Kehidupan Seorang Putri

Kehidupan Seorang Putri
episode 9 : Hamil 2 Minggu??


16 : 20


Alia turun dari kamarnya dengn memakai pakaian bagus dengan baju berwarna pink dan celana berwarna putih. Jilbab yang berwarna pink itu di tata dengn rapi dan bagus sesuai selera nya. Sangat cantik ia di pandang dan indah. Ia turun dengn elegan dengan membawa tas mungil kecil sebagai gaya nya.


Saat dia berada di bawah, ia langsung menelpon Nurul. Berdering


" Assalamu'alaikum. Apakah kau sudah siap?. Aku akan segera ke rumah mu !! " ucap Alia sambil berjalan keluar dari rumah.


*Rumah Nurul


" Wa'alaikumussalam, aku sudah siap. Tinggal nunggu kau saja sampai di sini..!! " jawab Nurul.


*Alia


" Baik lah, tunggu aku di sana, aku akan segera pergi. Assalamu'alaikum. " menutup telpon.


Alia berjalan mendekati mobil yang ada di depan tangga kecil depan rumah. Sebelum ia pergi, ia mengucapkan salam pada bibi Ruri yang mengantarkan nya pergi.


*Nurul


" Wa'alaikumussalam..!??. ..... . Nih anak main matiin aja deh. Belum juga di jawab salamnya dah di matiin aja !! " melihat hanponnya.


Nurul yang berada di kamar langsung menuruni tangga dan menuju ruang tengah untuk menunggu Alia. Ia duduk di sofa yang ada di depan Televisi.


Di saat sedang memainkan ponselnya, ia di kejudkan oleh Harzi, kakak kandung Nurul.


" Rapi bener, kau mau kemana??. " tanya Harzi sambil duduk di samping Nurul.


" main kejutan aja, lu apa gak punya tata ke ramah apa?. " kembali memainkan ponselnya.


" sopan sikit lah sama kakak nya, disini siapa sih yang gak punya tata ke ramah?. Lagian kau mau kemana??. Sampek rapi bener, eh jangan jangan lu mau kencan yahhh ama pacar !!!?. " Harzi tersenyum harapan.


" ihhh, apaan sih. Orang mau pergi sama Alia kok..!!. Aneh aneh aja kau. Udah urusi aja tuh pacar kau, seneng banget ngurusin hidup orang!! " memalingkan matanya ke arah lain.


" judes banget, entar gak ada yang mau sama lau lohh!! " ucap Harzi


" ihhh, bodo amat. Lagian aku di jodohkan kok, enggak kayak kau pacaran gak bener!!!! . " lugas Nurul.


" kita liat aja nanti, pasti kau akan jatuh hati pada seseorang dan kau akan menginginkannya..!!. "


" oke, kita liat saja nanti..!!! " memasang muka remeh kepada Harzi


Mereka berdua diam dengan muka saling merengut dan kesal.


~Perkenalan


Harzi Adalah kakak Nurul yang berumur 24 tahun. Ia bekerja di kota lain dan pulang ke rumah Nurul karena di suruh oleh ayah nya.


Tak beberapa lama Alia sampai di tempat Nurul dan mengelekson di depan rumah Nurul.


Nurul yang mendengar langsung keluar dari rumah menuju gerbang. Harzi yang pemasaran ikut ke depan rumah melihat Alia.


" ihh, ngapain sih ikutan. Lu gak ada kerjaan apa, kepo bener..!!!! " Nurul dengan raut kesal.


" emang masalah ?. Hanya liat saja sampek sejudas itu..!! "


" Sudah lah sebaik nya kau ikut dengn ku, kita tidak punya banyak waktu. Kakakku akan pulang jam 5 sore ini.." Alia dari dalam mobil


" bener, seharusnya aku tidak mengurusi orang ini!! " ucap Nurul.


Harzi menatap Nurul dengan muka sinis dan kesal.


" Kak, Harzi, aku pinjam Nurul nya dulu yahh, entar pulang baru di lanjutin bertengkar nya..!! " tersenyum.


Nurul langsung masuk ke dalam mobil Alia dan dari dalam ia memasangkan muka ancaman kepada Harzi. Harzi yang melihat langsung kesal dan bergegas kedalam rumah.


Di dalam mobil saat dalam perjalanan Alia langsung menjelaskan rencananya dengn Nurul untuk mengerjai Gibaran.


Dengan cepat mereka sampai di depan kantor Gibran, dengan percaya diri nya Alia, bergegas masuk ke kantor bagian loby dan menjumpai staf kantor yang berjaga di loby itu.


" maaf, apakah.. kak, emm, Tuan Gibran nya ada?? " tanya Alia dengan gagap


" ( hampir aja ) " gumam Alia


" ada, apakah anda sudah ada janji dengan Tuan Gibran?? " tanya staf


" emm, itu sihhh, tidak ada... " jawab Alia


" Baik lah, kalau begitu anda tidak bisa bertemu dengan Tuan Gibran. Silah kan Anda pergi nona, jika anda tidak ada keperluan lagi..!! " ucap staf satu nya lagi.


" Hahh, ( belum lagi berhasil udah di usir aja. Gak aku harus melakukan hal lain ) " Gumam Alia


" Bagai mana bisa, teman saya sedang mengandung anak Tuan kalian. Apakah dia tidak akan bertanggung jawab???. " dengan cepat Nurul berkata.


Alia yang mendengar perkataan Nurul langsung tercengang. Tidak hanya dia saja, staf tadi dan karyawan yang berada di sana ikut tercengang.


" ( sudah sampai disini, bukan kah ini lebih bagus jika aku mengacaukan pekerjaan kak Gibran?? ) " Gumam Alia lagi.


" Benar, aku udah mengandung anak nya yang berusia 2 minggu !! " Alia berekting dengn bangus di depan staf dan karyawan.


Semua orang yang ada di sana mulai tertuju pada Alia. Dengan banyak bisikan dan pembicaraan tentang dirinya dan Gibran. Alia yang berperan dengan baik seperti orang yang tinggal kan berperan dengan sangat bagus, ia mengeluarkan air matanya yang hanya keluar pada saat shalat tahajud saja, kini ia keluarkan untuk membuat kekacauan.


Di tengah keributan Seseorang berjalan mendekati Alia dan berkata


" apakah itu benar??. Kapan aku melakukan nya??. hahaha, pacarku lebih cantik dari pada kamu, kenapa aku harus melakukan nya kepadamu.?? " ucap Gibran yang ada di belakang Alia.


Alia yang mendengar itu melotot dan langsung berbalik badan dan melihat kakaknya yang ada di hadapan nya bersama Andri.


" Karna kau tidak puas dengan satu orang!! " ucap Alia melanjutkan peran nya.


" Aliaaaaaaa.....!!!!! " dengan geram Gibran menjewer telinga Alia.


" aaaaa " Kesakitan


Alia merasa kesakitan sambil memegang telinganya yang di jewer oleh Gibran.


Nurul yang melihat nya tersenyum pahit tanpa berkata lain.