Menikahi Pangeran Kucing

Menikahi Pangeran Kucing
Bab 13


"Kenapa aku merasa Dilla seperti orang lain, dia benar-benar berbeda."


Nelli merasa ada yang berbeda dengan Dilla setelah ia melakukan ritual pemanggilan Arwah Pangeran Kucing. Ia tak lagi membenci kucing seperti biasanya, bahkan alerginya menghilang setelah ritual itu.


"Apa dia kesambet setan beneran ya??" Nelli terus memperhatikan Dilla yang selalu melamun saat break syuting


"Padahal ia sudah berhasil menjadi tokoh utama dalam Film James tapi kenapa dia kelihatannya gak bahagia, apa perlu gue ajak ke rumah Ki Joko Pinter, takutnya dia bener-bener ketempelan Jin?"


"Bawa aja Cin, gue aja jadi gimana sama dia, masa dia itu sedikit aneh kaya bukan Dilla," sahut Regi


"Yaudah kalau gitu, bantu gue buat ajak di ke rumah Ki Joko Pinter,"


"Siap 69 Cinta,"


******


Kenapa aku begitu merindukanmu Rendra, apa kamu juga merindukan aku???


Tiba-tiba Dilla teringat saat ia berpisah dengan Rendra.


"Bagaimana keadaan mu sekarang, apa kau terluka karena membiarkan aku pergi, lalu bagaimana kau tahu jika aku bisa kembali ke dunia ku dengan portal gaib,"


Dilla kemudian teringat dengan komik Nelli. Buru-buru gadis itu mendatangi Nelli untuk meminjam komik Pangeran Kucing darinya. Nelli yang awalnya tak percaya kalau Dilla tertarik dengan buku komiknya. Karena setahu dia, Dilla bukanlah seorang pecinta komik. Dia lebih suka membaca webtoon daripada komik cetak.


Namun karena Dilla terus memaksa ia pun memberikan beberapa seri komik pangeran kucing.


"Aku mau yang lengkap, dari episode satu sampai tamat!" seru Dilla saat Nelli hanya memberikan dua buah komik kepadanya.


"Emangnya kamu kuat baca komik pangeran kucing yang begitu banyak?" tanya Nelli


"Kenapa gak, sudah jangan bawel cepat berikan semua ke gue atau lo gue pecat!" seru Dilla


"Iya Bos,"


Nelli segera bergegas menelepon Assisten rumah tangganya untuk mengambilkan komik-komik pangeran kucing miliknya ke lokasi syuting.


Dua jam kemudian seorang driver ojol memberikan satu dus buku komik kepada Nelli.


"Nih komiknya udah lengkap sampai tamat!" seru Nelli kemudian memberikan dus itu kepada Dilla


Dilla segera membaca episode pertama komik itu sambil menunggu waktu syuting berikutnya.


Tak terasa ia sudah membaca episode ke lima komik itu. Ia begitu terkejut saat membaca chapter lima dimana ia baru tahu jika kekasih Rendra adalah seorang manusia. Sekarang ia baru tahu kenapa Rendra menyuruhnya pulang saat berada di kerajaan Anj*ng.


Jadi dia percaya kalau aku ini manusia yang berasal dari dunia lain, tapi kenapa dia menertawakan aku saat aku menceritakan tentang diriku??


Karena penasaran Dilla kembali membaca episode selanjutnya agar ia tahu bagaimana Rendra bertemu dengan kekasihnya.


Kasian banget ternyata dia seorang Sad boy karena telah di tinggal oleh kekasihnya.


Saat membaca episode ke tujuh ia baru sadar jika kisah yang dialaminya sama seperti cerita komik yang ia baca.


"Wait, jadi kekasih Rendra yang dimaksud adalah gue atau siapa kenapa gue jadi gagal paham??" karena bingung ia kemudian meminta Nelli untuk menceritakan tentang kisah pangeran kucing kepadanya.


Dari cerita Nelli kini ia paham jika perjalanannya memasuki dunia komik sama seperti alur cerita komik tersebut.


Jadi benar jika Rendra dulu jatuh cinta sama manusia yang tak sengaja masuk ke dunia komik, ternyata dia tidak menyukaiku. Ya ampun kenapa aku baper gini ya, kenapa gue gak rela saat tahu wanita yang di sukai Rendra bukan gue, terus gimana nasib dia sekarang. Apa dia sedang di siksa karena sudah menyelamatkan aku atau sudah mati???


Saat Dilla mulai dilema, Nelli kemudian mengajaknya pergi ke suatu tempat.


"Mau kemana sih kita?"


"Udah ikut aja, yang penting setelah ini kamu pasti happy lagi," jawab Nelli


"Awas aja kalau boong,"


Nelli menghentikan mobilnya di sebuah rumah mewah namun terlihat begitu angker.


Dilla yang ketakutan langsung menggandeng lengan Nelli.


"Sebenarnya ini rumah siapa sih kok serem amat?" tanya Dilla


"Ki Joko Pinter,"


"Astoge, lo gila ya bawa gue ke dukun segala, emangnya mau ngapain!" seru Dilla begitu kesal dengan ulah Nelli yang membawanya ke rumah seorang paranormal


"Gila lo, Lo pikir gue kesurupan, yang bener aja!" Dilla segera beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan tempat itu


Namun dua orang Assisten Ki Joko langsung menahannya membuat Dilla terpaksa memukul mereka menggunakan tongkat sakti pangeran kucing.


Melihat kedua asistennya menjerit kesakitan membuat Ki Joko langsung keluar dari ruangannya.


Saat melihat Dilla, Ki Joko merasa ada kekuatan gaib yang mengendalikan wanita itu hingga membuatnya mengeluarkan kekuatannya untuk menghentikan Dilla.


Mengetahui sesuatu menyerang pemiliknya, tongkat sakti segera membentuk perisai hingga membuat ruangan itu tiba-tiba berguncang seperti terkena gempa.


Saat kekuatan Ki Joko bertemu dengan kekuatan tongkat sakti membuat sebuah portal gaib muncul di hadapan Dilla membuat wanita itu langsung menganga.


"Portal Gaib itu??"


Tanpa berpikir panjang Dilla segera mengambil tongkat saktinya dan melompat masuk kedalam lingkaran hitam tersebut.


"Dilla kamu mau kemana cepat kembali!" seru Nelli berusaha memanggilnya, namun Portal itu langsung menghilang, saat wanita itu hendak masuk mengejar Dilla.


*Bruugghhh!!!


"Awww!!"


Dilla memekik kesakitan saat dirinya jatuh di atap kamarnya.


Sundari yang merasa ada sesuatu yang jatuh di atap kamar Putri Hanindilla segera meminta para perajurit untuk mengeceknya.


"Yang Mulia Putri," seorang prajurit segera memapah Dilla dan mengajaknya turun.


Sundari begitu terkejut karena tak menyangka Dilla kembali ke kamarnya.


"Bagaimana yang mulia bisa kembali sendirian, bagaimana bisa kau meninggalkan suamimu di medan perang seorang diri?" tanya Sundari


"Medan Perang??" jawab Dilla balik bertanya


"Benar, bagaimana kau tidak tahu kalau suamimu berperang dengan pasukan kerajaan anj*ng untuk menyelamatkan dirimu,"


Dilla seketika membelalak mendengar ucapan Sundari, Wanita itu segera keluar dari kamarnya.


Mengetahui Narendra dalam bahaya membuat Dilla nekat menyusulnya di medan perang. Ia nekad mengendarai seekor kuda meskipun ia belum bisa mengendalikan seekor kuda.


Melihat Dilla pergi meninggalkan kerajaan membuat Panglima kerajaan langsung menyusulnya. Ia kemudian menyelamatkan Dilla yang terombang-ambing di atas kudanya.


"Kenapa kau membahayakan dirimu yang mulia?"


"Aku harus menyelamatkan suamiku, aku tidak bisa tinggal diam saat tahu ia mengorbankan nyawanya hanya untuk menyelamatkan aku,"


Meskipun sedikit kecewa mendengar jawaban Dilla, namun sebagai panglima kerajaan ia tak bisa membiarkan Dilla pergi ke Medan perang seorang diri.


"Kalau begitu biarkan aku yang akan mengawal mu yang mulia,"


"Gas!" seru Dilla


"Apa maksudnya yang mulia?" tanya Panglima kebingungan


"Ayo jalan!" seru Dilla membuat Pria itu langsung mengendalikan kudanya menuju kerajaan Anj*ng.


Rendra begitu terkejut melihat kedatangan Dilla ke Medan Perang.


"Kenapa kamu kembali lagi?" tanya Rendra


"Karena aku merindukanmu," jawab Dilla


"Kau hanya akan menyerahkan nyawamu jika datang ke tempat ini?"


"Kata siapa?"


Dilla kemudian melemparkan puluhan tulang belulang membuat semua pasukan bangsa anj*ng langsung berlarian mengejarnya.


Melihat pasukan musuh mulai terkecoh sang panglima dan anak buahnya langsung menarik busur panahnya dan menjatuhkan mereka satu persatu.


Dengan menggunakan kemampuannya dalam menjinakkan anj*ng, Dilla berhasilĀ  membantu Narendra dan pasukannya mengalahkan bangsa anjing.