Kesempatan Kedua Putri Sakura

Kesempatan Kedua Putri Sakura
Ini rahasia kita..


Rara membawa Ronan ke sebuah kamar yang sudah di pesan Betty dengan membayar dua koin perak.


"Letakkan dengan hati-hati di atas sofa sana! Dan kau ambil kursi itu dan letakkan di depan sofa! Kalian tunggu di luar bersama Betty! Aku ada perlu dengan pria ini berdua! " perintah Rara pada pengawal yang membawa Ronan.


Mereka mengangguk patuh dan langsung keluar dari kamar tersebut bersama Betty.


Begitu pintu sudah tertutup rapat, Rara langsung memberikan sihir perlindungan agar percakapan mereka tidak bisa di dengar siapapun selain mereka berdua.


"A-anda mempunyai si-sihir?? " tanya Ronan dengan wajah shock.


Rara hanya mengangguk dan mendekati kaki kanan Ronan yang ia letakkan di sebuah kursi tadi. Dengan menutup matanya Rara menyentuh kaki yang patah tadi dengan tiga jarinya yaitu telunjuk tengah dan jari manis. Sebuah cahaya berwarna kuning terlihat pada kaki Ronan saat Rara menyentuhnya dengan kekuatan yang ia miliki.


Perlahan tapi pasti Ronan tidak lagi merasakan sakit pada kaki kanan nya dan Rara membuka matanya kembali bersamaan dengan hilangnya cahaya kuning tadi.


"Sihir penyembuh?? " ucap Ronan bertambah shock hingga wajahnya memucat seperti mayat hidup.


"Iya, ini sihir penyembuh level 3! Salah satu kemampuan rahasia milik ku! Katakan siapa namamu! Dan kenapa kau bisa di keroyok mereka! " sahut Rara sambil bertanya nama Ronan dan ber pura-pura tidak mengenalnya.


"Nama saya Ronan De Aglerio Nona! Terimakasih sudah menyembuhkan kaki saya Nona! Saya benar-benar ingin menjadi orangnya Nona! Mohon terima saya Nona! " jawab Ronan dengan langsung bersimpuh ala seorang ksatria.


"Kalau aku tidak mau kau mau apa?? " pancing Rara dengan kedua tangan di lipat di dada.


"Saya akan terus memaksa Nona agar mau menerima saya menjadi orangnya Nona! Saya rela melakukan apapun asalkan Nona mau mengambil saya menjadi orangnya Nona! Saya akan melayani Nona dengan taruhan nyawa saya! " jawab Ronan dengan sungguh-sungguh.


"Hahahaha... Aku suka tekad mu yang sungguh-sungguh itu! Aku akan menerima mu sebagai orang ku untuk menjadi pengawal bayanganku! Tapi dengan satu syarat yang harus kau penuhi ! " ucap Rara dengan tertawa kecil.


"Saya akan menerima apapun syarat dari Nona asalkan saya menjadi orang Nona! Saya tidak akan pernah melupakan kebaikan seseorang kepada saya seumur hidup saya Nona! " jawab Ronan dengan mantap.


"Apa kau tidak takut jika syarat ini merugikan mu? " pancing Rara lagi untuk melihat keteguhan Ronan.


"Tidak Nona! " jawab nya cepat tanpa keraguan.


"Hmm, baiklah! Mulai hari ini hingga akhir hidupmu, kau akan menjadi pengawal bayangan ku! Berikan tangan mu padaku! " ucap Rara dengan tegas.


Ronan memberikan tangan kanan nya pada Rara dengan langsung di ambil Rara dan menekan titik nadinya. Sebuah cahaya hijau muncul pada titik nadi pergelangan tangan Ronan beberapa saat hingga Rara melepaskan nya.


"Tato mawar hitam itu adalah pengikat mu menjadi orang ku! Jika kau berniat berkhianat seujung kuku pun, tato tersebut akan muncul dan racun nya langsung aktif ke dalam aliran darahmu! Dalam hitungan detik kau akan lumpuh total hingga hanya dalam lima menit nyawamu sudah melayang menuju keabadian! " ucap Rara dengan mata tajam.


"Baik Nona! Saya tidak akan pernah berkhianat dan akan selalu setia pada Nona! " jawab Ronan menundukkan kepalanya.


"Bagus! Ini adalah rahasia kita, dan Rahasia kan apa yang terjadi hari ini karena kaulah orang pertama yang tahu semua kemampuan ku. Oh ya, apa kau punya keluarga selain dirimu? " ucap Rara sambil bertanya.


"Saya hanya punya adik perempuan yang berusia 15 tahun Nona! Orang tua saya mati di bunuh bandit saat saya berumur 10 tahun dan adik saya baru berumur 1 tahun. Saat ini kami hanya tinggal berdua saja, kami tinggal di pinggir hutan desa Lizard wilayah Utara dekat dengan hutan ilusi yang terlarang. Saya juga bawahan dari kelompok guild Bulan perak yang sangat terkenal itu Nona! " jawab Ronan tanpa ada kebohongan.


"Tentu saja aku tau siapa adikmu Ronan! Perempuan manis yang mati karena menolongku saat seseorang menaruh racun pada minuman ku di pesta perayaan ulang tahun Liliana! Karena kebodohanmu dan kebucinan mu pada Liliana kau tidak menyelidikinya kenapa adikmu lah yang terkena racun itu dan bukan aku! Kau bahkan dengan entengnya mengatakan jika adikmu terkena sakit biasa atas hasutan Liliana! " ucap Rara dalam hatinya dengan tangan terkepal erat.


"Bawa adikmu padaku Ronan! Akan aku jadikan ia pelayan pribadiku dan pergilah pulang untuk menjemput nya! Bawa ia ke kediaman Duke Airos di desa Hatake! Ia akan tinggal bersama ku saat itu juga dan kau masih bebas bekerja di guild Bulan perak! Kau hanya datang padaku jika aku memanggil mu dan harus siap kapanpun aku membutuhkanmu! " ucap Rara dengan tegas di balik cadarnya.


"Duke Airos??? " tanya Ronan membeo.


"Iya, Duke Airos ayahku! Aku Sakura De Airos Putri bungsu Duke Airos! " jawab Rara lagi.


Mendengar jawab Rara Ronan langsung sembah sujud di bawah kakinya.


"Maafkan kelancangan saya Nona yang tidak tau jika anda Putri Tuan Duke! " ucap Ronan benar-benar menyesal.


"Bangkit lah! Aku bukan dewa yang harus kau sembah seperti itu! Ayahku memang orang terhormat dan juga terkenal, tapi bukan berarti aku juga terkenal dan di hormati seperti ini! Ayo bangkit! " sahut Rara dengan santai.


"Baik Nona! " jawab Ronan patuh.


"Baiklah, kalau begitu aku mau pulang dulu dan kau silahkan istirahat dulu di sini karena aku sengaja hanya menyembuhkan kaki mu bukan anggota tubuhmu yang lain! Aku tau kau orang yang kuat dengan luka di tubuhmu itu! Aku tidak mau orang lain dan guild Bulan perak curiga jika melihat dirimu sembuh total tanpa ada bekas luka! " ucap Rara seraya bangkit dari duduk nya.


"Baik Nona! Saya mengerti ucapan Nona! Terimakasih sudah mau menerima saya dan adik saya Nona! " jawab Ronan menundukkan kepalanya.


Rara hanya berdehem dan kembali menghilangkan sihir kedap suara. Ia memanggil Betty hingga Betty membuka pintu kamar tersebut dan mereka keluar dari kamar itu tanpa banyak bicara.


"Ronan De Aglerio! Akan aku jadikan adikmu asisten rahasia ku selain pelayan pribadi di mata semua orang! Dia akan menjadi tangan kananku selain dirimu karena akan mengurus hal-hal berbau perempuan bangsawan pada umumnya! Ia akan menjadi mata dan telinga ku di setiap pertemuan dengan putri bangsawan! Liliana De Salomon, bersiaplah untuk menerima balasan atas kejahatan mu di masa lalu pada ku! " seringai Rara dalam hatinya.


Bersambung...