
Ia mencegat sebuah tandu yang membawa rombongan Ratu ke istana.
"Awas ada penyusup!"
Beberapa orang pengawal Ratu langsung bersiaga menyerang Dilla.
"Aku tidak ada urusan dengan kalian, jadi aku tidak akan menyerang kalian, aku hanya meminta kalian membawaku ke istana menemui Baginda Raja," ucap Dilla membuka cadarnya
Melihat Dilla a menyandera sang Ratu, maka mau tidak mau para pengawal mengijinkan Dilla masuk dalam tandu sang Ratu.
Meskipun ia tahu hal itu sangat berisiko, namun ia akan melakukan apapun demi menyelamatkan Narendra.
"Jangan takut yang mulia, aku tidak akan menyakitimu, aku hanya ingin bertemu dengan yang mulia Raja. Jadi aku mohon bantu aku untuk bertemu dengannya," ucap Dilla
Setibanya di istana Raja, Ratu segera membawa Dilla menemui Raja Haryo Gautama.
Raja Gautama begitu senang saat melihat Dilla menyerahkan diri dengan sukarela.
"Kau boleh melakukan apapun kepadaku dengan satu syarat," ucap Dilla
"Katakan saja apa yang kau inginkan?"
"Aku ingin bertemu suamiku sebelum kau membunuh ku, aku ingin mengucapkan salam perpisahan untuk terakhir kalinya," jawab Dilla
"Baiklah, hari ini juga aku akan mempertemukan mu dengan suamimu," Raja Gautama kemudian membawa Dilla menuju tempat Rendra
Rendra begitu terkejut saat melihat kedatangan Dilla. Ia tak mengerti kenapa Dilla begitu bodoh hingga mau menukar nyawanya demi untuk membebaskannya.
"Apa kau sudah gila, bagaimana bisa kau melakukan semua ini. Kau pikir aku akan senang dan terharu jika melihat mu mengorbankan nyawa mu untukku. Jangan bodoh Dilla, cepatlah pergi dan tinggalkan aku. Lebih baik aku mati daripada harus hidup tanpa dirimu," ucap Rendra membuat Dilla terisak.
"Aku juga menginginkan hal yang sama. Selama ini aku belum pernah merasakan cinta yang begitu dalam sampai aku ingin memberikan nyawaku hanya untuk bertemu denganmu, kau harus tetap hidup demi rakyatmu. Maafkan aku karena sudah mengambil sesuatu yang berharga darimu hingga membuat mu tersiksa seperti ini. Aku yakin tongkat ini akan lebih berguna jika dipegang oleh orang seperti mu daripada diriku," ucap Dilla kemudian menyerahkan tongkat saktinya kepada Rendra
Beberapa orang prajurit langsung menarik Dilla dan mengikatnya. Rendra meronta-ronta saat beberapa orang algojo membawanya pergi dari tempat itu.
Meskipun ia tak setuju saat nyawanya di tukar dengan nyawa istrinya, namun Dilla selalu menyakinkan kepadanya kalau dia akan baik-baik saja.
"Jangan bersedih, aku pasti akan baik-baik saja, aku janji akan selalu mengingat mu dimanapun aku berada, begitu pun aku minta padamu, tetaplah mengingat ku walaupun suatu saat nanti kau akan menemukan pengganti diriku," ucap Dilla sebelum meninggalkan Rendra
Ia berusaha tersenyum meskipun sebenarnya hatinya teriris-iris saat ia harus berpisah dengan Rendra. Ia Tahu jika ini adalah pertemuan terakhirnya sebelum ia dieksekusi mati.
Kenapa kau harus melangkah sejauh ini hanya untuk menyelamatkan aku, apa kau tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan ku jika kehilangan dirimu dengan cara menyedihkan seperti ini,
Rendra tak bisa menahan air matanya saat melihat para algojo mulai menggantung Dilla di alun-alun kerajaan.
Para algojo kerajaan kemudian melemparkan Narendra keluar dari gerbang istana dan menutup gerbang istana kerajaan.
Saat Rendra berusaha menggedor-gedor gerbang istana, Mahesa langsung menariknya.
"Dimana Dilla?" tanya Mahesa
"Dia ada di dalam," jawab Rendra
Mahesa langsung berteriak meluapkan emosinya saat tahu Dilla menyerahkan dirinya untuk menyelamatkan Rendra suaminya.
"Kenapa kau begitu bodoh Dilla, andai saja kau bisa sabar menunggu sebentar lagi, mungkin kau tidak perlu mengorbankan nyawa mu,"
Mahesa kemudian mengajak Rendra ke penginapan bergabung dengan pasukan Kerajaan yang akan menyerang kerajaan anj*ng saat Dilla akan dieksekusi.
Ia begitu sedih saat melihat bangsa anjing menyiksa istrinya di depan ribuan bangsa anjing.
Rasa sedih membuat Rendra berkali-kali berusaha untuk menyelamatkan sang istri namun selalu dihalangi oleh panglima kerajaan yang menemaninya.
"Jangan gegabah, sedikit saja kau melakukan kesalahan maka Mereka akan membunuh Dilla,"
Tak lama pasukan kerajaan kucing langsung menyerang kerajaan anj*ng.
Melihat kedatangan pasukan bangsa kucing membuat Raja Haryo Gautama murka.
Ia segera memerintahkan kepada para algojo untuk memutus ikatan Dilla, hingga membuat wanita itu jatuh ke kubangan lumpur yang dipenuhi oleh buaya.
Melihat Dilla menjadi mangsa buaya membuat Rendra langsung berlari menghampirinya. Ia menarik busur panahnya dan memanah satu persatu reptil itu.
Saat ia berhasil menyelamatkan Dilla Raja Gautama menghampirinya dengan para algojonya.
Rendra menarik Dilla agar bersembunyi di belakangnya.
"Kalian pikir akan selamat setelah menyakitiku!" seru Gautama mengeluarkan pedangnya
Ia kemudian mengayunkan pedangnya kearah Narendra membuat ia langsung tertegun melihatnya.
Dilla segera mendorongnya, sehingga Rendra berguling ke samping. Melihat Rendra masih selamat membuat Gautama kembali mengayunkan pedangnya hingga menusuk ke tubuh Dilla. Wanita itu seketika roboh ke tanah membuat Rendra langsung menghampirinya.
"Dilla bangun Dil, kamu tidak boleh mati Dilla, Dilla, Dillaaaaa!" seru Rendra menangis histeris saat melihat tubuh Dilla terkapar di tanah.
Ia kemudian memeluknya erat sambil mencoba membangunkannya.
Namun apalah daya saat melihat Dilla sudah tak bergerak lagi meskipun ia berusaha membangunkannya.
Dalam keadaan sedih Rendra terus memeluk dan menciumi Dilla yang sekarat.
Melihat putrinya sekarat membuat Raja Airlangga segera membawa Dilla pulang ke istana dan memanggil seorang tabib yang sangat sakti untuk mengobatinya.
Meskipun Dilla mampu Bertha beberapa hari dalam keadaan koma. Kondisinya yang semakin kritis membuat Dilla akhirnya meregang nyawa. Wanita itu meninggal dalam pelukan Narendra.
Hari kematian Dilla dijadikan hari berkabung nasional oleh Raja Airlangga. Bukan hanya Rendra yang bersedih atas kepergian wanita itu tapi seluruh warga.
"Apapun yang terjadi denganmu, kau akan selalu ada dalam hatiku. aku akan selalu mengenang mu sebagai satu-satunya wanita yang selalu bertahta dalam hatiku, dan taj pernah tergantikan!"
Hujan deras mengguyur kerajaan kucing seakan alam ikut berduka atas kematian Dilla.
Sementara itu Dilla perlahan membuka matanya. Semua orang tampak bahagia saat melihatnya membuka matanya.
Seorang wanita paruh baya langsung menghampirinya dan duduk di sisinya.
"Akhirnya kau siuman juga sayang, kau tahu ibu sangat ketakutan saat mendengar kabar kau terjatuh saat melakukan syuting adegan berbahaya.
Dilla menatap sekelilingnya, wanita itu begitu sedih saat mendapati dirinya sudah kembali ke dunianya.
Rendra, apa ini berarti kita tidak akan pernah bertemu lagi??
Apakah hubungan kita sudah berakhir??
Dilla menangis tersedu-sedu saat mengingat suaminya. Rasa rindu membuatnya tak berhenti menangisi pria itu. Rasa sedih yang mendalam membuat keluarganya khawatir dengan keadaannya yang semakin memprihatinkan.