
Kediaman mewah Duke De Airos..
Sehabis bangun tadi pagi Rara sudah direcoki oleh Ibu dengan pelayan pribadinya untuk bersiap-siap melakukan perawatan dari ujung rambut hingga ujung kepala yang membuatnya kesal setengah mati, namun itu semua hanya bisa ia ucapkan dalam hati.
"Pestanya kan nanti malam, kenapa aku harus bersiap-siap dari pagi?? Menyebalkan sekali! " gumamnya dengan menahan kesal.
Sekarang ini ia sedang melakukan perawatan tubuh atau jaman sekarang di sebut spa. Padahal tadi ia sudah melakukan perawatan rambut hitam indahnya selama hampir tiga jam. Sekarang giliran tubuhnya yang mengalami perawatan hingga akhirnya ia tertidur lelap.
Sementara itu Duke Airos sangat sibuk mempersiapkan lancarnya acara pesta pertama kedewasaan Putri bungsunya. Begitu juga sang Duchess dengan di bantu Nona muda pertama Savira mengontrol kesiapan perjamuan untuk pesta nanti malam.
Nona muda pertama keluarga Airos sudah bertunangan dengan Putra pertama Count De Clark. Mereka seharusnya menikah dua tahun lalu namun karena calon suaminya mendapat tugas menangani konflik di perbatasan wilayah utara dan Kerajaan tetangga. Karena itu pernikahan mereka akan di lakukan satu bulan setelah debutante Sakura di lakukan.
"Putriku... Apa malam ini Tuan Muda De Clark bisa datang ke pesta adikmu? " tanya Duchess Sabrina saat mereka sedang mengawasi para pelayan yang bekerja.
"Tentu saja bisa Ibu.. ! Ben sudah mengirimi surat jika dia akan datang menemani ku di pesta ini! " jawab Vira tersenyum malu.
"Syukur lah! Setidaknya kalian harus membicarakan persiapan pernikahan kalian yang tinggal sebulan lagi! " sahut Duchess Sabrina lega.
"Iya Ibu, Ibu tidak usah khawatir karena persiapan nya sudah 80 persen. Aku tinggal mendatangi kuil untuk meminta berkat pernikahan serta melihat kesiapan gaun pengantin ku! " ucap Vira dengan menatap lembut ibunya.
Pembicaraan mereka terpotong karena kedatangan pelayan yang membawa makanan khusus untuk menjamu anggota kerajaan yang juga ikut hadir dalam pesta malam ini.
"Taruh semuanya di sana dan pastikan tidak akan berubah rasa ataupun bau nya karena ini untuk yang mulia Pangeran dan Putri kerajaan ini! " perintah Duchess Sabrina dengan tegas.
Malam yang di tunggu pun tiba, Rara yang sedang di dandani Betty dan pelayan lainnya tersenyum puas melihat penampilan Rara yang melebihi bayangan mereka selama ini.
"Ya Tuhan Nona.. ! Saya tidak percaya jika yang ada dihadapan saya adalah Nona Sakura! " ucap Betty yang speechless dengan penampilan waw Rara.
"Kau benar Betty! Nona sangat cantik! Eh bukan sangat-sangat cantik! Selama saya hidup tidak ada perempuan yang kecantikan nya menandingi kecantikan Nona Sakura! Pasti nanti di pesta pemuda-pemuda tampan akan terpesona dengan kecantikan Nona yang tiada duanya! Bahkan Dewi Azura yang notabene Dewi kecantikan saja kalah cantik dengan Nona! " puji salah satu pelayan dengan pandangan takjub pada Rara.
"Kalian terlalu memuji! Masa gadis biasa saja seperti aku di bandingkan dengan Dewi kecantikan, pasti kalah jauh lah! Oh ya, siapa namamu! Selama ini aku sering melihat mu tapi tidak tau nama mu! " jawab Rara dengan rendah hati sembari menanyai pelayan tersebut.
"Nama saya Vidia Nona! " jawab pelayan itu dengan menunduk sopan.
"Vidia, mulai sekarang kau akan melayani ku bersama Betty! Sekarang kalian berdua akan menjadi pelayan pribadiku! " titah Rara dengan tegas.
"Terimakasih atas kemurahan hati Nona muda! Saya akan melayani Nona sepenuh hati saya dan akan selalu setia kepada Nona! " sahut Vidia dengan wajah begitu bahagia.
"Sudah, sudah! Ayo kita turun ke lantai bawah karena sepertinya acaranya akan di mulai! " ucap Rara dengan tersenyum kecil.
Sementara itu dilantai bawah, para Nona muda dan Tuan Muda yang di undang sudah pada berdatangan termasuk tunangan Vira, Benedict De Clark bersama orang tua mereka.
Tidak lama kemudian pemberitahuan akan kedatangan para Pangeran dan Putri Kerajaan Amoland terdengar kencang membuat suasana ramai menjadi terhenti sesaat.
Begitu pintu terbuka satu persatu pria tampan memasuki aula utama bersama seorang perempuan yang sangat cantik.
"Hormat pada semua Pangeran dan Putri Kerajaan Amoland, semoga berkah Dewa Zena memberkati kalian semua! " ucap semua orang menunduk hormat ala bangsawan.
"Terimakasih.. ! Angkat kepala kalian kembali! " jawab Pangeran pertama dengan ramah.
Suasana kembali riuh dan ramai karena para orang tua kembali berbincang dan saling memperkenalkan Putra Putri mereka agar bisa menjalin hubungan pernikahan melalui pesta ini. Ibarat kata pesta seperti ini sebagai ajang pencarian jodoh untuk sebagian orang di Kerajaan ini.
"Terimakasih sudah datang ke pesta ini Yang Mulia Pangeran pertama! Silahkan cicipi hidangan yang tersedia! " ucap Tuan Muda De Airos dengan sopan.
"Cukup basa basi mu Vian.. ! Sejak kapan kau bicara formal begitu padaku! " sahut Pangeran Julio kesal pada sahabat nya itu.
"Hehehehe... " Vian hanya terkekeh kecil melihat kekesalan sahabatnya itu.
Mata Pangeran Julio tertuju pada seorang perempuan cantik yang sedang berbincang mesra dengan seorang pria sembari berpegangan tangan.
Vian melihat arah pandangan mata sahabat nya hanya bisa menghela napas kasar sembari menepuk pelan bahu sahabat nya.
"Apa kau masih belum melupakan perasaan cintamu pada adik ku?? " tanya Vian agak berbisik di telinga Pangeran Julio.
"Bagaimana bisa aku melupakan nya jika nama adikmu tidak pernah luntur dari hatiku! Semakin hari perasaan ku semakin bertambah kuat! " jawab Pangeran Julio dengan wajah sendu melihat ke arah Vira dengan tunangannya.
Mereka berdua terdiam sesaat hingga akhirnya sebuah pemberitahuan keras membuyarkan keheningan tersebut.
"Sambutlah Bintang acara kita Nona muda Sakura De Airos bersama Duke Valliant De Airos dan Duchess Sabrina De Airos.. " teriak pria penjaga pintu dengan begitu lantang.
Begitu pintu terbuka, semua mata terpana dengan datang nya sesosok gadis yang sangat cantik melebihi kecantikan bidadari dengan mata bulat dengan iris hijau emerald nya, kulit seputih susu, rambut hitam pekat yang di tata indah seperti sanggul dengan beberapa anak rambut yang sengaja di uraikan dekat telinga di tambah hiasan pada rambutnya sebelah kanan membuat ia semakin cantik, bibir kecil yang merah alami dengan bentuk badan yang proporsional sebagai seorang wanita cantik bangsawan kelas atas dan gaun yang berwarna hijau muda yang sederhana namun terlihat begitu elegan dan mewah meski tidak ada hiasan batu permata seperti gaun wanita bangsawan kebanyakan selama ini.
Rara tersenyum kecil berjalan dengan diapit kedua orang tuanya ke tengah aula. Mereka berhenti di depan Pangeran dan Putri Kerajaan Amoland dan memberikan hormat ala bangsawan.
"Selamat Datang Pangeran dan Putri Kerajaan Amoland, semoga Dewa Zena memberkati kalian semua! " ucap Rara dan orang tua nya menunduk hormat.
Para Pangeran dan Putri membalas salam hormat mereka hingga saat Rara mengangkat kepala nya matanya tidak sengaja bertatapan dengan mata Pangeran ketiga Oscar Luiz Ein Emeraldy.
Tubuh Rara langsung bergetar hebat dengan kedua tangan terkepal erat tanpa ia sadari. Selama jiwanya menempati tubuh nya di masa lalu ia melupakan wajah orang yang membuatnya mati saat itu, tapi ia tidak lupa akan nama-nama mereka.
"Kenapa aku seperti benci melihat sorot mata itu? Apa ada hal yang aku lupakan setelah jiwa masa modern ku memasuki tubuh ini?? Hatiku terasa sakit dan marah secara bersamaan! " batin Rara bertanya-tanya.
Bersambung...