Kesempatan Kedua Putri Sakura

Kesempatan Kedua Putri Sakura
Memberikan pertolongan


Para pengawal yang mengeroyok Ronan tampak berunding dengan teman-temannya. Pengawal yang botak tampak tersenyum miring dengan mempunyai maksud terselubung.


"Baiklah, kami akan melepaskan pencuri ini untuk mu Nona! Asalkan kau membayar nya dengan 15 keping emas! " Jawab pengawal yang botak dengan angkuhnya.


"Ka-kalian semua bajingan!! Bagaimana bisa kalian memeras Nona ini sebanyak itu, padahal sesungguhnya tanaman itu tidak berharga sama sekali untuk tuan kalian apa lagi di hargai dengan 15 keping emas! " teriak Ronan dengan marah sambil berusaha untuk bangun.


"Awww.... ! " rintihnya dengan memejamkan mata sambil memegang perutnya yang sakitnya menembus tulang.


"Jangan banyak bergerak! Tetap lah di sini, dan biarkan aku mengurus nya! " sahut Rara dengan nada datar dan berjalan mendekati kelompok pengawal yang keroyokan tadi.


Tampak mereka tersenyum senang melihat Rara mendekati mereka karena mengira Rara menerima syarat dari mereka dengan 15 keping emas.


Begitu Rara mendekat, ia langsung memberikan bogem mentah pada rahang pria botak dengan tidak terlalu kencang hingga membuat nya terlempar ke tanah dengan posisi yang tidak elit.


"Dasar gadis kurang ajar! Ayo serang dia karena sudah berani memukul ketua! " teriak temannya berambut biru.


Pukulan demi pukulan di layangkan kepada Rara namun semuanya dapat ia elakkan dan langsung memberikan tendangan maut di perut pria berambut merah hingga pria itu mengaduh kesakitan dengan memegang perutnya.


Melihat salah satu temannya seperti itu, temannya yang lain kembali melayangkan pukulan nya pada Rara dengan penuh emosi. Satu orang di keroyok dua orang karena yang berambut merah membungkuk kesakitan memegang perutnya. Pria yang botak segera bangkit dengan tangan terkepal dan perasaan terhina di pukul oleh seorang perempuan yang lemah.


"Cuih... ! Perempuan sialan!! " teriaknya setelah meludah darah akibat rahangnya yang sepertinya sedikit bergeser.


Ia membantu teman-temannya dengan menyerang Rara dari belakang. Rara yang tingkat kepekaannya yang tajam langsung menunduk hingga layangan pukulan pria botak mendarat pada temannya yang berambut biru.


"Aaaagggghhhhh... " jerit pria berambut biru dengan kencang karena mendapat pukulan di hidungnya hingga langsung berdarah dengan begitu kencang.


"Kurang ajar! " umpat pria botak dengan emosi di ubun-ubun.


Rara tersenyum menyeringai di balik cadarnya namun matanya tampak tenang dan santai. Ronan melongo tidak percaya melihat betapa santainya Rara menghadapi serangan pengawal yang menghajarnya dengan keroyokan yang tubuh mereka besar nya dua kali lipat dari tubuh mungil Rara.


"Siapa perempuan itu? Ilmu beladiri nya hebat sekali meskipun ia seorang wanita! Baru pertama kali di dalam hidup ku melihat seorang wanita pintar beladiri! Aku harus di pihaknya apapun caranya! Dimasa depan kelak tidak akan ada orang yang berani merendahkan pria miskin seperti aku jika aku bersama nya! " ucap Ronan dalam hati dengan melihat Rara penuh kekaguman.


Tidak hanya Ronan, perempuan dan laki-laki yang ber kerumunan ikut terpana melihat Rara tidak sedikitpun terkena pukulan para pengawal itu. Bahkan pengawal tersebut lah yang terkapar di tanah dengan tubuh babak belur.


Aksi Rara juga di saksikan oleh para pengawal kediaman Duke Airos. Mereka tersenyum bangga melihat Nona muda mereka mengalah kan pengawal sombong tersebut hingga terkapar dan tidak bisa bergerak.


"Wah, Nona hebat sekali! Pertama kalinya aku melihat seorang wanita pintar bela diri dan mengalahkan pria yang berbadan besar tanpa lecet sedikitpun di tubuhnya! " bisik orang-orang yang melihat nya.


"Iya, hebat sekali! Tapi siapa Nona itu? Wajahnya tertutup kain dan hanya memperlihatkan matanya saja, sedangkan rambutnya tertutup topi! Aku penasaran siapa Nona itu?? " ucap salah satu dari orang-orang yang menonton dengan hati bertanya-tanya.


"Kalian jangan berisik, nanti kalian bisa habis karena meng gosipkan Nona itu! Sepertinya Nona itu bukan Nona biasa walaupun pakaian nya terlihat sederhana! " jawab salah satu kerumunan itu pada perempuan yang berbisik di dekat nya.


Perempuan itu langsung terdiam dan matanya tetap fokus pada Rara yang masih berdiri tegak di tengah-tengah pelaku pengeroyokan dengan dagu terangkat.


Ia berjalan mendekati Ronan yang sudah terduduk tapi belum bisa berdiri karena kakinya tidak bisa di gerakkan karena di pukul dengan kayu tadi oleh pria rambut merah.


"Terima hamba menjadi orang mu Nona! Hamba akan memberikan kesetiaan dan nyawa hamba untuk Nona asalkan hamba menjadi orangnya Nona! " ucap Ronan tiba-tiba bersujud di kaki Rara sebelum Rara membuka mulutnya.


"Jangan banyak bergerak! Tunggu disini karena aku akan memanggil pengawal ku! " sahut Rara tanpa menjawab ucapan Ronan tadi.


Rara berjalan mendekati kereta kuda nya sambil mengusir kerumunan orang dan memanggil para pengawalnya.


"Kalian berdua! Cepat kemari dan bantu aku membawa laki-laki itu mendekat ke kereta kita! " panggil Rara dengan kencang pada pengawal ayahnya.


"Baik Nona! " jawab mereka berdua patuh.


Mendengar suara Nona mudanya, Betty bergegas keluar dari kereta dan menunggu di luar. Dua pengawal berjalan mengikuti Rara menuju laki-laki yang di keroyok tadi.


"Jangan memaksa untuk berjalan karena kakimu itu patah! Kalian berdua papah dia menuju kereta! " ucap Rara pada Ronan dan memberikan perintah pada pengawalnya.


"Baik Nona! " jawab mereka patuh dan langsung memegang lengan Ronan kiri dan kanan.


Ronan juga patuh pada perintah Rara untuk tidak berusaha berjalan dengan kakinya yang kanan. Ia bertanya-tanya dalam hatinya apakah Rara mau menerima permintaan nya tadi.


"Jangan berpikir yang macam-macam untuk saat ini! Fokus lah pada pemilihan mu dulu! Fisikmu harus sehat dan bugar sebelum menjadi orang ku! " ucap Rara santai yang membuat mata Ronan membulat karena kaget.


"Ba-bagaimana Nona bisa tau pikiranku? Apa Nona seorang cenayang?? " tanya Ronan dengan wajah terkejut.


Pletak!!!


"Aww.... " rintih Ronan dengan mengusap keningnya yang di sentil Rara.


"Aku bukan cenayang seperti yang kau katakan! Aku tahu dari raut wajahmu dan kerutan di kening mu! " jawab Rara jengah.


Ronan merenggut mendengar jawaban Rara hingga membuat dua pengawal yang membantunya mengulum senyum.


"Masuk ke dalam kereta karena kita akan mencari penginapan sementara untuk dirimu! Ayo Betty kita harus cepat sebelum orang-orang bodoh itu datang bersama Tuan nya! " perintah Rara pada Ronan dan Betty yang berdiri di depan pintu kereta.


Pengawal mendudukkan Ronan di dalam kereta, Betty ikut masuk terlebih dahulu lalu di susul dengan Rara. Para pengawal menaiki kuda nya yang berjalan di depan kereta menuju penginapan di desa Tarake.


Mereka berhenti di sebuah penginapan sederhana yang letaknya tidak terlalu dekat dengan pasar yang ramai.


"Pergilah untuk menyewa satu kamar di dalam Betty! Gunakan kamar yang besar dan lebih privasi ! " perintah Rara dengan menyerahkan sekantung uang.


"Baik Nona! " jawab Betty patuh.


Ia langsung keluar dan masuk kedalam penginapan untuk menyewa sebuah kamar sesuai permintaan Nona nya. Rara menunggu dengan tenang di dalam kereta sambil memejamkan matanya. Ronan hanya diam karena sungkan untuk memulai pembicaraan dengan Nona yang sudah menyelamatkan nya tadi.


"Terimakasih Nona sudah mau menolong ku! Meskipun tertutup kain, aku yakin jika Nona wanita yang sangat cantik! Suaranya sangat lembut walaupun terdengar tegas dan berani! Di masa depan aku akan selalu melindungi Nona dengan nyawaku menjadi taruhannya! " ucap Ronan dalam hatinya.


Bersambung...