanjiri pertahanan Red Devils dengan serangan bertubi-tubi.


Ditambah sorak-sorai lebih dari 34.000 penonton tuan rumah, para pemain Everton seperti mendapatkan buff stamina.


Baru saja dua menit pertandingan, Everton sudah mengobrak-abrik pertahanan Red Devils, Neville memberikan umpan bola ke penyerang utama tim, Jelavic, yang sudah meluncur di depan kotak penalti Red Devils melalui serangkaian kerjasama yang mulus.


"BAGUSSS!"


"Yooo ayooo, Everton kita menang!" Penggemar Everton sangat bersemangat ketika melihat kerjasama tim yang lancar dan menyanyikan yel-yel mereka sendiri untuk menyemangati para pemain Everton ditambah untuk memberikan tekanan kepada para pemain Red Devils.


Jelavich menerima umpan dan menunggu Jones melangkah maju untuk memblokirnya, setelah beberapa gerakan untuk menipu Jones, dia segera menendang bola dengan tiba-tiba.


"Sialan!" Jones melihat Jelevich yang menendang bola langsung dengan kaget.


Jones mengangkat kakinya untuk memblokir tendangan Jelevich namun sayangnya, dia terlambat. Kaki kanannya hanya menendang gumpalan aliran udara yang dibawa oleh bola.


Jelevich menggunakan kaki kanannya untuk menendang keras bola dan mengarahkan bola langsung ke sudut samping gawang.


Dengan tendangan ini, bola hampir horizontal di udara. Randy pun melompat hampir dua meter dan kemudian tangannya yang kuat dengan mantap menangkap bola dengan mudah.


"Huuuhh." Lebih dari seperempat penggemar Everton mendesah tidak berdaya secara serempak.


"Randy! Randy! Randy!!!" Berbeda dengan penggemar Everton, kebanyakan penggemar Red Devils meneriakkan nama Randy dengan penuh semangat.


Di tengah sorak-sorai para penggemar, Randy berdiri dan melemparkan bola ke Fabio di kanan lapangan.


Bagi Randy, serangan Everton ini bukan apa-apa. Namun, moral Everton sangat tinggi, meskipun ada banyak celah dalam serangannya, di bawah keputusasaan terus-menerus untuk menyerang.


Red Devils menjadi aktif bertahan dan pasif menyerang sehingga tidak ada pihak manapun yang mencetak gol di 30 menit pertandingan pertama. Tidak hanya itu, bahkan hanya sedikit tendangan bola yang berhasil mengancam gawang.


....


Di siaran langsung TV IndoSport.


"Bung Andika, melihat dari permainan kedua tim yang kuat-kuatan untuk menerobos pertahanan masing-masing, menurut anda, siapa yang akan kebobolan?" Tanya Handi kepada Bung Andika.


Bung Andika berpikir sejenak dan kemudian menjawab "Sudah pasti yang kebobolan Everton, untuk pertahanan Red Devils tidak perlu ditanyakan lagi, pertahanan mereka sudah kelas dunia ditambah dengan Randy si penjaga gawang tingkat dunia."


Handi pun mengganguk setuju dengan pendapat Bung Andika lalu berkata dengan nada menyesal "Yah alangkah hebatnya jika Randy bermain di Timnas, mungkin Timnas akan melangkah ke piala dunia, tapi sayang sekali..."


[Untuk yang bertanya kapan Randy akan pindah tim, Randy sudah pasti akan pindah tim tetapi tugas Randy di Red Devils belum selesai dan ambisinya untuk memenangkan semua kejuaraan belum menjadi kenyataan.]