Kesempatan Kedua Putri Sakura

Kesempatan Kedua Putri Sakura
Sosok misterius


Putra Mahkota tiba-tiba merasakan hawa yang tidak mengenakan di Aula tempat berlangsung nya rapat internal. Saat ia mengedarkan matanya kesemua penjuru ruangan, hawa tidak mengenakan itu langsung hilang tidak berbekas.


Henry yang melihat gelagat aneh tuannya menjadi heran dan berjalan mendekati kursi Putra Mahkota.


"Yang Mulia! Anda seperti sedang mencari seseorang, siapa orang yang anda cari Yang Mulia? " tanya Henry setengah berbisik dengan menundukkan wajahnya ke telinga Putra Mahkota.


"Aku tiba-tiba merasakan hawa yang tidak mengenakan di Aula ini Henry! Saat aku mencarinya hawa tersebut langsung hilang tak berbekas! Aku khawatir ada yang penyusup masuk ke istana ini tanpa sepengetahuan kita! " jawab Julian dengan setengah berbisik karena jarak mereka tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh.


Meskipun begitu, percakapan mereka tidak akan ada yang mendengar karena kursi Julian berjarak beberapa meter dari singgasana Kaisar dan Permaisuri. Karena status nya seorang Putra Mahkota, jadi kursi Julian berbeda dengan kursi para pangeran yang lain. Julian duduk di sebelah kanan Kaisar seorang diri karena belum mempunyai Putri Mahkota. Di sebelah kiri Kaisar duduk Permaisuri dengan selir utama lalu di lanjutkan para pangeran mulai dari pangeran pertama, kedua, ketiga dan putri bungsu Kaisar.


"Entahlah Yang Mulia! Sedari tadi hamba hanya fokus pada permasalahan kekeringan di Desa Hime ini! Tapi jika itu penyusup pasti sudah ketahuan oleh penjaga bayangan milik Kaisar Yang Mulia! Atau bisa jadi seseorang itu berada di Aula ini juga Yang Mulia! " sahut Henry dengan dugaan nya.


"Mungkin saja! Ya sudah, nanti kita bicarakan lagi hal ini! " ucap Julian dengan mengibaskan tangan nya agar Henry menyudahi pembicaraan mereka.


Melihat kode Julian, tubuh Henry pun tegak kembali seperti semula dan mundur beberapa langkah kebelakang Julian.


"Hmm, feeling ku tidak pernah salah! Pasti orang itu punya niat jahat pada seseorang di ruangan ini! Tapi pada siapa?? Aku harus benar-benar menyelidiki siapa yang sudah berniat jahat di istana ini! " ucap Julian dalam hati sembari menajamkan kepekaan nya yang seperti sebuah radar.


Sementara itu orang yang di cari Putra Mahkota ternyata sudah pergi saat ia menyadari aura yang ia keluarkan tadi di rasakan oleh orang lain. Ia keluar istana dengan begitu santainya tanpa ada yang mengetahui kedatangan dan kepergian nya karena para penjaga istana mengira ia salah satu pejabat Kekaisaran.


"Tidak aku sangka bocah itu menyadari aura yang aku keluar kan tadi! Hehehehe.. Ini semakin menarik Maxime! Sepertinya aku ingin bermain-main dulu dengan keturunan mu! " gumam laki-laki itu pelan dengan tersenyum menyeringai.


Duke Airos keluar dari Aula bersama ajudannya Freddy dengan raut wajah yang tidak enak di lihat. Ia berpapasan dengan beberapa pemimpin wilayah seperti Duke Salomon dan Duke Lausanne. Grand Duke Leicester sedang bicara penting dengan Paduka Kaisar di ruangan Kaisar yang tertutup rapat.


"Sepertinya sebagai menteri pertanahan anda menjadi sangat sibuk untuk beberapa minggu ini Tuan Duke! " ucap Duke Lausanne saat setelah menyapa Duke Airos.


"Seperti begitu Duke Lausanne! Permasalahan ini membuat kepalaku sakit! Entah apa yang salah dengan Desa Hime yang selama ini tanahnya selalu subur dan tidak pernah kekeringan dan tandus seperti ini! " jawab Duke Airos dengan menghela napasnya.


"Anda benar Tuan Duke! Apalagi dari para penyihir aku dengar juga tidak bisa berbuat banyak untuk membantu mengatasi masalah ini! Belum lagi kita akan menghadapi musim dingin tiga minggu lagi! " sahut Duke Lausanne dengan nada prihatin.


"Anda benar Duke Lausanne! Oh ya, ngomong-ngomong selamat atas kelahiran Putra kedua Anda Duke Lausanne! " ucap Duke Airos dengan mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan.


"Terimakasih banyak atas ucapan nya Duke Airos! Ini adalah kebahagiaan kami setelah berusaha selama hampir 15 tahun setelah wafatnya putri pertama kami! " jawab Duke Lausanne tersenyum lebar.


"Anda dan Duchess berhak bahagia Duke Lausanne! Nanti akan ada kiriman hadiah dari saya ke kediaman Anda Duke! " ucap Duke Airos dengan tulus.


"Tidak usah repot-repot Tuan Duke! Ucapan dan doa Anda sudah membuat saya bahagia! " sahut Duke Lausanne menolak dengan halus.


"Anda tau jika saya tidak menerima penolakan Duke! Ini hanya hadiah kecil dari seorang teman! Lagipula istriku pasti marah jika aku tidak mengirimkan hadiah untuk Putra mu! " ucap Duke Airos tidak mau di bantah.


"Anda selalu bisa membuat saya tidak bisa berkutik Tuan Duke! " sahut Duke Lausanne dengan nada bercanda.


"Tentu saja! " tambah Duke Airos ikut menanggapi nya.


Mereka berdua tertawa kecil sembari berjalan di lorong istana menuju pintu keluar. Kedudukan Duke Airos lebih tinggi di banding kan dengan Duke yang lainnya, karena Duke Airos mendapatkan gelar tersebut berdasarkan keturunan keluarganya. Sedangkan Duke yang lain nya mendapatkan gelar tersebut karena hasil kerja keras mereka terhadap Kekaisaran hingga di gelar Duke oleh Paduka Kaisar. Kedudukan Duke Airos setara dengan kedudukan Grand Duke leicester selaku kerabat terdekat Permaisuri karena Grand Duke Albert De Leicester adalah kakak kandung Permaisuri Emilia Ruby Earl Emeraldy.


🌱🌱🌱


Sakura dan Savira saat ini masih di Ibukota Kekaisaran yaitu kota Airones. Mereka sekarang sedang makan di sebuah restoran di kota tersebut setelah berjalan keliling pasar sambil berbelanja.


"Makanan nya enak ya Kak! Meskipun tidak menggunakan banyak bumbu tetap terasa enak di lidah! " komen Sakura saat memakan daging bakar dengan begitu lahap.


"Tentu saja, apalagi kakak dengar ini restoran yang populer di kalangan para bangsawan negeri ini! Bahkan kakak dengar para pelancong dari benua luar juga sering datang hanya untuk mencicipi makanan di restoran ini! " jawab Savira dengan tersenyum kecil.


Sakura tersenyum lebar menanggapi perkataan kakaknya hingga sepiring daging yang di bakar habis tak tersisa di santap nya.


Mereka makan di area tertutup karena Sakura membuka cadarnya dan tidak ingin wajah nya di lihat oleh orang lain.


Para pelayan pribadi mereka juga ikut makan di meja terpisah sambil bersenda gurau antara mereka tanpa mengganggu kenyamanan Nona mereka.


Sakura mengernyit kan keningnya melihat kakaknya tidak memakan salad nya dan hanya mengaduk-aduk nya saja.


"Apa kakak masih kepikiran perkataan perempuan beracun itu? " tanya Sakura tiba-tiba sambil meletakkan alat makan nya.


Savira menoleh pada adik nya sembari menghela napas panjang.


"Kakak hanya merasa heran saja dengan Nona Salomon. Kita hanya kenal sekilas saat perkumpulan Nona muda kelas atas sebelum dirimu mulai debutante. Tidak juga banyak bicara dan terlalu akrab satu sama lain, tapi kenapa dia seperti menaruh kebencian kepada kakak! Meskipun kau tidak melihatnya, tapi kakak tau dari sorot matanya jika Nona Salomon menyimpan kebencian yang besar untuk keluarga kita terutama kita berdua! Wajahnya selalu mengumbar senyuman ramah tapi matanya menyimpan kebencian! " keluh Vira panjang lebar.


"Tidak hanya kakak, aku juga tau kalau senyum nya itu adalah palsu! " sahut Sakura santai.


"Apa??? Jadi kau juga tau kalau keramahan nya itu hanya pura-pura?? " tanya Vira dengan wajah terbelalak kaget.


Sakura menganggukkan kepala untuk meyakinkan kakaknya.


"Kakak merasakan firasat buruk saat melihat wajah Nona Salomon! Entah kenapa wajah itu menyimpan banyak misteri terselubung di balik wajah cantik dan senyuman ramah nya! Kakak saran kan agar kita berdua selalu hati-hati saat bertemu langsung dengan perempuan itu meskipun secara tidak sengaja! " ucap Vira lagi memberikan nasihatnya untuk Sakura.


"Huh, kakak tidak tahu aja perempuan itu ratu drama dan perempuan manipulatif yang pintar bersandiwara! Aku dulu sampai tertipu dengan wajah ramah nya hingga melakukan hal bodoh dengan menjadi kacung nya! Bertahun-tahun ia membodohi aku hingga aku kehilangan anakku karena ulah perempuan sialan itu! Tapi kali ini kakak tenang saja, Sakura yang sekarang bukan lagi Sakura yang dulu yang gampang di bodohi hanya dengan senyuman manis yang penuh sandiwara! Dia pintar bersandiwara, maka aku juga akan bersandiwara pula dan akan aku tunjukkan pengalaman ku saat menjadi Sakura Putri Dirgantara sebelum aku pindah ke masa ini! " seringai Sakura dalam hatinya.


Bersambung..


Maaf jika sering banyak typo karena ini pertama kalinya othor keluar dari zona nyaman membuat kisah dengan bernuansa fantasi seperti ini. Meskipun ini kisah fantasi menurut imajinasi othor sendiri tapi othor akan tetap menaruh unsur romansa agar lebih meng greget dari novel fantasi lainnya.


Simak terus nya kisah nya karena namanya juga unsur fantasi yang hanya fiktif belakang, jadi jangan terlalu dimasukkan ke hatinya jika ada kata-kata yang tidak sesuai menurut pemikiran kalian.


Harap di maklumi jika masih banyak kosa kata yang tidak sesuai menurut kalian karena othor masih belajar di genre fantasi ini..


See you semuanya... Selamat membaca☺☺☺