Menikahi Pangeran Kucing

Menikahi Pangeran Kucing
Bab 28


Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Dilla terlihat begitu cantik dengan menggunakan gaun pengantin yang menjuntai ke lantai.


Begitupun dengan James yang tampak menawan dengan balutan jas hitam membuatnya terlihat semakin elegan.


Para tamu tampak memberi selamat kepada pasangan pengantin baru ini.


Nelli tampak tak mau melepaskan pelukannya, dan menangis tersedu-sedu saat memberikan selamat kepada artis asuhannya.


"Akhirnya pecah juga bisul gue satu, gak disangka lo akhirnya kawin juga Dil!" seru Nelli begitu terharu


"Nikah Nel, bukan kawin, kawin mah masih nanti malam itupun kalau gak kebablasan tidur karena kelelahan," jawab Dilla membuat Nelli seketika tertawa mendengarnya


"Dasar sue, masih aja somplak meskipun sudah menjadi nyonya James yang budiman," goda Nelli


"Astoge, lo sembarangan banget ganti-ganti nama orang. Inget namanya tuh James Arthur bukan James budiman, bisa di demo lo sama Mr. Arthur bapak mertua gue," jawab Dilla


"Sorry Dil, just joke,"


"Hooh gue tahu adal jangan sering-sering aja, takutnya rumah gue tar penuh sama jok bawaan lo, terus perabotan seserahan gue mau di taro dimana?" jawab Dilla


"Sa ae lo, yaudah gue mau makan dulu takut kehabisan," jawab Nelli berpamitan


James terus menatap Dilla sambil menahan tawanya.


"Keluarin aja jangan di tahan biar plong," sindir Dilla membuat James seketika melepaskan tawanya.


Para tamu undangan menatap kearah James yang terlihat begitu bahagia karena selalu tertawa apalagi jika melihat Dilla.


Kedatangan Junior dan Dhira membuat semua tamu langsung melirik kearahnya. Kedatangan keduanya membuat semua orang berdecak kagum dan penasaran terutama para awak media yang menunggu-nunggu kedatangan aktor papan atas sekaligus mantan Dilla tersebut.


Ia tersenyum dan kemudian memeluk erat Dilla membuat semua orang langsung melotot melihatnya.


"Selamat ya Dilla, semoga kamu tidak menyesal dengan pilihanmu," bisik Junior membuat Dilla mengerutkan keningnya


"Eh...."


Dasar brengsek Bukannya memberi selamat malah mencoba membuat ku gamang, memangnya siapa dirimu,


"Tentu saja aku menyesal, kenapa tidak dari dulu aku move on dari cowok brengsek seperti dirimu dan menikah dengan belahan jiwa gue James," jawab Dilla membuat Junior buru-buru melepaskan pelukannya


"Ugh, dasar munafik!" pekik Junior buru-buru meninggalkannya


Setelah pesta selesai, Dilla yang begitu capek berdiri selama lebih dari sepuluh jam langsung membanting tubuhnya keatas ranjang pengantinnya.


"Wah nyaman sekali kamar ini, wangi karena dipenuhi bunga mawar. Pantas saja semua pengantin baru betah lama-lama di kamar ternyata begini rasanya tidur di kamar pengantin," ucap Dilla memejamkan matanya


Karena terlalu lelah Dilla akhirnya terlelap tanpa membuka pakaian pengantinnya.


Setelah menemui para sahabatnya James memasuki kamar pengantin. Lelaki itu terlihat mendengus saat melihat Dilla terlentang di ranjangnya.


Melihat Dilla yang sudah mendengkur membuat pria itu langsung menyelimuti tubuh istrinya agar tak kedinginan.


Karena lelah ia kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Dilla seketika menganga saat melihat James keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya.


"Wah, tidak ku sangka ternyata kau juga punya roti sobek juga," ucap Dilla menelan salivanya


Melihat Dilla terus menatapnya tentu saja membuat James langsung menutupi tubuhnya dengan tangannya.


"Sans aja, itu bukan aurat kok, lagian kita kan sudah sah sekarang jadi gak masalah kalau pandang-pandangan," ucap Dilla mencoba mencairkan suasana


"Melihat mu seperti ini, membuat ku harus mandi besar juga, ah sial... padahal aku sudah mimpi indah tapi semuanya ambyar karena mu," Dilla kemudian menghampiri James membuat pria itu berjalan mundur menghindarinya.


"Astoge aku cuma mau minta tolong bukain riseleting doang kok, gak macem-macem swear!" ucap Dilla kemudian membalikkan badannya


"Nah kalau gini kan gampang melepasnya," Dilla segera melepas bajunya dan menuju kamar mandi.


Setelah sampai ke dalam Dilla buru-buru berendam di dalam bathtub untuk menyingkirkan rasa groginya.


"Fiuh, untungnya dia gak curiga kalau gue sebenarnya grogi banget tadi, untungnya gue pinter akting jadi dia gak tahu aja,"


Cukup lama Dilla mandi, ia sengaja melakukannya agar James tidur duluan karena ia merasa gugup. Saat memastikan suaminya sudah tidur ia segera keluar dari kamar mandi.


"Syukurlah dia sudah tidur," ucapnya lega


Saat ia membalikkan badannya tiba-tiba James menariknya hingga ia jatuh kedalam pelukannya.


"Apa kau akan membiarkan suamimu menunggu begitu lama?" tanya James berusaha membuka piyama Dilla.


"Slow, jangan buru-buru gitu dong, kan jadi gak asyik. Bentar gue pakai baju **** dulu biar lebih hot!" sahut Dilla


"Tapi gue udah gak sabar," jawab James mendekatkan wajahnya kearah Dilla membuat wanita itu langsung memejamkan matanya.


Tiba-tiba terdengar suara perut keroncongan James membuat Dilla seketika membuka matanya.


"Sekarang cepat ganti baju, aku sudah sangat kelaparan," jawab James melepaskan pelukannya


"Ok,"


Aku kira mau gituan, ternyata dia ngajak makan karena kelaparan. Sumpah malu banget gue,


James kemudian menunggu Dilla di luar, tak lama wanita itu keluar dengan menggunakan gaun malam yang terlihat begitu cantik.


Keduanya kemudian menuju meja makan dimana keluarga besar James sudah menunggunya.


"Selamat makan," ucap salah seorang pelayan setelah menyajikan berbagai makanan di meja mereka


"Makan malam ini adalah sebuah ceremony jika kamu sudah di terima sebagai keluarga Arthur, jadi tolong jaga nama baik keluarga kami," ucap James membuat Dilla mengangguk paham.


Selesai makam malam James mengajak Dilla kembali ke kamarnya.


Ia kemudian menuju balkon untuk menikmati indahnya pemandangan malam hari.


"Wah Indah sekali pemandangannya," ucap Dilla berdecak kagum


"Itulah Kenapa aku lebih memilih kamar ini dibanding kamar-kamar lain yang lebih besar. Selain aku bisa melihat pemandangan kota Jakarta, aku juga bisa menikmati indahnya cahaya purnama dari sini," jawab James


"Sekarang kita sudah menikah, lalu apa rencana mu kedepannya?" tanya Delia


"Meskipun awalnya aku hanya memintamu menjadi istri pura-pura demi menjaga nama baik keluarga ku, Tapi sekarang aku sadar jika aku sudah jatuh hati padamu dan ingin kau menjadi istriku sungguhan. Tapi aku tak bisa memaksamu jika kau tidak mencintai ku, aku akan tetap mengakhiri pernikahan kita sesuai perjanjian kita," jawab James


"Kata siapa aku tidak mau menjadi istrimu," jawab Dilla membuat James tak percaya Mendengarnya


"Jadi kau mau menjadi istriku sungguhan?"


"Tanpa kau tanya pun aku sudah menjadi istri sungguhan mu. Karena bagiku tidak ada pernikahan main-main," jawab Dilla membuat James langsung menciumnya


James yang terlalu bahagia terus menciumi istrinya itu hingga ia kesulitan bernafas.


"Wah, ternyata kau ganas juga sampai tak membiarkan aku bernafas!" seru Dilla membuat James langsung menggendong gadis itu dan membawanya masuk ke kamarnya.


*The End*


Maaf ya ceritanya begitu singkat, Thanks buat teman-teman yang udah setia baca dari awal sampai akhir.


Love you all 😘😘