
Dua purnama sudah berlalu dua hari yang lalu. Seminggu lagi akan memasuki musim dingin yang membuat para rakyat di Kekaisaran Amoland mulai bersiap-siap dalam menghadapi musim dingin yang di ramalkan agak panjang dari tahun sebelum nya.
Sakura sudah mendapatkan mandat dari Dewa Zeta untuk pergi dari lembah iblis karena latihan nya telah selesai. Mereka sekarang berkomunikasi melalui telepati tapi hanya Dewa Zeta saja yang bisa melakukan semua itu, Sakura tidak bisa menghubungi Dewa Zeta karena ia seorang manusia.
Dewa Zenos juga memberikan Pegasus dan Pagoda pada Sakura dengan memberikan sebuah peluit yang bisa memanggil makhluk mistis tersebut kapanpun ia butuhkan.
Rakyat Amoland saat ini yang ada di ibukota Airones sedang melakukan persiapan pesta penyambutan musim dingin. Pihak istana sebagai menyelenggara juga ikut membantu persiapan tersebut termasuk para Pangeran dan Tuan Putri serta para Nona-nona bangsawan yang juga ikut berpartisipasi dalam acara ini.
Sakura menuju rumahnya melalui sihir teleportasi tanpa membawa kudanya karena sebelum pulang ke rumahnya ia bertemu dulu dengan Ronan dan menyerahkan kuda putihnya.
Namun sebelum ia pergi, Ronan mengatakan sesuatu yang membuat ia kepikiran hingga sampai di rumah.
"Siapa yang sudah menculik para wanita dalam kurun waktu seminggu belakangan ini? Dan kenapa yang di culik adalah wanita dari kalangan menengah kebawah saja? Para guild sudah mencari keberadaan penculik itu namun tidak ada petunjuk yang jelas! " gumam Sakura lirih sambil duduk di balkon kamarnya.
Saat ia mendatangi kamarnya melalui teleportasi, Sakura buatan nya sedang tertidur sehingga saat ia sampai di dalam kamarnya ia langsung menghilangkan Sakura palsu dengan sihirnya.
"Nona, apa Nona tidak pergi ke ibukota untuk melihat persiapan pesta penyambutan musim dingin? " tanya Betty yang masuk membawakan camilan untuk Nona mudanya yang baru saja kembali.
Saat ia ingin membersihkan kamar Sakura, ia terkejut mendengar Sakura memanggil namanya. Pasalnya Sakura buatan tidak bicara kecuali senyum, mengangguk dan menggeleng saja kepada siapapun yang ia temui karena Sakura yang membuat nya seperti itu agar tidak ada seorangpun yang mencurigai nya.
"Tidak Betty! Bukankah kakak yang pergi ke sana? " jawab Sakura sambil bertanya kembali.
"Benar Nona! Nona sulung di jemput langsung kereta istana atas suruhan Tuan Putri Asteria untuk ke ibukota! Tuan muda bahkan juga ikut ke ibukota karena ingin membantu Pangeran pertama di sana! " jawab Betty dengan merapikan rambut Sakura.
"Bagus lah kalau begitu! Oh ya, selama aku pergi apakah ada kabar atau rumor yang terjadi di ibukota atau di wilayah kita? " sahut Sakura dengan bertanya lagi pada Betty.
"Tidak ada Nona! Hanya saja beberapa hari lalu saya mendengar rumor kecil kalau beberapa wanita dari rakyat menengah hingga rakyat kecil menghilang tanpa jejak pada saat menjelang malam! Karena yang menghilang bukan anak pejabat maka beritanya tidak terlalu banyak orang yang tau karena merasa itu tidak penting! " jawab Betty dengan nada pelan.
"Hmm... Begitu kah?? " sahut Sakura seraya mengetuk dagunya dengan jari telunjuk.
"Benar Nona! Tidak hanya itu saja, saya juga mendengar hal aneh jika wanita yang hilang itu wanita yang lewat waktu untuk menikah alias berumur 19 tahun ke atas! " ujar Betty lagi yang membuat Sakura terbelalak kaget.
"Benarkah??? Darimana kau tahu berita itu Betty?? Apakah itu benar atau hanya rumor saja? " tanya Sakura dengan wajah serius.
"Saya mendengar langsung di kedai makan saat saya pergi kepasar bersama Rein! Kalau Nona tidak percaya tanyakan saja pada Rein karena ia juga mendengar pembicaraan orang-orang tersebut yang tidak lain keluarga korban! Adik perempuan nya tiba-tiba menghilang, Kakak perempuan nya juga menghilang padahal ia masih di dalam rumah saat kakaknya pergi kerja! Mereka bahkan sudah melapor pada pihak keamanan namun tanggapan mereka hanya berupa angin lalu karena mereka tidak punya uang untuk membayar biaya dalam pencarian korban! " jawab Betty juga dengan wajah serius.
Betty segera melakukan perintah Nona muda nya yang tampak begitu tidak bersahabat. Sakura segera mandi karena semuanya sudah di siapkan oleh pelayan yang biasanya. Ia langsung memakai pakaian yang sengaja ia bikin sendiri tetapi di jahit oleh Rein sebelum ia pergi bersama Ronan waktu itu.
"Kau pintar sekali menjahit nya Rein! Jahitan mu rapi dan kuat! Tidak kalah dengan jahitan para penjahit yang memang khusus membuat pakaian jadi! " puji Sakura saat memakai pakaian dengan celana yang mirip dengan pakaian yang di pakai Bae Suzy dalam syuting dramanya.
"Ah... Nona terlalu memuji! Jahitan saya masih terlalu jelek jika di bandingkan dengan jahitan penjahit pakaian yang terkenal! " jawab Rein dengan wajah malu-malu.
"Tapi, ngomong-ngomong dari mana Nona kepikiran membuat pakaian seperti itu yang di Kekaisaran kita tidak ada yang memakainya? Apalagi gambar yang Nona buat juga bagus sekali! " tanya Rein dengan menatap Sakura agak lama.
"Haish... Mati aku! Masa iya aku bilang pernah nonton film orang memakai pakaian ini saat menjadi Sakura Dirgantara.. ! Bisa di anggap gila aku! Haish, susah benar kalau kembali ke zaman kuno kayak gini! " batin Sakura dengan merutuk dirinya sendiri.
"Oh, tiba-tiba saja aku mimpi lihat orang pakai pakaian kayak gini! " jawab Sakura dengan asal.
"Benarkah?? Kalau gitu, nanti saat Nona mimpi lagi tolong bikin lagi gambar pakaian orang yang ada dalam mimpi Nona! " sahut Rein dengan wajah berbinar percaya langsung dengan jawaban asal Sakura.
Mata Sakura membulat mendengar ucapan antusias Rein yang mempercayai nya dengan sangat mudah.
"Iya, kamu tenang saja! " jawab Sakura dengan setengah hati.
"Nona.. ! Ini perlengkapan anda dan ada beberapa camilan di dalamnya untuk menemani perjalanan Nona! " ucap Betty dengan menyerahkan kotak ukuran sedang pada Sakura.
Sakura mengangguk pelan karena malas membawa kotak tersebut, namun karena tidak ingin Betty kecewa ia pun meraihnya.
"Ya ampun... ! Begini banget kalau gak ada tas di jaman ini! Kemana-mana harus bawa kotak yang berat gini! Kalau ada Tas kan enak tinggal di gendong aja! " batin Sakura dengan menghela napas berat.
Sakura memakai pakai tradisional yang di pakai Bae Suzy dalam drama nya menyamar menjadi pria. Sakura juga demikian, ia mengikat kedua rambut hitamnya ke atas persis seperti Suzy, hanya saja yang membedakannya ia memakai cadar untuk menutupi sebagian wajah nya kecuali matanya.
Criiing.... Wush....
Dalam sekejab Sakura sudah menghilang dari kamarnya dan muncul di pinggiran Ibukota Kekaisaran yaitu Kota Airones.
Bersambung...