Kesempatan Kedua Putri Sakura

Kesempatan Kedua Putri Sakura
Pengganggu


Seluruh tubuh pimpinan bandit berlumuran darah segar hingga tubuhnya jatuh ke tanah dengan mata melotot dan tidak bernyawa.


Uhuk...


Sir Nathaniel memuntahkan darah segar dari mulut nya. Duke Airos menoleh kebelakang dan terkejut melihat kepala Ksatria nya memuntahkan darah segar. Freddy memegang kedua bahu Sir Nathaniel dengan wajah cemas.


"Tuanku, bagaimana ini?? Sir Niel sangat memprihatinkan saat ini! Saya takut panah ini mengandung racun karena tidak biasanya orang yang terkena panah memuntahkan darah segar! " ucap Freddy dengan nada cemas.


Duke Airos mendekati Sir Nathaniel dan menggenggam tangan nya.


"Bertahanlah Niel! Aku tidak akan membiarkanmu mati semudah ini! " ucap Duke dengan penuh tekad.


Duke kemudian bangkit dan melihat hanya rombongan nya saja yang ada di lokasi tersebut. Sepertinya para bandit langsung kabur begitu melihat pimpinan mereka mati dan itu terbukti dengan hilangnya mayat pimpinan mereka yang di bunuh Duke Airos tadi.


"Kalian semua, ayo cepat buat tandu darurat sekarang juga! Fred, pindahkan Niel ke bawah pohon itu dan patahkan sedikit ujung panah itu agar tidak merepotkan! " perintah Duke pada ksatria nya dan juga Freddy.


"Siap Yang Mulia... " jawab semua ksatria nya dengan patuh.


Meskipun malam tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengumpulkan kayu membuat tandu darurat agar bisa membawa pimpinan mereka ke desa terdekat untuk mendapatkan pertolongan.


"Seharusnya aku membawa Pascal ikut bersama ku! " gumam Duke menyesal tidak membawa pengguna sihir penyembuh keluarga nya.


"Tuanku.. ! Jangan menyalahkan diri sendiri! Selama saya mengikuti Tuan, ini pertama kali nya kita mendapatkan masalah seperti ini! Saya yakin Sir Nathaniel akan sembuh seperti sediakala! " ucap Freddy mencoba menghibur Tuannya.


"Semoga saja yang kau ucapkan itu benar Fred! " sahut Duke dengan nada pasrah.


Salah satu ksatria nya melaporkan jika tandu darurat sudah selesai dan mereka bisa membawa Sir Nathaniel menuju desa terdekat yang di perkirakan jauhnya sekitar dua jam perjalanan.


"Ayo semuanya berangkat! Bagi yang tidak terluka bantu rekan kalian yang mendapatkan luka berat untuk berjalan! Dan jika yang menderita luka ringan usahakan untuk bertahan sampai ke desa terdekat! " seru Duke kepada rombongannya.


"Baik Yang Mulia... ! " jawab mereka semua dengan patuh.


🌱🌱🌱


Sementara itu Sakura dan Ronan melakukan perjalanan hanya di malam hari karena siangnya mereka gunakan untuk beristirahat, merawat kuda-kuda mereka dan mengumpulkan bekal makanan untuk malam harinya. Mereka sudah melakukan perjalanan selama dua hari melewati beberapa desa dan sekarang mereka sedang menuju perbatasan wilayah utara yaitu desa Muso yang mempunyai banyak hutan-hutan di sekelilingnya nya.


Saat siang hari Sakura menunggu Ronan di atas pohon untuk tidur karena Ronan yang bertugas mencari makanan untuk mereka dan kuda-kuda nya.


Sekarang ini mereka baru saja melewati penghujung desa Tarake karena sebelum memasuki desa Hime di wilayah Timur mereka harus terlebih dahulu melewati jalan lurus yang nantinya akan melewati dua arah. Arah kanan menuju wilayah utara dan arah lurus menuju wilayah timur yaitu desa Hime. Untuk sampai ke dua arah tersebut, mereka harus melewati hutan lebat yang sering di jadikan para bandit untuk merampok kereta para bangsawan yang lewat.


"Nona! Apa kita akan tetap menunggu gelap untuk memulai perjalanan lagi? " tanya Ronan saat sedang memberi minum kuda-kuda mereka.


"Tentu saja! Aku tidak mau membuat perhatian semua orang dengan berjalan di siang hari dalam keadaan seperti ini! " jawab Sakura santai tanpa membuka matanya.


"Nona, apa tidak panas dari kemarin malam berpakaian tertutup seperti itu? " tanya Ronan dengan raut wajah penasaran.


"Tidak! " jawab Sakura singkat.


Ronan langsung menutup mulutnya mendengar jawaban singkat Nona nya karena ia langsung paham jika Sakura tidak suka banyak bicara. Ia kembali fokus memberi minum kuda-kuda mereka sebelum gelap.


Karena belum ada jam, Sakura mengandalkan sinar matahari untuk menentukan waktu. Jika mataharinya terik berarti sekitar jam 12 lewat, dan jika matahari bergerak ke arah barat berarti sore akan berganti menjadi malam. Karena matahari sudah berada di ufuk barat, Sakura melompat ke bawah dengan sangat cepat untuk bersiap-siap melanjutkan perjalanan nya.


"Ayo bersiap karena sebentar lagi malam akan datang! " ucap Sakura dengan berjalan menuju kuda putih nya.


Ia mengusap lembut surai panjang kudanya dengan menatap lekat kuda tersebut seolah-olah sedang berbicara melalui tatapan mata.


Ia naik keatas kudanya dan berjalan pelan mengitari tempat tersebut sambil menunggu Ronan siap. Begitu melihat Ronan menaiki kudanya, Sakura langsung menarik tali kekang kuda nya dan kuda nya langsung berlari cepat seakan mengerti perintah tuannya.


"Nona! Tajam kan insting di sekitar Nona karena kita akan memasuki hutan yang sering digunakan bandit untuk merampok! " teriak Ronan dari belakang.


Sakura mengangkat sebelah tangan nya seakan memberi tanda jika ia tahu. Kuda putihnya semakin berlari kencang menembus kegelapan malam.


Bahkan ketika memasuki jalan yang di sekelilingnya adalah hutan, kudanya tetap berlari kencang tanpa bisa di rem karena kedua kaki Sakura tanpa henti menghentak dengan berayun-ayun di atas tubuh kuda tersebut. Melihat kuda Nona nya tetap berlari kencang, Ronan kembali menghentak kan kedua kakinya agar kuda nya ikut berlari mengejar ketinggalan.


Mata Sakura memancarkan cahaya kuning saat memasuki kawasan hutan bagian dalam yang artinya ia bisa melihat dalam kegelapan meskipun itu hanya seekor semut. Saat melewati hutan yang begitu sunyi dan sepi, tiba-tiba mata Sakura melihat pergerakan beberapa orang dengan jarak lima meter di depan nya.


Ia tersenyum menyeringai di balik penutup wajahnya dan menarik tali kekang kuda nya agar berhenti berlari dan berjalan saja.


"Hehehehe... Sepertinya ada yang mau jadi pengganggu rupanya! " gumam Sakura dengan seringai devil nya.


Ia mengangkat tangannya memberikan kode agar Ronan mendekati nya dan tak lama Ronan berjalan di sisi kiri nya.


"Bersiaplah karena kita kedatangan tamu, eh salah tapi kita yang sebagai tamu! " ucap Sakura dengan terkekeh kecil.


Ronan langsung waspada dan ikut menyeringai mendengar ucap Nona nya yang terdengar lucu di telinga nya.


Wush.... Wush.... Wush.... Brak... Brak...


Suara desingan puluhan tombak dari air melesat kearah mereka berdua dan langsung di tepis Sakura dengan sekali gerakan tangan nya hingga tombak air tersebut menancap di pepohonan hingga patah.


"Berhati-hatilah Nona karena sepertinya sihir mereka berada di tingkat menengah! " ucap Ronan dengan berjaga-jaga dengan sihirnya.


"Tenang saja! Mereka bukan lawan ku dan aku juga tidak berniat membunuh mereka, hanya memberikan pelajaran sedikit saja! " jawab Sakura dengan santai.


Ia langsung mengangkat sebelah tangannya keatas dan dalam hitungan detik sebuah benda panjang terbuat dari es sudah di tangannya.


Dengan kekuatan tenaga dalam nya Sakura melemparkan es yang panjang tersebut kearah depan dan terdengar suara teriakan dan pekikan dari dalam hutan.


Brak... Brak... Akkhhh...


"No-nona, si-sihir es?? " ucap Ronan dengan keringat sebesar biji jagung menatap Sakura dengan wajah tidak percaya.


"Sssttttt... Jangan keras-keras! Ini sihir rahasiaku! Ayo kita jalan karena mereka tidak apa-apa, palingan besok pagi es itu akan mencair kembali! Hehehehe... " sahut Sakura dengan terkekeh kecil.


"Ya Tuhan! Siapa sebenarnya Nona Sakura ini?? Kenapa banyak sekali rahasia yang ia sembunyikan dari orang-orang! Bagaimana bisa ia punya elemen es yang tidak di miliki oleh siapapun di Kekaisaran ini?? Setahuku hanya mendiang Kaisar terdahulu yang mempunyai elemen es yang langka itu! Dan sekarang Nona Sakura yang memiliki elemen es ! Suatu keberkahan aku menjadi bawahan orang hebat seperti Nona! Entah kenapa firasat mengatakan jika masih ada rahasia lagi yang di simpan Nona Sakura selain elemen es dan sihir penyembuh! " batin Ronan dengan mengelap keringat di dahinya.


"Kenapa kau melihat ku seperti itu?? Simpan saja pertanyaan mu itu di dalam benak mu karena saat ini aku tidak minat untuk bercerita! Ayo kita lanjut lagi perjalanan kita! " ucap Sakura dengan nada dingin yang membuat Ronan tersadar dari lamunannya.


Bersambung...