
Part 41
Sebulan sudah pasangan kekasih itu tidak bertemu, detik-detik Yudha menghadapi ujian akhir sekolahnya. Tapi, komunikasi mereka tetap lancar seperti biasa.
Berkali-kali Yudha meminta Sofia untuk datang menemuinya dan Sofia selalu menolak, hingga satu ketika Yudha yang muncul ke kampus Sofia dan memaksa kekasihnya itu ikut dengannya.
"Astaga Yud, mau apa kamu kesini?" tanya Sofia saat Yudha datang menemuinya.
"Sayaang, aku rindu. Ayo, ikut sekarang," ucap Yudha sambil menarik tangan Sofia.
"Tapi, aku masih ada kelas lagi satu jam ke depan," balas Sofia menepis tangan Yudha.
"Sof, mau ikut atau aku cium kamu di depan teman-temanmu!" ancam Yudha tegas
Mata Sofia membelalak kaget, kemudian gadis itu berkata,"gilaa kamu Yud!!"
"Makanya, jangan banyak protes. Ayo, ikut!" Yudha menarik tangan Sofia tanpa peduli orang di sekitarnya.
Sampai di parkiran, Yudha menyerahkan helm pada Sofia dan menyuruhnya memakai benda tersebut.
Gadis itu hanya bisa pasrah menuruti keinginan kekasihnya, dia tahu betul Yudha tipe pemuda nekad jika permintaannya ditolak.
Setelah motor bergerak jauh meninggalkan kampus, Sofia pun bertanya,"kita mau kemana?"
"Nanti kamu akan tahu sendiri," jawab Yudha santai dan masih fokus dengan kemudinya.
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di suatu tempat. Untuk pertama kalinya Sofia mendatangi tempat tersebut dan gadis itu menatap sekeliling bertanya-tanya dalam hati.
"Tempat apa ini, kenapa sepi kemana penghuninya?"
Yudha memarkir motornya lalu mengajak Sofia masuk, pemuda itu menggenggam tangan kekasihnya dan berjalan menuju bangunan di depan mereka.
"Kita ada dimana sayang?" bisik Sofia.
"Tempat yang akan membawa kita ke surga," celetuk Yudha sekenanya
Sofia terdiam dengan perasaan yang masih was-was, sebab otaknya belum bisa menangkap maksud perkataan Yudha.
Sampai di lobi, Yudha memesan sebuah kamar lalu menerima kunci. Sofia masih juga bingung akan tetapi, dia tetap mengikuti langkah Yudha yang berjalan menuju kamar.
Yudha membuka pintu kamar, kemudian mengajak Sofia masuk. Di dalam kamar tampak sebuah ranjang berukuran sedang dan kamarnya juga tidak begitu luas.
Saat masuk, Sofia menyusuri kamar tersebut sedangkan Yudha menutup pintu lalu menguncinya dari dalam.
Sambil berjalan mengelilingi kamar, Sofia bertanya pada Yudha,"ini tempat apa dan mau apa kita kesini?"
Yudha mengikuti langkah Sofia di belakang, pemuda itu sekuat tenaga menahan hasratnya yang sudah membuncah dan secepatnya ingin menerkam gadis di depannya.
Yudha mendekat dan mendekap Sofia dari belakang lalu berbisik,"kita sekarang ada di bungalow."
Sofia memutar tubuhnya dalam dekapan Yudha, tubuh keduanya saling menempel tanpa jarak sedikit pun. Kemudian gadis itu menatap wajah Yudha dalam-dalam.
"Mau apa kita kesini?" tanya Sofia polos.
Yudha tak menjawab, dia malah dengan buasnya menerkam bibir Sofia dan mencium kekasihnya.
Emmm ....
Tubuh Sofia merespon, gadis itu pun membalas ciuman Yudha hingga keduanya hanyut dalam gairah.
Ciuman mereka semakin dalam, Yudha tak lagi bisa menahan hasratnya lalu menarik tubuh Sofia dan membaringkan di atas ranjang kemudian menindihnya tanpa melepaskan ciumannya.
Satu persatu pakaian keduanya terhempas ke lantai, hingga tak ada tersisa sehelai benangpun di tubuh mereka.
Pasangan tersebut melakukan hubungan badan untuk yang kedua kalinya, mereka begitu menikmati momen indah layaknya suami istri.
Yudha terus memacu tubuhnya hingga mencapai titik puncak, terdengar rintihan dan erangan Sofia yang membuat Yudha semakin melambung tinggi sampai akhirnya pemuda itu terkulai lemas di atas tubuh Sofia setelah memuntahkan laharnya di rahim hangat kekasihnya.
Yudha mengecup kening Sofia sebagai tanda ucapan terima kasih, sedangkan Sofia hanya tersenyum dengan wajah merona merah.
"Jangan khawatir, aku pasti akan bertanggung jawab," sahut Yudha lalu meraih tangan Sofia.
"Dua hari lagi kamu ujian Yud, belajarlah lebih giat lagi," sambung Sofia.
Yudha tersenyum dan menganggukkan kepalanya, tatapan matanya tak mau lepas dari tubuh Sofia yang membuat hasratnya muncul kembali lalu mengulang aksinya mencumbu Sofia hingga beberapa kali.
Sofia tampak kelelahan setelah beberapa kali melayani hasrat kekasihnya, Yudha begitu liar seakan tak kehabisan tenaga.
"Yud, sudah sore kita pulang ya," bujuk Sofia.
"Hmm."
Sofia melepaskan diri lalu bangun dan turun dari ranjang, kemudian dia meraih pakaiannya yang berserakan di lantai dan membawanya masuk ke kamar mandi.
Yudha menunggu Sofia membersihkan diri, pemuda itu masih tetap di tempatnya berbaring dengan keadaan masih tanpa pakaian.
Sepuluh menit kemudian, Sofia keluar dan sudah berpakaian rapi.
"Ayo, sayang. Sekarang giliranmu mandi," ucap Sofia
Yudha turun dari tempat tidur dan melangkah menuju kamar mandi, dengan tubuh polosnya pemuda itu berjalan tanpa rasa malu lagi.
Sofia membuang muka, meskipun mereka sudah melakukan hubungan badan. Tapi, tetap saja dia masih risih jika melihat Yudha tanpa mengenakan apa pun di depannya.
Setelah mandi dan berpakaian, pasangan tersebut bersiap-siap untuk pulang dan meninggalkan tempat itu.
Yudha mengantar Sofia kembali ke rumah, setelah itu dia melanjutkan perjalanannya pulang.
Sampai di rumah, Yudha berpapasan dengan Bagas di teras karena keduanya bersamaan muncul.
"Dari mana? Sore begini baru sampai?" tanya Bagas dingin.
"Ada les tambahan kak," jawabnya berbohong
"Hemm." Bagas menatap tajam wajah Yudha, pandangan yang mengerikan seakan siap menguliti lawan bicaranya.
Yudha bergidik ngeri dan berucap,"aku masuk dulu kak, mau mandi."
"Tatapanmu itu kak, hii mengerikan!" gumam Yudha dalam hati dan segera berlalu pergi
Di dalam kamar, Yudha tersenyum membayangkan kembali adegan percintaannya bersama kekasihnya. Tubuh Sofia bagaikan candu buat dia, yang selalu ingin lagi dan lagi ketika sudah menyentuhnya.
Yudha meraih tasnya, kemudian merogoh benda di dalamnya. Pemuda itu menyalakan ponsel dan mencari nama Sofia di kontaknya.
Sambil tersenyum, dia mengetik pesan singkat di layar ponsel lalu mengirimkan pada Sofia.
"Sayaang, besok pagi aku jemput ya," ucapnya sambil tersenyum.
Tak lama kemudian, ponselnya berbunyi balasan pesan Sofia masuk.
"Mau kemana?"
"Ke tempat tadi," jawab Yudha
Sofia menganga di seberang ketika membaca pesan balasan Yudha, pemuda itu tanpa malu mengajaknya kembali ke tempat mereka memadu kasih.
"Astagaa Yud, sepertinya kamu sudah ketagihan," gumam Sofia lirih.
"Yud, mau ngapain lagi kesana?" pancing Sofia.
"Sayaangg, seandainya bisa aku ingin setiap hari melakukannya denganmu. Rasanya nikmat dan membuatku ingin mengulangnya terus."
Sejujurnya, Sofia pun menginginkan hal yang sama. Sebagai perempuan normal tentu saja dia juga menikmatinya. Namun, dia masih bisa menahan diri dan lebih menunjukkan rasa gengsi untuk mengakuinya.
"Yud, kamu tidak bosan jika sering melakukannya?" tanya Sofia lagi.
"Tidak sama sekali, bahkan aku sudah kecanduan sayaang. Besok kita kesana lagi ya."
Keduanya pun kembali menyusun rencana untuk bertemu di tempat yang sama, tanpa mereka sadari semua isi percakapan mereka telah dibaca seseorang melalui SMS Copy.