Kehidupan Seorang Putri

Kehidupan Seorang Putri
episode 4 : Pulang ke Rumah


Hari sudah sore, tepat pada jam 16 : 00 mereka pulang.


~Perkenalan.


Kelas putri dan putra berbeda, sekolah kelas putra berada di samping kelas putri. Kelas putri terlebih dahulu pulang sebelum kelas putra. Karna dalam islam tidak boleh saling melirik atau memandang lawan jenis. Kelas putri pulang pukul 4 sore di hari Senin-Kamis dan di hari Jum'at pukul 12. Sedangkan kelas putra 15 menit sesudah pulang putri. Tapi di hari Jum'at putra terlebih dahulu pulang dan putri sesudahnya karena putra akan sholat Jum'at.


Alia menunggu para siswa pulang, karena ia tidak ingin pulang terlalu cepat. Karena dirinya adalah ketua ke-9 temannya, yang lain pun jaga ikut menunggu.


Sampai saat sudah sepi, Alia dari lantai atas ia melihat tidak ada sepedanya di luar gerbang sekolah. Ia langsung turun dan menjumpai satpam. Ke-9 temannya juga mengikutinya dari belakang.


" pak, kok sepedaku hilang lagi sih, kan bapak bertanggung jawab atas ke amanan sekolah pak !! " Alia kecewa.


" maaf nona, keamanan sekolah memang bapak yang bertanggung jawab, tapi jika di luar sekolah itu bukan tanggung jawab bapak lagi nona Alia..!! " Pak Arto


" iyah kan pak itu sepeda Alia, kenapa gk di jaga pak. Lalu Alia gimana pulangnya pak ?? " Kiky.


" Bapak tidak tau nona Kiky. Lagian siapa suruh terlambat jadi begini kan..!! " pak Arto


" ahh.., sudah lah kalau gitu. Mau gimana lagi kalo dah gak ada..!! " menghelakan nafasnya.


" Jadi kau pulangnya sama siapa Alia..? " tanya Dilla.


Semuanya memandang Ina.


Ina yang merasa dirinya di tunjuk juga mau tidak mau harus membonceng Alia pulang. Karena rumah Ina berada setelah rumah Alia.


" Ina karena rumah mu berada setelah rumah Alia, jadi kamu yang akan mengantar ke rumahnya kan...!! " senyum iblis yang manis dari Nurul.


" hehe.., iyah kau benar. Aku akan mengantar nya. Aku kan ambil sepedaku dulu..!! " Ina tersenyum pasrah


Alia menunggu di depan gerbang, sedangkan yang lainnya mengambil sepeda mereka masing masing.


Ina yang selesai mengambil sepeda berhenti didepan Alia. Alia naik dengn posisi duduk cowok, bukan seperti perempuan biasanya di bonceng. Ina yang melihat itu dia tercengang lagi, karena itu bukan yang pertama kali nya.


" Aliaaa.., duduk mu itu loh. Dari kemaren kemaren teruss.. begitu..!!. posisinya di ganti Alia. Kau perempuan ..!!!! " Ina geram.


Teman yang lain melihat ke arah Alia. Memang benar selama Alia di gonceng selalu duduk seperti laki laki. Alasannya hanya ia nyaman seperti itu.


" Yang bilang laki laki siapa Ina??? . Lagian apa salahnya kalau aku duduk seperti ini, kan lebih bagus. Kalau seperti cewek nanti berat sebelah karena kakinya kesamping semua Ina..!! " menghelakan nafas


" ini karena kau gak pernah duduk seperti cewek. Kalau berani cobak sekarang, pasti gak bakalan jatuh Alia. Percaya pada ku, aku menggunakan sepeda dengan sangat baik kok Alia..!! " Ina


" mau jalan enggak??. atau aku pukul kepalamu nanti. Udah di bilangin aku nyamannya gini, lagian aku kan pakai celana panjang, apa salahnya duduk begini...!!! " Alia geram.


Saat di teman yang lainnya berbeda arah mereka mulai berbicara.


" ngomong ngomong apa yang kalian suka dari Alia..?? " Tanya Kiky kepada 4 temannya yang searah.


Teman nya menggayuh kan sepeda mereka lebih lambat.


" emmm, aku sih gak terlalu memilih kawan. Aku rasa dengan teman yang tidak merendah kan orang lain dan selalu menghargai teman yang lebih susah itu lebih baik Ky. Dan paling aku kesankan adalah, dia orang nya tidak mudah di tindas dan lantang. Aku suka teman seperti itu " Ucap Nurul dengan senang.


" iyah, aku juga sama. Aku suka sikap dia !!. " ucap Via.


Semua teman nya setuju dengan ungkapan Nurul, karna itu adalah alasan mereka juga menyukai Alia.


Setelah mereka berbincang, mereka menggayuh sepeda lebih cepat dan menuju rumah masing masing.


Di posisi Alia bersama dua temannya yaitu Ina dan Lily.


Kedua teman Alia yang tidak ada di sana berbeda arah juga yang mana rumah mereka lebih dekat dari sekolah yaitu Dilla dan Ria.


Ina yang menggayuh sepeda dengn cepat kewalahan ia lumayan tidak sanggup. Karena Ali melihat itu, ia mengatakan bahwa dirinya telah naik berat badan. Jadi kesimpulannya ia yang akan membawa sepeda sampai kerumah nya.


Lily yang sudah berpisah pada mereka terlebih dahulu sampai kerumah, karena rumah nya sebelum rumah Alia. Dalam 5 menit mereka sampai di depan rumah Alia.


Alia menatap rumah nya dan menghela nafas lalu turun dari sepeda. Ina yang di bonceng mengambil sepedanya kembali.


" Rumah yang kecil, kumuh, rusak, tua, Segala sesuatu rumah yang rusak ada di dalam nya. Aku benar benar muak. Ingin sekali aku membangun rumah yang sedang sederhana dan begitu nyaman..!! " Mengeluh di depan rumah nya.


" Alia.., sebaiknya kamu menerima kenyataan. Kalau rumah ini adalah rumah kamu. Dan juga tidak bagus menjelekkan kediaman sendiri. Tidak bagus tau..!!! " Ina menghelakan nafasnya


Ina begitu pasrah apa yang dikatakan Alia, karena itu sudah terbisa saat dia berpapasan pulang atau mengantar Alia ke rumah nya. Kata kata ini akan selalu ia ucapkan sebelum masuk ke dalam rumah. Jika Ina menasehatinya, Alia akan selalu kesal dan tidak menerima nasehat itu.


" aku bosan, sangat bosan berada di rumah yang jelek ini Ina.., kau gak bakalan pernah rasakan apa yang aku rasakan. Pasti sulit menerima ini..!! " masih melihat rumah.


Ina pun pasrah dan pergi ke rumah nya.


Sedang kan Alia menatap rumah yang ia katakan kumuh, kecil, tua, rusak, dan hal buruk di dalam rumah ternyata sebaliknya dari perkataan itu. Rumah itu begitu besar, luas, indah, cantik, bersih seperti istana. Ada beberapa penjaga yang berada di belakang gerbang untuk menyambut nya pulang dari sekolah. Rumah yang besar itu merupakan impian setiap orang. Namun mengapa Alia selalu mengubah kenyataan itu menjadi hal buruk, padahal dia adalah anak dari orang terkaya di negara.


Di posisi Ina...


" Rumah yang begitu besar, indah, bagus, merupakan impian banyak orang, mengapa ia malah mengatakan sebaliknya??. Bingung deh...!!!. Dan juga pada hal rumah ku berada di samping rumah Alia, tapi karena rumah nya yang begitu luas, jarak dari gerbangnya dengan rumah ku sekitar 70 meter...!!!. Capek banget ..., butuh beberapa menit lagi nih sampe ke rumah..!!!!! " merasa sedih dan mengeluh.