
Selama ia menghisap bisa ular pada lengan pria yang memakai topeng, selama itu pula mata pria itu tidak lepas memandang wajah cantik di hadapan nya terutama mata hijau emerald nya yang menyihir hatinya.
Warna hijau terang dengan unsur kebiruan di tambah rambut langka hitam pekat nya membuat wajah tersebut semakin cantik dan bersinar. Terlebih lagi ia mencium aroma vanila yang menenangkan keluar dari tubuh gadis kecil itu.
"Henry.. Apa kau tahu siapa gadis itu? " tanya Putra Mahkota Julian pada Ksatria utama nya.
"Maaf Yang Mulia, saya tidak tahu! Tapi, melihat dari rambut nya sepertinya gadis itu adalah Putri Duke Airos dari wilayah Barat. Hal itu karena di Kerajaan kita hanya Duke Airos dan keturunannya lah yang memiliki rambut hitam pekat seperti itu! " jawab Henry dengan jujur.
"Hmmm begitu rupanya! Cari tahu lebih banyak siapa nama gadis itu dan siapa nama nya! " perintah Putra Mahkota sembari memejamkan matanya.
"Baik Yang Mulia! " jawab Henry menunduk patuh.
"Ini aneh, sejak kapan Yang Mulia Putra Mahkota bicara sebanyak ini! Apalagi ini tentang seorang gadis yang masih kecil! Atau jangan-jangan Yang Mulia seorang pedofil yang suka dengan anak kecil?? Astaga! Ini benar-benar menggelikan! Manusia yang terkenal dingin, kejam, irit bicara mendadak aneh seketika tertarik dengan anak kecil! " batin Henry dengan wajah tidak percaya.
Ia pun beranjak dari sisi Putra Mahkota sembari menunggu bantuan kereta kuda karena Putra Mahkota tidak memungkinkan untuk naik kuda dengan kondisi yang seperti ini.
Sepuluh menit kemudian suara derap kaki kuda terdengar mendekati mereka dan terlihat kusir menghentikan jalan kuda begitu melihat Ksatria Putra Mahkota berdiri tegak di depan nya.
"Bukakan pintu keretanya! " perintah Henry pada beberapa prajurit yang baru turun dari kuda nya.
Henry berjalan mendekati Putra Mahkota yang terbaring dan memapah nya untuk masuk ke dalam kereta kuda karena Putra Mahkota Julian tidak suka di sentuh sembarang orang termasuk prajurit sekalipun.
Makanya saat Sakura menyentuh nya tanpa merasa takut membuat nya terpesona dan menyihir nya hingga membuat nya begitu tertarik dengan pesona gadis itu.
Henry memang meminta bantuan sebelum Rara datang menghampiri mereka dan ia segera memerintah kan agar cepat ke tempat Dokter yang biasa menangani keadaan Putra Mahkota.
Putra Mahkota sengaja tidak langsung pulang ke istana karena tidak ingin di tangani oleh dokter kerajaan yang pastinya akan melebih-lebihkan keadaannya.
🌱🌱🌱
Sementara itu, Rara yang kelelahan berjalan-jalan memutuskan untuk pulang ke desa Hatake dengan berjalan kaki.
"Huh... Capek juga jalan-jalan kayak gini! Tapi laki-laki yang di gigit ular tadi siapa ya?? Kok pakai topeng gitu? Yang kelihatan cuma mulut sama mata nya saja! Apa dia muka nya penuh dengan jerawat beruntusan atau kena luka bakar sampai pakai topeng segala! Haish.. Karena terlalu fokus mengeluarkan bisa ular tadi aku gak sempat lihat warna matanya! " gerutu Rara tiba-tiba kesal mengingat semua itu.
Ia berjalan sambil menghentak kaki dan terkadang menendang kerikil yang di jalan dengan kaki nya.
"Astaga Nona! Nona kemana saja?? Saya sampai takut Nona kenapa-napa?? Nona hampir membuat saya mati terpenggal! " seru Betty dengan muka mau menangis saat melihat Rara dari kejauhan.
"Maaf Betty.. ! Aku janji tidak akan meninggalkan mu lagi! Aku kesal karena ke pasar harus di kawal sebanyak itu! Memang nya aku ini Putri Raja sampai di kawal kayak gitu! " jawab Rara dengan wajah menyesal pada Betty.
"Tidak apa-apa Nona! Saya hanya khawatir saja karena takut Nona kenapa-napa! " sahut Betty dengan memegang tangan Rara.
"Kalau begitu ayo kita pulang! " ajak Rara sembari berjalan mendekati kereta kuda milik Duke Airos.
Mereka pun kembali ke kediaman mewah Duke Airos dan semenjak saat itu Sakura alias Rara tidak diperkenankan lagi pergi ke pasar meskipun di kawal oleh prajurit kediaman nya.
Rara fokus berlatih bela diri, berpedang hingga memanah bersama Sir Nathaniel hingga waktu terlewati empat tahun lama nya. Kakak laki-laki nya Savian De Airos sudah kembali dari akademi Kekaisaran dua tahun lalu saat pesta debutante nya yang ke 19. Di Kerajaan Amoland, laki-laki melakukan pesta kedewasaan nya pada usia 19 tahun, sedangkan untuk wanita usia 16 tahun. Tapi di Kerajaan ini wanita sudah siap di nikah kan oleh orang tuanya pada usia 18 tahun sesuai peraturan dari Kaisar Maximilian. Sedang kan untuk laki-laki terserah mereka karena mereka di bebaskan alasan nya laki-laki sering berperang hingga hal tersebut menjadi penghambat mereka jika cepat-cepat berumah tangga.
Kebanyakan laki-laki di Kerajaan ini menikah pada usia 22 atau 23 tahun. Hal itu juga berlaku untuk Savian De Airos seorang Tuan Muda dari keluarga Airos.
Fisik Sakura sekarang jauh berbeda dengan empat tahun lalu, tidak hanya itu juga kemampuan nya dalam bela diri, berperang maupun memanah sudah setara dengan Sir Nathaniel. Rara begitu cepat dalam belajar hingga menjadi murid kesayangan Sir Nathaniel yang selalu ia banggakan di depan Tuan nya Duke Airos.
Hanya orang di kediaman Duke Airos lah yang tahu akan bakat Rara dalam bela diri karena Duke mewanti-wanti semua orang agar merahasiakan semuanya dari siapapun termasuk Kaisar sekali pun.
"Huh... Kemampuan Nona berkembang pesat hingga membuat saya kewalahan saat menghadapi Nona! " puji Sir Niel begitu mereka selesai latihan.
Sir Nathaniel meminta Rara memanggilnya santai dengan panggilan akrabnya Sir Niel sejak empat tahun lalu.
"Sir Niel terlalu memuji! Sir Niel bertarung dengan ku hanya dengan kekuatan setengah nya saja, makanya aku menjadi lebih unggul! " jawab Rara merendahkan diri.
Sifat Rara juga berubah menjadi lebih tenang, selalu rendah diri meskipun ia tahu kemampuan nya melebihi ekspektasi nya selama ini.
"Nona terlalu merendah! Semua yang saya katakan adalah jujur dari lubuk hati saya! Saya sangat bangga bisa melatih Nona selama ini! Selamat atas pesta debutante nya Nona muda.. " ucap Sir Niel dengan membungkuk hormat.
"Sir Niel! Sudah aku katakan jangan membungkuk pada ku karena aku tidak suka orang yang lebih tua membungkuk hormat padaku! Hal itu tidak aku sukai! " sentak Rara dengan sangat marah.
"Maaf Nona! Saya tidak akan mengulangi nya lagi! " jawab Sir Niel patuh dan berdiri kembali.
"Begitu lebih bagus! Ingat Sir Niel, hanya orang muda yang berhak membungkuk hormat pada orang yang lebih tua kecuali untuk anggota Kerajaan karena itu tugas kita untuk selalu hormat pada anggota Kerajaan walaupun mereka lebih muda dari kita! " ucap Rara lagi dengan hangat.
"Iya Nona, akan selalu saya ingat! " jawab Sir Niel dengan tersenyum bangga.
Bersambung...