
Beberapa saat kemudian, Calista datang mendekati Alia sambil memanggil nama Alia dengan gembira.
" Kak Alia..!! " tersenyum manis selayaknya anak yang masih berumur 7 tahun.
~ Perkenalan Karakter
Calista adalah anak dari kepala pelayan yaitu bibi Ruri anak dari dirinya dan suaminya yang sudah tiada 3 tahun yang lalu. Alia selalu makan bersama Calista setiap malam, untuk menemani nya.
" Caca, duduk di sini. Kita makan bersama yah, kawanin kakak makan oke..!! " tangan nya menepuk bangku yang ada di sebelahnya.
Alia selalu memanggil Calista dengan sebutan Caca karena nama itu lebih imut dan nama itu juga di sebut oleh kepala pelayan untuk memanggil Calista.
Calista makan bersama dengan Alia sambil berbincang banyak. Mereka berdua seperti kakak beradik yang akur.
Tak beberapa lama mereka siap makan dan beranjak pergi dari meja makan. Alia mengajak Calista untuk ikut ke kamar nya. Ia ingin Calista menemaninya tidur di kamar.
Setelah di kamar mereka bermain dan sambil banyak bercerita. Alia terus berbicara kepada Calista mengenai kakak nya yang ada di luar negri.
" Kak Alia selalu sedih dengan tidak adanya kakaknya kak Alia. Kenapa kak Alia enggk pergi keluar negri bersama mereka aja??. " Calista duduk di samping Alia di atas kasur tidurnya.
" Kak Alia gak suka di luar negri. Jangankan ke luar negri, di Indonesia aja kakak belum keliling keliling tempat daerah daerah yang cantik..!! Nanti kalau Caca dah gede ikut kakak keliling keliling yah..!! " Alia
" tentunya kak, Caca bakalan seneng deh pergi jalan jalan sama kakak ! " tersenyum sambil bermain boneka.
Alia menemani Calista bermain di kamarnya. Ia sangat senang dengan Calista yang begitu imut. Setiap malam, Alia selalu memanggil Calista bermain di kamar untuk menemaninya.
Di kamar Alia begitu banyak boneka bagus dengan merek yang sangat bagus dan ternama. Itu adalah hadiah ulang tahun Alia waktu kecil dari bayi hingga sekarang. Ali menempatkan boneka boneka itu di lemari khusus boneka. Tertata rapi dan indah, sangat merawatnya dari kecil. Yang boleh memegang bonekanya hanya Calista saja.
Di ruang tengah yang besar berdering sebuah telepon rumah. Kepala pelayan bergegas mengambil dan mengangkat telepon.
" Iyah, dari nona Alia. Saya sebagai kepala pelayan. Ada yang bisa di bantu?? " angkatnya Bibi Ruri
.....
" Baiklah akan saya sampaikan. Segera kembali Tuan..!! " ucapnya menutup telpon
Kepala pelayan bergegas ke arah dapur dan mengatakan untuk bersiap siap, akan ada orang yang datang.
Lalu ia berjalan menaiki tangga kearah pintu kamar Alia. Lalu ia mengetuk pintu.
Tokk, tok tok.
" Nona, Tuan Gibran akan datang. Ia sedang di bandara dan akan segera ke rumah..!! " ucap Bibi Ruri.
" Iyah, nanti kalo dah sampai di rumah aku turun Bibi. Bibi malam ini Caca tidur sama ku yah..! " dari dalam
" nona, tuan sudah datang. Malam ini Caca tidak boleh tidur dengan anda nona..!! " Bibi Ruri dari luar
" Yahh.., nih gara-gara kak Gibran. Isss...., kesel banget. Ngapain dia pulang cobak..!! " kesel
Alia mentengkurapkan badan nya ke kasur. Calista yang melihat nya tertawa.
" kakak seperti anak kecil. Seharusnya kakak seneng kalau kakaknya kak Alia pulang " tertawa di balik boneka yang ia pegang.
" aku gak suka dia datang. Tuh gara gara dia datang jadi gak bisa tidur bareng lagi kan..!! " Alia
" kan besok bisa kak..!! " Calista.
Alia terdiam.
Ia duduk di kasur setelah Calista keluar dari kamar karena dipanggil Bibi Ruri. Alia menunggu kakaknya pulang. Sampai suara para pelayan yang terdengar menyambut kakaknya pulang.
Alia bergegas berdiri dari kasur dan keluar dari kamar. ia menuju balkon dalam rumah melihat kakak nya datang dengan gagah, tampan, tatapan dingin dan menjengkelkan.
" Lihat lah siapa yang datang, si kakak tertua telah pulang ke rumah besar yang sunyi ini. Aku jamin dia pulang bukan karena aku..!! " Alia dengan suara keras dari atas.
Alia memaparkan wajah yang kesal ke arah kakaknya yang menatap nya dari bawah.
" dimana pacarmu kakak? Apakah kau sudah melamarnya? Apa jangan jangan kau putus dengan nya?? " Alia.
" Kenapa saat dia sendiri di rumah kelakuannya semakin aneh..!!? " Gibran mengerutkan Alisnya.
" aku sudah setres tinggal di rumah yang kecil dan kumuh ini...!!. Oke aku sambut kakak ku yang tampan, ( memang aku akui dia tampan sihh.. ). Semoga kau betah yah, tinggal di sini..!!! " Alia tersenyum iblis manis sambil masuk ke dalam kamar nya.
Para pelayan menundukkan kepala dan meminta maaf pada Gibran atas kesalahan tidak bisa merawat Alia.
" maaf kan saya tuan, nona begini karena ia hanya merasa kesepian..!! " Kepala pelayan
Gibran hanya diam dan berjalan menuju ke ruang kerjanya.
~Perkenalan
Gibran adalah kakak pertama Alia yang bermur 28 tahun. Ia masih dalam masa bertunangan dengan wanita yang masih kuliah di luar negri. Gibran sebagai CEO di luar negri dan merupakan lelaki incaran para wanita mau tua atau muda. Gibran sangat jarang pulang karena pekerjaan nya di luar negri yang banyak. Ia pun pulang sekarang bukan karena Alia seperti ia katakan, melainkan Karena ia punya bisnis di negara ini juga.