
Pria itu kemudian memberikan kecupan pada kening mulus milik Sakura dengan mata terpejam penuh penghayatan. Meskipun wajahnya tertutup topeng, tapi dari sorot matanya terlihat jika pria tersebut begitu mengagumi Sakura.
Kegiatan pria bertopeng itu terganggu dengan kedatangan langkah kaki yang saat ini masih berjarak beberapa meter menuju pintu kamar Sakura.
Pria bertopeng dalam sekejap sudah menghilang dari kamar Sakura melompat kebawah seperti bayangan.
Ia melompat dari satu pohon ke pohon yang lain seperti angin hingga akhirnya keluar dari kediaman Duke Valliant tanpa di ketahui siapa pun termasuk para penjaga di kediaman itu.
"Yang Mulia.. ! Apa ada tugas lagi yang harus hamba lakukan?? " tanya seorang pria yang bersimpuh dengan kaki di tekuk sebelah dan sebelahnya mendarat ke tanah khas seorang Ksatria.
"Jaga dan Awasi calon permaisuri masa depan negeri ini! Ingat untuk selalu berjaga-jaga dan jangan lengah sedikitpun! " jawab pria bertopeng itu dengan dingin.
"Baik Yang Mulia! " sahut Ksatria itu mengangguk patuh.
Begitu selesai bicara, Ksatria itu pun melesat pergi naik keatas pohon melompat dari pohon satu ke pohon yang lain secepat angin. Sedangkan pria bertopeng berjalan menuju kuda nya yang tersembunyi di balik semak-semak dan pepohonan dengan seorang pria yang sudah menunggu nya di sana.
"Kemana lagi kita Yang Mulia?? " tanya pria itu dengan sopan.
"Berkeliling kota seperti biasa Henry! Aku ingin melihat keadaan kota malam ini sebelum kembali ke istana! " jawab pria bertopeng datar.
"Baik Yang Mulia.. " sahut Henry patuh.
Mereka pun pergi dengan menaiki kuda masing-masing dari hutan yang ada di dekat kediaman Duke Valliant secara diam-diam.
Sementara itu di alam bawah sadar Sakura, ia duduk sendirian termenung di pinggir sebuah danau dengan pikiran yang kusut, muka yang sembab karena kebanyakan menangis. Setelah semua ingatan masa lalunya masuk ke dalam jiwa nya yang sekarang, Sakura selalu menangis mengingat kepedihan nya saat anak yang ia dambakan mati di racun orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
"Mereka benar-benar jahat, biadab! Bagaimana bisa mereka membunuh anak kecil yang tidak bersalah tanpa merasa kasihan sedikitpun! Anakku tidak bersalah pada mereka, tapi mereka dengan tega membunuh nya! Bahkan ayahnya sendiri pun tidak punya hati untuk mencegah semua itu! Aku benci kalian berdua! Aku benci! Aku akan membalas semuanya pada kalian berdua! Aku bersumpah! " ucap Sakura dengan penuh dendam sambil melemparkan batu kecil ke dalam danau.
Ia memaki-maki sambil melempar batu ke dalam danau tanpa merasa lelah sedikitpun. Ia melihat sekelilingnya yang sangat luas padahal ia sudah berjalan lama menyusuri padang rumput tersebut tapi tampaknya tempat ini seperti tidak berujung.
"Sampai berapa lama aku di sini! Aku ingin pulang tapi gak tau bagaimana cara nya! " gumamnya dengan nada sendu.
Sakura menenggelamkan wajahnya di antara kedua pahanya sembari menangis terisak. Ia merindukan kedua orang tua nya, kakak-kakak nya dan juga Betty pelayan nya.
Tiba-tiba terdengar suara gemuruh hebat dengan di sertai angin kencang yang membuat Sakura mau tidak mau langsung berpegangan dengan pohon tempat ia bersandar tadi.
"Halo Nona manis! " tegur seseorang yang berdiri di depan Sakura secara tiba-tiba.
"Aaakkkhhh... " teriak Sakura terjatuh duduk karena terkejut.
Pria tampan berambut panjang warna perak berdiri tegap di hadapan Sakura dengan tersenyum kecil. Wajah nya yang mulus melebihi wajah seorang wanita membuatnya tampak indah dipandang mata.
"Jangan takut Nona! Aku tidak akan menyakiti mu! " ucap pria itu lagi.
"Aku tidak takut! Aku hanya terkejut karena aku kira aku sendiri saja di tempat ini, tapi nyatanya ada orang juga! " jawab Sakura yang sudah berdiri kembali.
"Hahahaha... Kau sungguh lucu dan menggemaskan! Aku suka dengan keberanian mu Nona! " sahut pria itu dengan tertawa kecil.
Sakura merenggut kesal karena pria di hadapan nya itu tertawa padahal tidak ada satupun hal yang lucu.
"Sakura De Airos! Akhirnya kita bertemu juga secara langsung! Aku adalah Dewa waktu! Aku lah yang membawa reinkarnasi masa depanmu ke masa lalu karena permohonan tulus mu kepada Dewa sang Pencipta Dewa Zena! Aku di utus Dewa Zena untuk membantumu Sakura! Aku memberikan kesempatan agar kau bisa memperbaiki kehidupan mu di dunia ini agar masa depanmu tercipta karena hasil kerja kerasmu sendiri! Aku Zeta sang Dewa waktu salah satu pelayan Dewa yang di utus Dewa Zena untuk memberikan hadiah kecil kepadamu Sakura! " ucap pria itu dengan wajah serius dengan menadahkan telapak tangannya hingga mengeluarkan sebuah batu safir berwarna hijau.
"Dewa Zeta... ! Hormat ku kepada Dewa Zeta! Maaf atas ketidaksopanan hamba tadi! Terimakasih sudah membawa jiwa hamba ke masa ini! Hamba berjanji akan menjalani hidup dengan baik pada kesempatan kedua ini! " sahut Sakura dengan menunduk hormat.
"Angkat kepala mu Sakura! Dewa Zena tidak sembarang mengabulkan permintaan hambanya! Pasti ada alasan khusus hingga ia memilihmu untuk melakukan semua ini! Perjalanan hidupmu nanti tidak mudah Sakura, akan ada banyak rintangan dan bahaya yang akan menghadang mu! Tapi kau tidak perlu khawatir karena Dewa Zena akan membekali mu dengan sesuatu yang istimewa! Kau di pilih karena kau istimewa! Pergunakanlah kekuatan ini sebaik-baiknya dan jangan gunakan itu untuk berbuat kejahatan karena jika kau melakukan hal itu, maka kekuatan ini akan menghancurkan dirimu sendiri tanpa sisa hingga kau tidak akan bisa bereinkarnasi kembali! " ucap Dewa Zeta dengan sungguh-sungguh.
Setelah mengatakan semua itu, Dewa Zeta meletakkan batu safir hijau tersebut di kening Sakura hingga cahaya warna hijau terang masuk bersama batu safir hijau itu kedalam tubuh Sakura hingga membuat tubuh nya bersinar memancarkan cahaya kuning kehijauan.
Hal yang sama terjadi pada tubuh nya di kediaman Duke Valliant, tubuhnya mendadak kejang-kejang hingga membuat Duchess Sabrina menjerit ketakutan sambil menangisi keadaan Sakura. Dokter kerajaan dan Dokter penyihir Pascal sudah berada di kamar Sakura untuk membantu keadaan Sakura dengan tiba-tiba drop.
Dengan kekuatan sihir penyembuhnya, Pascal mencoba mengobati Sakura namun semuanya sia-sia karena Sakura tetap kejang dan Duke Valliant semakin cemas dan khawatir dengan keadaan Putri bungsunya.
"Val.. Tubuh Sakura terlalu kuat! Aku butuh bantuan sihir cahaya milikmu untuk menyalurkan sihir penyembuh ku ke dalam tubuh Sakura! " ucap Pascal dengan mata menatap lurus pada Duke Valliant.
Semua orang menyingkir keluar dan hanya meninggalkan Duke Valliant dan Pascal di dalam kamar tersebut.
"Pegang tangan nya tepat pada titik nadinya dan salurkan sihir cahaya mu kepada Sakura secara perlahan agar tidak membuat tubuh Sakura menjadi berontak akibat sihir cahaya mu! " ucap Pascal juga dengan memegang kepala Sakura.
Bersambung..