
"Asal Romo tahu, aku tidak bermaksud menjadi putri Hanindilla, aku juga terkejut saat mendapati diriku menjadi orang lain dan masuk ke negeri asing, itulah kenapa aku meminta tongkat sakti Pangeran Narendra. Selain agar aku bisa kembali ke duniaku, aku juga ingin menyembuhkan seekor kucing yang sudah aku bunuh," terang Dilla mencoba meluruskan kesalahpahaman antara dirinya dengan Raja Airlangga
Meskipun Raja Airlangga tak tega saat hendak mengusir Dilla namun ia tak bisa berbuat apa-apa karena Saraswati terus memprovokasi para petinggi istana.
Ia terpaksa mengikuti keinginan para petinggi kerajaan dengan mengusir Dilla dari istana kerajaan Kucing Belang.
Sementara itu Rendra sedang tidak berada di istana saat istrinya meninggalkan istana kerajaan kucing belang karena ia sedang menjenguk ayahnya yang sedang sakit.
Mengetahui istrinya sudah tidak ada di Paviliun Dahlia, membuat pria itu langsung menyusulnya.
Ia nekad menyusul Dilla meskipun tidak seorangpun yang memberitahu kemana Dilla pergi.
Ia hanya mengandalkan instingnya saat mencari istrinya tersebut.
Bertahanlah sebentar Dilla, aku pasti akan membawamu kembali ke istana.
Sementara itu saat Dilla dan rombongan memasuki sebuah hutan belantara, segerombolan pasukan bertopeng menghadang mereka.
Semua pengawal dan para dayang tewas di tangan para penyamun tersebut. Merasa dirinya dalam bahaya membuat Dilla segera keluar dari Tandu dan berusaha menyelamatkan diri dari kejaran mereka.
Saat ia merasa terpojok, Dilla terpaksa menjatuhkan tubuhnya ke dasar jurang. Para penyamun itu tak menduga jika Dilla melompat ke dasar jurang saat mereka menarik busur panahnya.
"Dimana mayatnya!" seru Saraswati saat pemimpin rombongan penyamun menemuinya
"Dia menjatuhkan diri ke dasar jurang, jadi kami kesulitan menemukan mayatnya. Tapi anda jangan khawatir karena aku yakin tidak ada yang bisa selamat saat jatuh ke jurang neraka tersebut,"
"Bagaimana jika ada keajaiban, ingat kalian bukan Tuhan jadi pastikan dulu Dilla sudah meninggal baru meminta bayaran padaku. Temukan mayat Dilla dan bawa ke hadapan ku agar aku yakin jika dia benar-benar mati kali ini!" sahut Saraswati
"Baik," jawab lelaki itu kemudian pergi dari kediaman Saraswati
Sementara itu, Rendra begitu murka saat tahu jika Saras berusaha menyingkirkan istrinya.
"Jadi ternyata kau pelakunya, aku tidak menyangka kau akan berubah menjadi orang jahat,"
"Semuanya akan aku lakukan untuk mendapatkan dirimu kembali kanda, jadi kalau ada orang yang harus di salahkan atas semua ini, tapi salahkan dirimu yang sudah merubahku menjadi seorang pembunuh," jawab Saras
Merasa percuma menasihati Saras karena itu tidak bisa mengembalikan Dilla.
Berpisah dari Dilla membuat Rendra mulai merasa kesepian. Pemuda itu mulai merindukan wanita itu.
"Dimana kamu dinda, andai saja aku bisa menemukan mu, aku pasti akan membawamu kembali ke istana,"
Sementara itu sesosok pria tua berhasil menyelamatkan Dilla. Wanita itu terkejut saat mendapati dirinya ada di sebuah gua.
"Dimana aku??"
"Anda aman bersama Ku Yang mulia," jawab pria itu
"Siapa dirimu?" Tanga Dilla lagu
Dilla tak bisa menolak saat pria tua itu mencoba mengobatinya.
"Ku harap kau bisa kembali ke jalan yang benar setelah ini." ucap Rendra kemudian meninggalkan kediaman Saraswati
Sementara itu, Dilla mulai belajar banyak dari pria yang menolongnya. Ia tak menyangka jika pria itu akan mengajarinya cara melindungi diri.
"Terima kasih aki sudah menolongku. Aku sangat berhutang budi padamu," ucap Dilla
"Aku melakukan semua ini karena takdir jadi jangan sungkan,"
Selama berada di kediaman sang Aki, Dilla belajar banyak tentang bagaimana cara bertahan hidup dan juga ilmu beladiri.
Aki Satrio Pribumi ternyata adalah seorang Raja kerajaan Harimau yang juga masih leluhur kerajaan kucing.
Ia sengaja menyendiri di hutan karena sedang bertapa untuk menambah ilmu Kanuragan yang dimilikinya.
Selain itu Raja Satrio juga lebih suka mengembara agar bisa membantu orang lain.
Suatu hari seekor Burung elang memberikan sepucuk surat kepada Aki Satrio.
Setelah membaca surat tersebut ia memberitahu Dilla jika saat ini kerajaan Kucing Belang sedang di serang oleh bangsa anj*ng. Mereka sengaja menyerang kerajaan itu setelah tahu jika Dilla sudah di usir dari sana.
Mereka mengira jika hanya Dilla yang menjadi ancaman besar bagi bangsa anj*ng sehingga mereka berani menyerang kerajaan tersebut.
Mendengar kabar kerajaan kucing di serang membuat Dilla merasa terpanggil untuk menyelamatkan kerjaan tersebut.
Meskipun ia sudah diusir dari kerajaan tersebut namun kebaikan raja Airlangga, para dayang dan juga suaminya Pangeran Narendra membuatnya ingin menyelamatkan mereka.
Ia tahu jika Bangsa kucing bisa punah saat bangsa anj*ng menyerang mereka. Kekutan besar dan persenjataan yang lebih lengkap membuat mereka lebih berpeluang menang dan mengalahkan kerajaan kucing yang memiliki sedikit tentara.
Setelah berterima kasih kepada Ki Satrio Dilla kemudian berpamitan.
"Apa kamu tidak takut jika kau tidak akan kembali lagi ke dunia mu jika kau mati dalam peperangan. Mungkin karier yang sudah kau bangun selama ini akan sia-sia dan kau juga akan mati sia-sia,"
"Aku tidak peduli, bagiku aku sudah merasa menjadi bagian dari kerajaan Kucing, sudah seharusnya berjuang menyelamatkan negeriku saat kerajaan itu di serang oleh kerajaan musuh. Meskipun aku bukan seorang ahli perang, namun aku yakin dengan sedikit kecerdikan aku bisa mengalahkan mereka seperti sebelumnya," jawab Dilla
"Bangsa anj*ng adalah bangsa yang cerdas mereka akan belajar dari kekalahan mereka sebelumnya, jadi berhati-hatilah dan jangan pernah melakukan sesuatu yang sama karena itu pasti gagal. Jika kau tidak keberatan datanglah ke kerajaan harimau, bawa surat dariku dan mintalah bantuan dari kerajaan Harimau,"
Dilla setuju dan sangat berterima kasih kepada lelaki itu atas semua bantuannya.
Setelah menempuh perjalanan selama dua hari dua malam dengan berkuda Dilla akhirnya tiba di kerajaan Harimau. Kedatangan Dilla di sambut oleh Panglima kerajaan harimau yang sudah mendapatkan pesan dari Ki Satrio.
Setelah menyampaikan surat dari Ki Satrio, Panglima kerajaan Harimau langsung mengumpulkan pasukan untuk bersiap membantu kerajaan kucing melawan bangsa anj*ng.
Mereka berangkat malam itu juga, meskipun lelah Dilla tetap memaksakan diri untuk kembali ke negeri kucing secepatnya agar bisa menyelamatkan kerajaan itu.
Selama perjalanan Dilla yang sakit karena kelelahan di jaga oleh panglima kerajaan Harimau yang terkenal bengis.
"Kenapa kau begitu memaksakan diri pergi ke medan perang?. Wanita lemah seperti dirimu hanya akan mengantarkan nyawa jika nekad berperang, jadi sebaiknya tinggal saja di padepokan, biar kami yang akan membantu Raja Airlangga dalam menghadapi pasukan kerajaan anj*ng," ucap panglima
"Aku hanya ingin membuktikan pada mereka meskipun aku bukan bagian dari mereka tapi aku ingin menjadi bagian dari mereka," ucap Dilla lirih