Menikahi Pangeran Kucing

Menikahi Pangeran Kucing
Bab 25


Dilla terkejut saat membaca naskah drama, ia baru tahu jika film yang akan di garap oleh James adalah tentang kisah pangeran kucing.


Entah kenapa gadis itu kembali teringat dengan sosok Rendra. Ia yang berperan sebagai Hanindilla merasa tak nyaman saat Rendra di perankan oleh Junior mantan kekasihnya.


Ia kemudian menghampiri James dan menceritakan karakter Rendra kepadanya. Namun meskipun sudah menceritakan tentang Rendra James tetap tak mau mengganti Junior dengan artis lain.


Hal itu tentu saja membuat Dilla semakin kesal dan tak respect padanya. Apalagi melihat sikap arogan Junior yang merasa sebagai artis senior hingga selalu semuanya sendiri.


Keduanya terlihat sering bertengkar saat sedang satu scene. Dilla yang selalu merasa Junior tak berakting dengan benar selalu memintanya untuk memperbaiki aktingnya, namun Junior selalu tidak mau mengulang adegannya.


Karena Dilla kesal ia kemudian mengadu kepada James, karena James tak mau mendengarkannya. Dilla mengajukan protes tidak mau satu syuting satu frame dengan Junior, hal ini membuat James marah kepada Dilla.


"Kenapa sih kamu harus jadi arogan seperti ini!" seru James dengan nada tinggi


"Aku bukan arogan tapi aku gak nyaman sama Junior, kamu lihat sendiri kan tiap hari kami selalu bertengkar?" jawab Dilla


"Tidak bisakah kamu mengalah, lagipula kenapa kamu selalu protes jika ia berakting, memangnya kamu sutradaranya sampai kau tahu dia salah dalam berakting?" tanya James


"Karena aku tahu bagaimana Rendra yang asli," jawab Dilla


James tertawa mendengar jawaban Dilla.


"Jangan mimpi, memangnya kamu ini alien yang bisa berteleportasi ke dunia lain, yang benar saja," jawab James


Dilla kemudian menceritakan tentang pengalamannya masuk ke dunia komik dan bagaimana ia bisa menghidupkan kembali kucing James yang mati. Namun meskipun demikian James tetap tak percaya membuat wanita itu semakin kesal padanya.


"Kenapa tidak ada yang mempercayai aku?" keluh Dilla dengan wajah gusar


"Wajar saja jika James tidak percaya, tidak mudah meyakinkan seseorang untuk percaya dengan sesuatu yang gaib. Jangankan James bahkan aku saja belum bisa percaya. Jadi mulai sekarang jangan pernah memaksakan seseorang untuk mempercayai mu. Jalani hidupmu seperti dulu, jadilah Dilla yang dulu dan lupakan Rendra," hibur Nelli


Dilla mengangguk setuju, bagaimanapun yang diucapkan Nelli memang benar. Perjalanannya masuk ke dunia komik merupakan sesuatu yang sulit dicerna oleh nalar jadi mustahil orang-orang akan mempercayainya.


Iapun mulai berdamai dengan diri sendiri. Ia bahkan tak mempermasalahkan akting Junior yang dianggap tidak sesuai. Baginya sudah saatnya ia menunjukkan akting terbaiknya dalam film ini agar ia bisa mendapatkan apa yang dicita-citakan selama ini, yaitu penghargaan sebagai artis terbaik.


"Benar, aku harus mendapatkan penghargaan itu, aku tidak boleh melupakan impianku setelah apa yang terjadi denganku untuk bisa bermain dalam film James,"


Melihat perubahan sikap Dilla membuat James mulai memperhatikan gadis itu.


Siang itu Dilla harus melakukan adegan berbahaya dimana ia berhadapan dengan puluhan anj*ng.


Gadis itu terlihat begitu percaya diri meskipun Junior meremehkannya.


"Sebaiknya kau memakai stutman saja jika kau tidak mampu, meskipun kita sudah putus tapi aku tak tega jika melihat mu terluka," ucap Junior


"Sebaiknya khawatirkan saja kekasih mu yang selalu cemburu saat melihat kita satu frame," jawab Dilla menunjuk kearah Dhira


Gadis itu segera bersiap untuk melakukan adegan melompat dari atas pohon untuk melawan para anj*Ng yang menyerang Rendra.


Saat Dilla melompat kearah anj*ng - anj*ng itu entah kenapa ia seolah-olah melihat Rendra yang sedang di keroyok oleh puluhan anj*ng.


"Rendra!" Dilla segera melompat dan memukuli anj*ng-anj*ng itu dengan tongkat sakti di tangannya.


Dilla menangis sejadi-jadinya saat melihat Rendra yang terkapar setelah dicabik-cabik puluhan anj*ng liar.


"Rendra bangun Rendra, Rendra bangun!" seru gadis itu begitu emosional


Ia terus mengguncang tubuh pria itu sambil menangis tersedu-sedu.


Rendra perlahan membuka matanya, "Apakah itu kau Dilla?" ucap Rendra


Dilla mengangguk.


"Aku pikir aku tidak akan pernah melihat mu lagi, tapi ternyata aku salah?" imbuh Rendra mengusap lembut wajah Dilla


Namun tiba-tiba sebuah angin topan menarik tubuh Dilla hingga ia terbawa dalam gulungan angin tersebut.


Rendra berusaha menyelamatkannya dengan menarik lengannya. Namun sayangnya ia tak cukup kuat untuk menyelamatkan Dilla. Tubuh gadis itu menghilang terbawa angin topan membuat Rendra menangis tersedu-sedu.


"Jika benar kau berasal dari dunia lain, maka aku berjanji akan menemukan mu istriku," ucap Rendra


"Cut!" James berteriak mengakhiri syuting hari itu.


James begitu bangga saat syuting berjalan dengan baik. Ia begitu bangga dengan Dilla yang berakting dengan begitu natural.


"Terimakasih sudah melakukan yang terbaik hari ini. Aku yakin kau akan mendapatkan penghargaan sebagai artis terbaik jika kau bisa terus seperti ini," puji James


Dilla yang masih terbawa suasana tak menanggapi ucapan James. Ia merasa kali ini dirinya benar-benar bertemu dengan Rendra, meskipun sulit di percaya tapi ia meyakini jika yang terjadi barusan adalah nyata.


Ia terus menatap tongkat sakti di tangannya.


"Apa kau mengunjungi ku karena merindukan aku?" ucapnya menatap lekat tongkat sakti itu


"Apa kau sengaja memberikan tongkat ini untuk melindungi aku?" Dilla menangis tersedu-sedu membayangkan yang terjadi kepada Rendra


Melihat Dilla menangis tersedu-sedu membuat Nelli langsung menghampirinya.


"Apa yang terjadi?" tanyanya penasaran


"Dia datang menemui ku?" jawab Dilla


"Siapa?"


"Rendra," jawab Dilla


"Astaghfirullah Dilla, kenapa sih sulit sekali melupakan Rendra. Aku kira sekarang kau sudah melupakannya karena sudah bertunangan dengan James, tapi ternyata kau malah tak bisa melupakan pria itu," keluh Nelli


"Tentu saja, sulit bagi Dilla untuk melupakan aku. Aku yakin kau bertunangan dengan James hanya sebagai pelarian agar kau bisa melupakan aku?" ucap Junior menghampiri mereka


"Jangan kepedean!" seru Dilla mendorong Junior


"Jangan munafik Dilla, aku tahu kamu masih menyukai ku, terlihat sekali saat kau memelukku tadi," jawab Junior


"Maaf, itu hanya bagian dari akting saja, jadi jangan terlalu baper. Dilla adalah tunangan ku sekarang jadi tidak mungkin ia akan mencintai pria lain selain diriku. Bukan begitu sayang?" ucap James kemudian menggandeng lengan Dilla


Dilla menatap wajah James, ia melihat ada keseriusan di wajah pria itu.


Terimakasih sudah menyelamatkan aku dari rasa malu karena menganggap orang lain sebagi Rendra,


"Tentu saja," jawab Dilla tersenyum menatapnya


"Sebaiknya kau bersiap-siap karena hari ini kita akan melakukan photo prewed pernikahan kita,"


"Sial!" seru Junior begitu berang saat melihat kemesraan Dilla dan James.