Menikahi Pangeran Kucing

Menikahi Pangeran Kucing
Bab 27


Dilla tak mau membuka matanya meskipun Nelli berkali-kali membangunkannya.


Wanita terlihat masih mengantuk dan kembali menutupi seluruh tubuhnya dengan selimutnya.


"Dilla bangun, ibu mertua kamu sudah menunggu di bawah!"


Sontak Dilla langsung melompat dari ranjangnya saat mendengar ucapan Managernya.


"Ibu mertua??" ucap gadis itu membulatkan matanya


"Hmm, ibunya Pak James. Dia datang untuk menjemput mu. Bukankah hari ini jadwal kamu untuk fitting baju pengantin?"


"Benar, hampir saja aku lupa. Mungkin karena aku terlalu mabuk semalam membuat aku jadi lupa,"


Dilla segera menuju kamar mandi dan tidak lama turun menemui Ribka ibu mertuanya.


" Selamat pagi Ibu," sapa gadis itu mencoba bersikap ramah


"Pagi Dilla,"


"Maaf sudah membuat ibu menunggu lama, apa ibu sudah sarapan?" tanyanya lagi


"Tidak masalah, sepertinya kita sarapan nanti saja karena aku sangat sibuk, jadi sebaiknya kita buru-buru ke butik saja,"


"Baik kalau itu yang ibu mau," jawab Dilla segera mengikuti wanita itu


Ribka mengajak Dilla ke sebuah butik ternama di ibukota, setibanya di tempat itu James sudah menunggunya dan menyambut kedatangannya.


Pria itu tampak canggung saat bertemu dengan Dilla, apalagi jika mengingat kejadian semalam.


Berbeda dengan James, Dilla yang tak mengingat apapun karena mabuk berat terlihat cuek seperti biasanya..


"Wah kau bisa terlihat cool juga saat memakai outfit casual. Coba saja kau selalu berpenampilan seperti itu, pasti kau tidak perlu mencari istri bohongan...."


Seketika James langsung menutup mulut Dilla mana kala Ibunya langsung menoleh kearahnya.


"Istri bohongan?"


"Ah itu salah satu judul film terbaru Dilla bu," jawab James mencoba meluruskan kesalahpahaman ibunya


"Ah benar, setelah menikah aku akan mulai syuting film istri bohongan Bu," imbuh Dilla membantu menjelaskan


"Oh begitu, ibu kira kalian menikah bohongan," jawab Ribka


"Maaf jika sudah membuat ibu salah paham,"


"Tidak apa-apa, karena ibu sangat sibuk hari ini mungkin aku tidak bisa menemani kalian untuk fitting baju pengantin,"


"Gak papa ibu sans aja, kalau ibu sibuk sebaiknya ibu segera kembali saja ke kantor, karena pasti banyak yang membutuhkan ibu disana," jawab Dilla


"Benar sekali, terimakasih atas pengertiannya Dilla,"


"Sama-sama Ibu," jawab Dilla begitu lega


Wanita itu begitu senang saat melihat ibunya mertuanya pergi meninggalkannya.


"Akhirnya bisa bebas juga," ucap Dilla begitu bahagia


"Lain kali tolong jaga ucapanmu di depan ibuku," ucap James terlihat begitu kesal


"Baik Bos," jawab Dilla dengan nada tak bersalah


Seorang wanita kemudian mengajak Dilla menuju ruang ganti. Tidak lama Dilla keluar dengan menggunakan gaun pengantin.


James tak berkedip saat menatapnya.


"Sudah ku duga kau pasti akan terpesona," ucap Dilla tertawa melihat James yang terpana melihatnya


Kini giliran James yang masuk ruang ganti untuk mencoba jas pengantinnya.


Tak lama kemudian James keluar dengan menggunakan jas pengantin berwarna hitam. Pemuda itu tampak begitu berbeda saat melepas kacamatanya dan mencukur habis kumisnya.


Kini giliran Dilla yang ternganga dibuatnya, bagaimana tidak wajahnya begitu mirip dengan Rendra membuat gadis itu sampai menitikkan air mata karena tak menduga jika ia bisa bertemu dengan Rendra di dunia.


Aku sudah menemukan mu Rendra, meskipun kau menjadi pria yang berbeda kau tetap saja Rendra ku yang selalu menyayangiku dan bersedia mengorbankan nyawa mu untukku,


"Bukan itu," jawab Dilla menangis semakin keras


"Terus apa?" tanya James semakin khawatir


"Kamu menginjak kaki ku," jawab Dilla membuat semua orang disana seketika tertawa mendengarnya


"Sorry," ucap James langsung mengangkat kakinya


"Jadi apa yang membuatmu sedih?" tanya James lagi


"Aku terharu, karena ternyata kamu ganteng banget, aku kira kamu cupu ternyata kamu suhu eaaa," jawab Dilla membuat James langsung memerah


"Wah mbak Dilla emang keren ya, bisa-bisanya dia ngelawak pas calon suaminya khawatir," ucap seorang karyawan butik


"Biar gak tegang dong," jawab Dilla kemudian menggandeng lengan James dan mengajaknya berswafoto


"Selfi dulu mumpung masih ganteng," ucap Dilla kemudian mengarahkan kamera ponselnya


Karena tidak puas dengan hasil jepretan kameranya, ia juga meminta karyawan butik untuk mengambil gambarnya bersama James.


"Cheers!" seru Dilla begitu bahagia


Selesai melakukan fitting baju, keduanya langsung menuju ke studio foto untuk melakukan foto prewedding.


Dilla yang biasa bergaya di depan kamera tampak tak canggung saat seorang koreografer mengarahkan gaya kepadanya. Berbeda dengan James yang kelihatan kaku dan tegang karen selama ini selalu berada di belakang layar.


Melihat calon suaminya grogi saat di depan kamera membuat Dilla sedikit agresif. Wanita itu sengaja menjadi sedikit agresif agar semua orang percaya jika pernikahannya dengan James bukanlah bohongan.


Ia bahkan berani mencium pipi pria itu saat sesi pemotretan membuat wajah James memerah.


"Kalau seperti ini terus semua orang akan menganggap pernikahan kita settingan karena kamu gagal nikah, ayolah James kamu harus terlihat sedikit lebih romantis," celoteh Dilla saat melihat reaksi James yang masih saja kaku


Melihat beberapa orang fotografer tampak menggelengkan kepalanya membuat James sadar jika yang diucapkan Dilla memang benar.


Ia kemudian menarik pinggang gadis itu dan mencium bibirnya membuat para fotografer langsung mengambil gambarnya.


"Tetap seperti itu, pertahanan sebentar!" seru mereka sambil mengambil beberapa gambar yang menarik


Kini giliran Dilla tampak memerah wajahnya saat James melepaskan ciumannya. Ia tak mengira jika James akan berani menciumnya.


Kenapa jantungku berdebar-debar, jangan bilang aku menyukai James?


Dilla sengaja memalingkan wajahnya agar James tak melihat kegugupannya.


Namun saat Ia menoleh kearahnya, pria itu tiba-tiba menghilang membuatnya sedikit panik.


"Kemana dia, apa dia sengaja mencari udara segar untuk menghilangkan groginya?"


Dilla kembali terkejut saat melihat James tiba-tiba ada didepannya menyodorkan sebotol minuman dingin kepadanya.


"Thanks, tahu aja kalau aku lagi pengin yang dingin-dingin," celetuk Dilla langsung mengambil minuman itu darinya.


Karena agenda hari itu sudah selesai Dilla pun pamit pulang.


"Kalau kau butuh tumpangan aku pasti akan mengantarmu pulang dengan selamat,"


"Wah boleh banget tuh, kuy kita pulang," ajak Dilla


James seger membukakan pintu untuknya dan mempersilakannya masuk .


"Thanks,"


"Sama-sama," James segera menyalakan mobilnya melesat meninggalkan tempat itu


Jika sebelumnya Dilla begitu berisik saat di butik ataupun di tempat pemotretan, kini gadis itu seketika menjadi pendiam saat duduk di samping James. Tentu saja hal itu membuatnya ngantuk hingga tertidur saat perjalanan pulang.


Setibanya di rumah Dilla, James berusaha membangunkannya, namun saat melihat Dilla begitu pulas membuat ia tak tega membangunkannya.


Ia kemudian menggendong Dilla sampai ke kamarnya.


Saat ia akan pergi meninggalkannya, tiba-tiba Dilla menarik lengan pemuda itu hingga ia terbaring di sebelahnya.


"Jangan pergi lagi, pokoknya malam ini kamu harus tidur di sini dan gak boleh tinggalin aku lagi!"