Menikahi Pangeran Kucing

Menikahi Pangeran Kucing
Bab 22


"Sekarang lihat baik-baik, siapa yang ada di depan mu?"


"Rendra,"


"Astaghfirullah, sadar Dilla lihat baik-baik pakai otak kamu bukan pakai hatimu!" seru James mengguncang tubuh gadis itu


"Lihat aku sekali lagi, siapa yang ada di depan kamu sekarang!" seru James


Dilla hanya diam sambil menangis menatap James.


"Ayo jawab Dilla!"


"Cepetan jawab Dill, kalau kamu bener jawabnya, gue kasih hadiah!" seru Nelli yang memperhatikan keduanya dari kejauhan


"Dilla mah udah kaya gak perlu hadiah mending hibahkan aja ke gue hadiahnya," sahu Regi


"Enak di lo dong,"


"Sekali-kali lah Nel, yaudah biar sama-sama enak kita taruhan aja nyok, kira-kira Dilla jawab bener apa salah?" tanya Regi


"Salah," jawab Nelli


"Yaudah gue bener ya,"


Keduanya mengeluarkan dua lembar uan ratusan ribu sebagai bahan taruhan.


Keduanya begitu deg-degan saat Dilla mulai membuka mulutnya.


"James," jawab Dilla kemudian berlari meninggalkan James.


"Yes!" seru Regi berteriak bahagia


Sementara itu Dilla kembali menangis mengingat perlakuan kasar James padanya.


"Dasar brengsek, tidak bisakah dia sedikit lembut padaku!" gerutu Dilla


"Sabar Dill, sabar!" ucap Nelli berusaha menghiburnya, namun Dilla langsung mengusirnya.


Merasa bersalah karena sudah memperlakukan Dilla dengan kasar membuat James mendekati gadis itu.


"Jangan cengeng, kalau kamu seperti ini terus kamu hanya akan ditertawakan oleh para rival mu. Ingat tujuan hidupmu, Bukankah kau ingin memenangkan piala citra atau meraih penghargaan sebagai artis terbaik. Jangan sampai impian itu pupus hanya karena kamu putus cinta. Sekarang kamu harus bangkit dan lupakan si Rendra itu. Jangan biarkan lelaki itu menghancurkan masa depan kamu. Kamu itu cantik, lelaki mana yang gak akan tertarik sama kamu. So wake up!" seru James mencoba menyadarkan Dilla


Melihat Dilla terus menangis membuat James langsung memeluknya mencoba menenangkan gadis itu.


🎶Begitu sulit lupakan Rendra, apalagi Rendra baik🎶


*Byuuur!!!


Seketika Regi langsung menyiramkan air kearah Nelli yang menyanyikan lagu saat melihat James memeluk Dilla.


"Sorry salah sasaran, gue kira pengamen eh ternyata lo!" ucap Regi


"Sue lo, dasar bencong, awas lo!" jawab Nelli kemudian mengejar Regi yang langsung kabur


"Sorry, kalau aku udah buat kamu sedih," ucap James


"Gak papa kok, emang dasar gue aja yang cengeng. Sorry udah merepotkan kamu," ucap Dilla kemudian pergi meninggalkan James.


**********


Keesokan harinya Dilla memutuskan untuk istirahat dan break syuting untuk menenangkan hatinya. Dilla memilih berlibur ke pantai untuk menghibur diri agar bisa melupakan Rendra.


Menikmati hamparan birunya laut membuat Dilla merasa tenang dan memutuskan menginap di sebuah cottage untuk beberapa hari.


Ia sengaja mengajak Nelli dan Assisten lainya agar ia tidak kesepian.


Malam itu Nelli sengaja mengajak Dilla ke sebuah party di pinggir pantai.


Ia sengaja mengajak Dilla agar wanita itu bisa melupakan kekasihnya Rendra.


Dalam pesta itu tampak begitu banyak muda-mudi yang memang sengaja datang untuk mencari pasangan. Dilla yang sama sekali tidak tertarik dengan mereka berusaha meninggalkan pesta itu. Ia lebih memilih menyendiri di tepi pantai sambil menikmati deburan ombak yang semakin tinggi karena air pasang.


Melihat Dilla menyendiri di tepi pantai membuat Nelli langsung menarik gadis itu menjauh dari pantai.


"Astaghfirullah Dill, nyebut Dill, ingat sama nasib kamu kalau mau bunuh diri. Bagaimana gue bisa kawin kalau lo mati, bisa-bisa gagal lagi karena gue kehilangan pekerjaan, jadi please jangan mati dulu, tunggu aku nikah dulu ya, please jangan sampai gue jadi perawan tua Dil!" ucap Nelli begitu sedih


"Astaghfirullah, emang siapa yang mau bunuh diri suudzon aja lo jadi orang!" sahut Dilla


"Syukurlah kalau gitu, btw daripada sendirian di pinggir pantai mending kita bakar-bakaran aja yuk, kan mayan ada yang bayarin kalau ada lo!"


"Dih kebiasaan, dasar manajer gak tahu diri, bukannya menghibur artisnya yang lagi galau tingkat dewa malah malakin, kacau!" cibir Dilla


Nelli hanya terkekeh mendengar celoteh Dilla.


Dilla terkejut saat melihat sosok pria yang menangkapnya.


"James?" Dilla yang malu dengan lelaki itu langsung melepaskan diri dari pelukan James


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya James


Dilla mengangguk, setelah mengucapkan terimakasih ia segera bergegas pergi meninggalkan pria itu.


Kenapa aku selalu bertemu dengannya?


Dilla kemudian menghampiri Regi yang sedang duduk di depan perapian sambil membakar ikan.


"Hmm, yummy!" ucap Dilla segera duduk di sampingnya


Aroma wangi ikan bakar membuat Dilla ingin mencobanya. Saat ia mengambil seekor ikan yang sudah matang, Regi langsung menepuknya hingga ikan yang dipegangnya jatuh.


"Ish apaan sih lo!" seru Dilla kesal


"Sabar oi, tunggu tuan rumah dulu makan baru tamu agung dipersilakan," jawab Regi dengan nada gemulainya


"Sial, memangnya siapa sih Tuan rumahnya sampai gue gak boleh nyobain dulu ikannya,"


"Noh, bos ganteng datang!" seru Regi menunjuk kearah James yang datang bersama kucing kesayangannya


Mengetahui jika James adalah Tuan rumahnya membuat Dilla langsung beranjak dari duduknya. Saat ia hendak pergi meninggalkan tempat itu James langsung menariknya.


"Kenapa harus menghindar?" tanyanya membuat wajah Dilla seketika memerah


"Duduklah dan nikmati pestanya, bukankah kau sangat ingin makan ikan, jadi makanlah sepuasnya. Karena aku membuat pesta ini khusus untuk kamu," tutur James membuat Dilla diam tak berkutik


Pria itu kemudian menggandeng lengan Dilla dan mengajaknya duduk.


Regi segera mengantarkan Ikan bakar lengkap dengan nasi dan lauk Pauk pendamping untuk keduanya.


"Makanlah, atau perlu aku suapi?" tanya James membuat Dilla langsung membelakakan matanya


"Kalau kau masih menganggap aku Rendra, silakan kau juga boleh memanggil aku Rendra dengan satu syarat?"


"Syarat??"


"Hmm, kebetulan aku akan menggarap film baru bergenre Romance Fantasi, untuk lebih jelasnya silakan kamu baca saja skripnya," ucap James memberikan naskah drama kepada Dilla


"Jadi kamu membuatkan aku pesta hanya untuk merayuku agar mau menjadi pemain dalam film terbaru kamu iya?"


"Benar sekali, aku yakin jika kau bisa memerankan karakter utama dengan baik maka keinginan mu untuk meraih penghargaan sebagai aktris terbaik pasti akan terwujud,"


"Buset, baru kali ini gue cowok perhitungan kaya lo, ck, ck, ck, ck!" jawab Dilla tak percaya


"Kalau kamu tidak mau juga gak papa kok, aku gak keberatan kebetulan Manager Dhira juga sudah menawarkan diri kalau Dhira bersedia menjadi main character dalam film terbaruku,"


"Kalau Dhira mau kenapa lo masih nanyain gue?"


"Jangan geer dulu, aku menawarkan peran ini ke kamu karena jujur aku sangat senang dan berterima kasih sama kamu karena sudah menemukan kucing kesayangan gue, nah anggap aja tawaran ini sebagai ucapan terima kasih aku karena kamu sudah menyelamatkan Rocky kucing aku. So terserah kamu mau ambil atau gak aku sih gak masalah," jawab Jame


"Dasar cowok sama aja, nyebelin!" seru Dilla kemudian mengambil seekor ikan kerapu besar dan meninggalkan James


James hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah bar-bar Dilla.


Dilla kembali duduk di pinggir pantai sambil menikmati ikan bakar itu sendirian.


"Sial, gue kira dia ada rasa sama gue ternyata ... ah... Kenapa aku jadi kegeeran gini sih!" gerutunya


"Sudah terima aja tawarannya, itung-itung sambil lo lupain si Rehan, eh Rendra maksudnya. Kan kalau lo ada kesibukan pasti lebih cepat melupakan Si Rendra," sahut Nelli menghampiri gadis itu


Ia kemudian duduk di sampingnya dan membantunya menghabisi ikan bakarnya.


"Iya juga sih, tapi...."


"Udah gak usah tapi-tapian, biar gue yang eksekusi masalah honornya. Lo tinggal terima beres aja,"


"Beres sih beres tapi jangan lo habisin dong ikan gue!" cibir Dilla


"Sorry abisnya enak sih jadi ketagihan!"


"Kebiasaan lo, lama-lama ngelunjak ya, awas aja sekali lagi gue pecat juga lo!" hardik Dilla


Bukannya kesal Nelli justru tertawa senang melihat Dilla kembali normal lagi.


"Yeay, akhirnya lo balik normal lagi Dil, gue kira lo selamanya bakal baik eh ternyata lo balik lagi jadi Dilla yang arogan dan Bar-bar,"


"