
Kerajaan Amoland adalah sebuah kerajaan yang besar dengan empat daerah kekuasaan yang di pimpin empat penguasa wilayah di bawah naungan Kekaisaran Amoland. Lebih tepatnya seperti gubernur pada zaman sekarang ini.
Empat daerah itu adalah wilayah timur yang di pimpin oleh Grand Duke Albert De Leicester yang tidak lain adalah adik dari ratu Kekaisaran Amoland yaitu Queen Emilia Ruby Earl Emeraldy.
Wilayah timur mempunyai beberapa desa yaitu desa Pine, desa Hime dan desa Kine yang wilayah nya di tumbuh oleh berbagai jenis macam tumbuhan makanan pokok ataupun obat obatan.
Wilayah Barat di pimpin oleh Duke Valliant De Airos yang mempunyai empat desa yaitu desa Tarake, desa Hatake, desa Muso dan desa Luso. Wilayah barat adalah wilayah yang paling banyak penduduk nya karena di wilayah itu mereka mempunyai beberapa tambang batu permata milik keluarga De Airos yang terkenal akan jaman nenek moyang mereka. Penduduk di empat desa tersebut rata-rata bekerja sebagai penggali tambang sebagai pencarian utama dan peternak sebagai mata pencaharian sampingan. Mereka beternak hewan unggas selain hewan berkaki empat seperti kambing, sapi dan babi.
Wilayah Utara di pimpin oleh Duke Lucian De Salomon yang mempunyai tiga desa yaitu desa Amly, desa Lizard dan desa Giard. Desa itu tempat yang banyak hutannya dan sering menjadi tempat para bandit untuk beraksi merampok atau menjarah jika ada bangsawan yang melintasi hutan tersebut.
Wilayah Selatan di pimpin oleh Duke Felix De Lausanne yang mempunyai empat desa seperti wilayah barat. Hanya saja penduduk nya tidak sebanyak wilayah barat karena di wilayah ini di kelilingi oleh lautan yang hampir mengelilingi nya. Bahkan jarak desa dengan yang lainnya di batasi oleh sungai yang besar yang hingga melewati jembatan jika ingin ke desa tersebut. Desa itu adalah desa Oracle, desa Omade, desa Packet dan desa Guardia.
Ibukota Kekaisaran Amoland adalah Kota Airones yang letaknya bersebelahan dengan desa Hatake tempat kediaman Duke Valliant De Airos. Ibukota sengaja terpisah karena di sana tempat Kekaisaran yang khusus tempat pemerintah berlangsung. Di kota Airones lah terdapat menara sihir tempat pengaman terbesar di Kekaisaran Amoland yang di huni oleh Pendeta sihir yang hebat. Di kota Airones juga terdapat sekolah Akademi Kekaisaran dan sekolah sihir. Ada juga sekolah menengah untuk rakyat umum yang bukan bangsawan yang tidak di pungut biaya sama sekali.
Kerajaan Amoland di pimpin oleh Kaisar Maximilian Drake Earl Emeraldy dan Permaisuri nya Emilia Ruby Earl Emeraldy. Putra Mahkota Julian Darren Earl Emeraldy dan Pangeran pertama Julio Derek Earl Emeraldy.
Kaisar mempunyai selir utama Violetta Daviana De Santos, pangeran kedua Obelix Liam Ein Emeraldy dan Pangeran ketiga Oscar Luis Ein Emeraldy.
Selir Agung Margaretha De Santo lucas dan Putri satu-satunya Kekaisaran Putri Asteria Darya Ein Emeraldy.
Sayang, selir Agung meninggal saat Putri Darya berumur 6 bulan hingga pengasuhan Putri Darya berada pada kekuasaan sang permaisuri sesuai permintaan selir Agung.
Putra mahkota dan pangeran pertama mempunyai fisik seperti Kaisar itu mata kuning kemasan dengan rambut coklat gelap. Sedangkan permaisuri mempunyai rambut pirang dengan iris mata kecoklatan. Pangeran kedua dan ketiga mempunyai iris mata kuning keemasan seperti Kaisar tapi rambutnya seperti selir utama yaitu merah. Selir Agung mempunyai mata ungu dengan rambut keperakan sama dengan Putri Darya yang punya rambut keperakan dengan iris mata kuning keemasan seperti ayah dan kakak-kakaknya.
Para penduduk di setiap wilayah mempunyai iris mata yang bermacam-macam dengan rambut yang juga bermacam-macam warnanya. Namun yang paling mencolok adalah keluarga Duke Airos yang mempunyai iris mata hijau emerald dengan rambut hitam legam. Hanya keluarga mereka lah yang mempunyai rambut hitam legam dan mata hijau emerald karena penduduk yang biasa hanya memiliki iris mata hijau biasa.
Seorang perempuan cantik dengan kulit seputih susu, mata bulat dengan iris hijau emerald dan rambut hitam legam nya yang di kepang samping berlari dari pengawal ayahnya dan pelayan pribadinya.
"Ayah benar-benar posesif sekali! Sudah dua tahun aku tidak pernah Jalan-jalan ke pasar semenjak terbangun dari sakit! Bagaimana bisa hanya pergi ke pasar harus di kawal dengan sepuluh orang prajurit?? Emangnya aku ini Putri raja yang mendapat pengawalan sebanyak itu! Haish ayah nyebelin! " gerutu Rara sepanjang ia berjalan di desa tersebut.
Saat ini ia menyusuri jalan yang menuju perbatasan desa Hatake dengan ibukota Kekaisaran yaitu kota Airones. Namun di perjalanan ia melihat dua orang pria duduk di pinggir hutan jati dengan salah satunya berteriak panik karena teman yang satunya sangat lemah.
Rara berlari mendekati mereka sembari bertanya kenapa.
"Tuan! Apa yang terjadi dengan temanmu?? Kenapa wajah mu panik begitu? " tanya Rara dengan muka polos nya.
Mereka terkejut dengan kedatangan Rara yang tidak mereka sadari. Pria yang terbaring itu kembali meringis kesakitan di rerumputan.
"Tuan saya terkena gigitan ular berbisa Nona! Kami tadi beristirahat di bawah pohon itu, karena kelelahan kami tertidur dan tidak menyadari ada ular yang mendekat. Saya terbangun saat ular itu sedang menggigit Tuan saya hingga saya reflek membunuhnya! " jawab pria yang satunya dengan wajah panik.
"Oh begitu.. ! Boleh aku lihat luka gigitannya? " tanya Rara dengan sopan.
Pria itu meminta pendapat Tuannya dan di jawab dengan anggukan lemah Tuannya.
"Silahkan Nona! " jawab pria itu dengan menyingkirkan diri ke samping.
Rara bersimpuh di samping pria yang terbaring itu, ia merobek paksa lengan baju pria itu dan terlihat dua gigitan yang sudah mulai menghitam karena racunnya mulai menjalar. Tanpa aba-aba, Rara langsung menghisap bisa ular itu dengan mulut mungilnya yang membuat dua pria itu terbelalak kaget.
Ia terus menghisap lalu membuang nya, begitu seterusnya hingga warna nya tidak kehitaman lagi dan berganti dengan warna kebiruan. Dengan santai ia mengusap lembut mulut nya pakai gaun yang ia pakai. Kemudian Rara menyobek gaun bagian dalamnya yang berwarna putih dan mengikatkan nya ke lengan yang terkena gigitan ular tadi.
"Tuan! Aku sudah melakukan pertolongan pertama dengan menghisap bisa ular nya! Tapi belum semuanya keluar karena sudah memasuki sedikit ke aliran darah Tuan mu! Meskipun hanya sedikit tapi harus di tangani dengan baik oleh dokter! Silahkan anda bawa Tuan anda pulang agar bisa mendapatkan pengobatan yang tepat! Jangan tunggu terlalu lama karena akibatnya akan fatal, racun bisa ular mengakibatkan kan demam yang tinggi selama tiga hari jika tidak di tangani dengan cepat! " ucap Rara dengan pengetahuan yang ia ketahui.
"Terimakasih Nona! Kalau boleh tau siapa nama Nona? " jawab pria yang berdiri itu dengan sopan.
"Panggil saja aku si cantik imut... Hehehehe! Bye.. Bye.. Tuan! " sahut Rara dengan jahilnya.
Bersambung...