Menikahi Pangeran Kucing

Menikahi Pangeran Kucing
Bab 16


"Kalau untuk merebut kembali hati Rendra itu adalah hal mudah bagiku, jadi tunggu saja kau pasti akan menangis tersedu-sedu karena kehilangan suamimu," sahut Saras


"Jadi kamu memang sudah merencanakan untuk membunuh calon anakku?"


"Tentu saja, karena ia pasti akan mudah melepaskan dirimu jika tidak ada anak yang membuatnya berat meninggalkan dirimu, bersiaplah untuk kehilangan yang kedua kalinya," jawab Saras berjalan meninggalkan Dilla


"Jangan mimpi kau akan bisa mengalahkan pesona seorang Dilla Angelina Suherman,"


Saraswati menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan Dilla.


"Dilla Angelina Suherman??, jadi kau bukan putri Hanindilla Setyaningrum rupanya?" Saras tersenyum sinis saat berhasil mengetahui jatidiri Dilla


"Kalau iya emangnya kenapa!" tantang Dilla


"Kalau begitu aku lebih mudah lagi menyingkirkan dirimu, bukan lagi dari hati Rendra. Tapi juga dari kerajaan Kucing Belang," jawab Saras kemudian melenggang pergi meninggalkan Dilla


Setelah mengetahui identitas Dilla, ia berusaha mendekati Raja Airlangga untuk memberitahu tentang identitas putrinya Dilla.


Keesokan harinya, Saraswati sengaja menemui Raja Airlangga pada acara rapat kerajaan di pendopo utama. Wanita itu sengaja menggunakan momen tersebut untuk mengungkapkan identitas Dilla yang sebenarnya. Ia merasa jika semua petinggi kerajaan tahu jika Dilla bukanlah Putri Hanindilla maka ia yakin wanita itu akan di usir dari istana.


Aku sudah tak sabar melihat mereka mengusir mu dari kerajaan Kucing belang?


Semua petinggi kerajaan sedikit terkejut saat melihat kedatangan wanita itu.


Mereka mengira jika gadis itu ingin menyampaikan keberatannya karena sudah menjadi tertuduh dalam kasus keracunan Dilla.


Raja Airlangga mempersilakan Saraswati untuk menyampaikan apa maksud kedatangannya.


"Silakan katakan saja apa yang kau ingin sampaikan dalam forum ini,"


"Terimakasih Yang Mulia atas kesempatan yang diberikan, sebelumnya saya mohon maaf karena sedikit lancang karena saya akan menyampaikan hal sensitif yang berhubungan dengan keluarga kerajaan," ucap Saraswati membuat semua orang yang ada di tempat itu bertanya-tanya, apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh gadis itu


"Katakan saja, kau tidak perlu takut karena saya sendiri yang akan menjamin keselamatan anda," ucap Raja Airlangga


Saraswati kemudian memberikan hormat kepada Sang Raja sebelum menyampaikan maksudnya.


Ia sebelumya melakukan tanya jawab kepada Sang Raja untuk memperjelas apa yang terjadi dengan putrinya sebelum perjodohan dengan Pangeran Narendra.


"Persis seperti yang saya duga. Asal yang mulia tahu, jika sebenarnya wanita yang kembali ke istana dan selama ini menjadi Putri Hanindilla adalah bukan Yang Mulia Putri Hanindilla," ucap Saras membuat semua orang kembali tercengang


"Apa maksudmu, jangan menyampaikan fitnah terhadap putriku atau kau akan mendapatkan hukuman karena sudah memfitnah Putri Raja,"


"Saya berkata seperti ini bukan tanpa bukti yang mulia," ucap Saraswati mencoba meyakinkan Sang Raja.


Ia lalu menunjukkan beberapa bukti yang menunjukkan bahwa Dilla memang bukan Putri Hanindilla. Mulai dari penggunaan bahasa yang cenderung tidak dimengerti oleh orang lain. Perilaku Dilla yang sedikit aneh dan berubah. Cara berpakaian, bersikap dan juga masalah mahar Tongkat ajaib pun tak luput dari pembahasan Saraswati.


"Bagi bangsa manusia, tongkat sakti pangeran kucing adalah sebuah benda pusaka yang sangat berharga sehingga banyak orang yang berusaha untuk mendapatkan dengan berbagai cara. Selain dipercaya bisa menghidupkan mahluk hidup yang sudah mati, benda pusaka itu juga dipercaya bisa mewujudkan semua keinginan dari pemiliknya. Berbeda dengan bangsa kucing yang tidak pernah terbersit untuk mengambil tongkat sakti itu karena mereka sudah paham kalau tongkat itu adalah benda pusaka yang bisa menjaga keselamatan bangsa kucing, jadi tidak mungkin lah Yang Mulia Putri Hanindilla mau menukar kekasihnya hanya dengan sebuah tongkat sakti," terang Saras


"Kalau dia bukan putriku, lalu dimana Hanindilla berada?" tanya Raja Airlangga


Saraswati kemudian menceritakan adanya portal gaib yang menghubungkan antara dunia manusia dengan dunia bangsa kucing. Gadis itu menceritakan jika Putri Hanindilla yang asli sedang berada di pusaran Portal Gaib. Jadi menurutnya ia akan kembali ke negeri Kucing jika Putri Hanindilla yang palsu di usir dari kerajaan Kucing.


Melihat adanya sesuatu yang berbeda dengan Putri Hanindilla membuat para petinggi kerajaan membenarkan ucapan Saraswati dan mendesak sang Raja untuk mengusir Putri Hanindilla palsu dari istana.


Meskipun belum yakin seratus persen jika putrinya adalah palsu namun karena desakan para petinggi kerajaan membuat Sang Raja mau tidak mau harus mengikuti keputusan para abdi dalem kerajaan dengan mengusir Dilla dari istana.


Rendra berusaha membela istrinya saat yang Mulia Raja akan menyampaikan titahnya.


Namun apalah daya Rendra yang tetap tak bisa meyakinkan para petinggi kerajaan termasuk Raja Airlangga.


Dilla yang mengetahui akan di usir dari istana tidak terlihat sedih sedikitpun. Tentu saja hal itu membuat para dayang semakin yakin jika dia adalah Putri Hanindilla yang asli.


"Meskipun kau bukan Putri Hanindilla, namu aku sudah menyukai dirimu dari awal kita bertemu. Meskipun kau adalah wanita yang arogan tapi kau sangat baik dan memperlakukan para dayang lebih baik daripada Putri Hanindilla yang selalu merendahkan para dayang istana, aku berharap dimanapun kamu berada kau akan selalu bahagia yang mulia Putri," ucap Sundari memberikan penghormatan terakhir kepada wanita itu.


Meskipun Dilla diusir dari Istana, namun Raja Airlangga tetap menyuruh beberapa orang dayang untuk ikut bersamanya. Selain untuk menyelidiki wanita itu, yang mulia Raja juga tidak tega melihat wanita itu menderita di luar istana.


"Meskipun aku tidak tahu apa maksudmu mengaku menjadi putriku, tapi tetap saja aku sudah terlanjur menyayangimu. Kau juga tidak pernah berbuat jahat atau memanfaatkan posisimu untuk menyakiti orang, itulah yang membuat ku berat melepaskan dirimu. Walaupun kau bukan putri kandung ku, tapi tetap saja aku sudah menganggap mu sebagai anakku. Maafkan Romo jika aku tidak bisa melindungi mu sampai akhir nak," ucap Raja Airlangga saat Dilla berpamitan padanya


"Terimakasih Romo, aku sangat senang bisa memiliki Ayah seperti dirimu, meskipun hanya sebentar tapi aku bisa merasakan kasih sayang seorang ayah yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya karena aku seorang anak yatim," ucap Dilla tersedu-sedu


"Asal Romo tahu, aku tidak bermaksud menjadi putri Hanindilla, aku juga terkejut saat mendapati diriku menjadi orang lain dan masuk ke negeri asing, itulah kenapa aku meminta tongkat sakti Pangeran Narendra. Selain agar aku bisa kembali ke duniaku, aku juga ingin menyembuhkan seekor kucing yang sudah aku bunuh," terang Dilla mencoba meluruskan kesalahpahaman antara dirinya dengan Raja Airlangga