
"Selamat Sakura atas penyempurnaan sihir milikmu! Ingatlah satu hal yang tidak boleh kau lupakan! Jangan biarkan dendam dan amarah membelenggu hatimu hingga hatimu menjadi hitam! Jika itu kau lakukan maka sihir yang kau punya akan menggerogoti tubuh dan jiwamu hingga tidak tersisa yang membuatmu tidak bisa bereinkarnasi di masa depan! " ucap Dewa Zeta dengan tersenyum lebar.
Sakura membuka mata nya dan menjejakkan kakinya ke bumi.
"Dewa, Bagaimana aku bisa melupakan dendam yang mengakar di hatiku? Jika bukan karena dendam ini, aku tidak akan memohon saat aku merasakan sakit menjelang kematian ku di masalalu! Bagaimana bisa aku lupa akan kematian putri kecilku yang belum sempat aku peluk? Bagaimana bisa aku membiarkan orang-orang jahat itu hidup dengan nyaman atas penderitaan ku? Mereka tidak hanya membunuh keluarga ku, mereka bahkan tega meracuni aku yang lemah saat melahirkan! Mereka dengan jahatnya membunuh bayi yang tidak berdosa hanya untuk memudahkan rencana mereka! Bagaimana bisa aku melupakan hal ini Dewa? " ucap Sakura dengan linangan air mata dan hati yang perih mengingat semua itu.
"Bukan ingin kau melupakan nya Sakura! Kau boleh membalaskan dendam mu dengan cara yang benar! Di masa lalu mereka sangat berdosa melakukan semua itu, Dewa Zena tidak tidur Sakura! Buktinya ia mengabulkan permintaan mu dan memanggil jiwa reinkarnasi mu di masa depan agar kembali ke masa lalu untuk mengulang waktu! Hanya saja saat ini mereka tidak tau melakukan kejahatan itu di masalalu, kau lah yang bertugas mencegah mereka berbuat seperti itu! Jika mereka menyakiti hingga mengambil nyawa orang-orang terdekatmu, kau boleh menghukum mereka sesuai kejahatan yang mereka lakukan! Yang tidak di perbolehkan adalah kau menghukum mereka yang belum berbuat apa-apa meskipun di masa lalu mereka melakukan semua itu! Hukumlah mereka saat mereka melakukan kesalahan meskipun itu kesalahan kecil! Jangan sampai dendam dan sakit hatimu membutakan mata hati dan nurani mu Sakura! Kehilangan anakmu di masa lalu akan di ganti dengan keturunan mu di masa ini! Apa kau mengerti ucapan ku?? " ucap Dewa Zeta panjang lebar menasehati Sakura.
Sakura yang mengerti perkataan Dewa Zeta segera menghapus air matanya.
"Aku mengerti Dewa! Aku bersumpah akan mencegah mereka berbuat kejahatan seperti di masalalu! Aku juga bersumpah akan menghukum mereka jika mereka melakukan kejahatan yang sama seperti dulu! " jawab Sakura dengan mantap.
"Bagus! Ingatlah Sakura! Setiap perbuatan pasti ada balasan nya, baik itu perbuatan baik mau pun perbuatan buruk sekali pun! Akan ada masanya kau memperoleh kebahagiaan mu dan memperoleh cinta sejati! " ucap Dewa Zeta dengan tersenyum lembut.
Tiba-tiba saja Dewa Zenos berteriak kencang sambil memegang dadanya.
"Akkkhhhh... ! " teriak nya hingga tubuhnya terhuyung ke belakang.
"Apa yang terjadi? " tanya Dewa Zeta dengan raut wajah bingung.
"Sesuatu terjadi! Tiba-tiba saja dadaku sakit dan terasa panas! " jawab Dewa Zenos dengan mata memerah sambil memegang dadanya.
Wussshhhh...
Angin berhembus dengan kencang hingga menerbangkan daun-daun serta pepohonan yang ada di sekeliling bergoyang-goyang.
Suasana yang tadinya cerah dan terang tiba-tiba saja mendung hingga awan gelap menutupi tempat tersebut.
Seorang wanita berpakaian hitam, rambut hitam dan bibir yang hitam tiba-tiba muncul di hadapan kedua Dewa tersebut.
"Dewi Huzel sang dewi kematian! " seru Dewa Zenos pada perempuan yang berdiri di depannya.
"Apa kau merasakan sakit dan panas di dadamu Zenos? Seseorang di alam fana mengaktifkan mantra terlarang! Dewa tertinggi Zena meminta aku memanggil kalian berdua! Keadaan darurat saat ini! " ucap Huzel Dewi kematian dengan suara yang keras.
"Apa??? Bukan kah Dewa Zena yang menyegel mantra tersebut hingga tidak bisa di gunakan oleh manusia biasa? Kenapa tiba-tiba bisa terbuka segel nya! " tanya Dewa Zeta dengan sangat terkejut.
"Entahlah, aku juga tidak tau! Sekarang kita harus bergegas menuju Nirwana karena semua Dewa sudah berkumpul termasuk Dewa Neraka! " jawab Huzel dengan nada datar.
Dewa Zeta melihat kearah Sakurai dengan pandangan yang penuh dengan harapan besar.
"Sakura! Tetap lah di sini untuk melatih semua elemen sihir mu hingga dua purnama! Setelah dua purnama selesai kau bisa pergi ke arah barat, temukan pohon dengan tiga cabang karena itu lah pintu keluar dari lembah ini! " pesan Dewa Zeta dengan menepuk pelan kepala Sakura.
"Apa yang di katakan Zeta benar! Pegasus dan Pagoda akan menemanimu di lembah ini selama kau berlatih! " sahut Dewa Zenos memberikan dukungan nya.
"Diakah anak yang kau bilang??? " tanya Huzel dengan menunjuk ke arah Sakura.
"Kami pergi dulu.. ! " ucap Dewa Zeta pamit dan dalam hitungan detik mereka bertiga menghilang dari pandangan Sakura.
🌱🌱🌱
Desa Hime heboh dengan kejadian tanah tandus dan kering hingga pecah-pecah tiba-tiba saja menjadi basah, lembab dan kecoklatan seperti dahulu.
Duke Airos dan Count Leonard langsung berlari menuju lokasi saat prajurit mengabarkan keadaan tanah yang sudah berubah seperti sedia kala. Tidak hanya mereka berdua, Marquess Harold, Putra Mahkota juga ada di sana bersama Grand Duke Leicester yang memang sengaja datang ke desa tersebut.
Sir Nathaniel berlari menghampiri Duke Airos dengan napas yang tersengal-sengal.
"Tuan, saya menemukan ini di bawah pohon sana! " ucap Sir Nathaniel dengan menyerahkan sebuah pesan yang tertulis di sebuah daun.
Gunakan tanah ini sebaik-baiknya karena aku sudah memulihkan kondisi tanah seperti semula!
Beri perlindungan di sekeliling tanah ini agar tidak ada lagi yang bisa membuat tanah ini menjadi kering seperti beberapa bulan lalu!
"Apa maksud pesan ini? " tanya Marquess Harold saat membaca pesan tersebut.
"Di lihat dari pesan ini, persis seperti dugaan Freddy kemarin! " sahut Duke Airos pelan.
"Maksudnya apa Tuan Duke?? " tanya Marquess Harold semakin bingung.
"Kekeringan ini bukan kehendak Dewa, tapi akibat perbuatan manusia yang ingin membuat kekacauan di tanah Amoland ini! " ucap Putra Mahkota Julian dari balik topeng nya.
"Anda tahu hal ini Yang Mulia?? " tanya Count Leonard penasaran.
"Tidak! Aku hanya mengartikan maksud dari pesan tersebut! Meskipun aku tau itu perbuatan manusia, aku juga tidak tau bagaimana mengatasi nya dan mengembalikan nya seperti sediakala! " jawab Putra Mahkota dengan jujurnya.
"Kalau begitu, siapa yang telah membantu kita mengatasi masalah ini? " tanya Marquess Harold lagi sambil menatap mereka semua satu persatu.
"Entahlah... ! Sepertinya orang ini tidak ingin menampakkan diri dan lebih suka di balik layar alias bertindak secara sembunyi-sembunyi! " jawab Duke Airos dengan pemikiran nya.
"Apa mungkin ini orang yang sama yang telah menyembuhkan saya waktu itu Tuan Duke?? " tanya Sir Nathaniel dengan sangat berharap.
"Mungkin saja Sir Nathaniel! Hanya saja kita belum tau ia orang yang sama atau bukan! Kecuali jika kita bisa menemukan nya dan menanyakan langsung, baru kita bisa mengetahui kebenarannya! " Putra Mahkota Julian yang menjawab nya.
"Apa yang dikatakan Yang Mulia benar! Karena sekarang kondisi tanah sudah pulih, maka kita harus bekerja keras membuat tanah ini menghasilkan tanaman obat dan bahan pokok makanan sebelum musim dingin datang! " sahut Grand Duke Leicester ikut mengemukakan pendapatnya.
"Anda benar Grand Duke! " ucap Duke Airos dengan mengangguk setuju.
Bersambung..