Kehidupan Seorang Putri

Kehidupan Seorang Putri
episode 19 : Si Gunung Es


Beberapa bulan telah berlalu,hari ini adalah hari terakhir mereka kelas XI. Para murid mendapatkan nilai yang sesuai dengn kemampuan mereka.


" Lagi lagi peringkat 5. Udah 4 kali ga ada perkembangan. Hahh.... kenapa sih dia selalu yang peringkat satu. Ginikan aku bakal di marahin lagi ama Papa. " ucap Sisca yang perotes di depan teman temannya setelah bagi rapor.


" kau sih masih mending sis, lah aku adapat belasan !! " balas Cici.


" Yahh, itu karna kau yang terlalu bodoh !! " jawab Sisca yang kesal.


Teman Sisca terdiam, mereka tidak berani berkata walau merasa perkataan Sisca menyakitkan hati mereka.


Di posisi Alia, dia bertemu teman temannya di taman sekolah dan berkumpul bersama. Mereka berbincang banyak dan memberikan selamat pada Alia yang merupakan juara umum di sekolah putri.


Alia tersenyum, dan berencana setelah pulang ia akan meneraktir kawannya makan bersama di Restoran milik Ria yang merupakan makanan paling enak. Semuanya setuju dan akan bertemu di restoran setelah sholat Dzuhur karena mereka pulang lebih awal jam 11.


Setelah pulang dan sholat Alia bergegas pergi. Ia sudah siap dengan rapi dan cantik. Namun saat ingin melangkah ke luar tiba tiba terlihat dari bawah sebuah sepatu yang sangat keren dan sangat mahal. Lalu ia melihat ke atas dan itu ternyata adalah Kak Raffa yang terkenal dengan es kutub utara nya.


~ Perkenalan


Raffa adalah anak kedua dari orang tua Alia yang terkenal sangat dingin. Ia Jarang pulang dan kira kira sudah 5 tahun Alia tidak pernah ketemu. Selama 5 tahun ini ia tinggal di Afrika dengan alasan urusan bisnis. Semua perayaan yang di lakukan selama 5 tahun itu ia tidak pernah datang untuk pulang. Kalau masalah wajah nya jangan di tanya, soalnya kakak pertama aja udah tampan dan gagah apa lagi si gunung es sangat rupawan. Seorang pun tidak dapat memalingkan matanya dari wajah si gunung es.


Pada awalnya sesaat Alia tidak mengenali Raffa karena sudah lama tidak pulang.


" ternyata kak Raffa masih punyak rumah untuk di singgahi di sini yahh...!! ( Si kutub utara ini kenapa baru pulang sekarang ?? ) " ucap Ali dengan kesal.


Raffa hanya melihat Alia yang sudah sangat rapih, lalu ia memerhatikan denga baik lalu mengelus kepala Alia.


" Mau kemana?? " tanyanya singkat.


Alia yang bingung menghempas tangan Raffa dari kepalanya. Alia bingung lalu ia menjawab ia akan pergi bertemu temannya.


Namun jawaban yang di dapat Hanya la anggukan dan melewati Alia. Alia yang melihat ke belakang dengan heran dan merasa bodo amat.


Karena sudah merasa kesiangan Alia langsung bergegas pergi menuju restoran Ria.


Di posisi Raffa


Ia sedang melirik rumah yang sudah kama ia tidak kunjungi. Begitu banyak perubahan karena tiap tahun akan ganti dekorasi rumah.


Bibi Ruri yang sedang lewat di buat kaget karena Raffa yang datang tanpa kabar. Membuat Bibi Ruri panik dan langsung menyapa Raffa.


" Maaf tuan muda anda datang tanpa kabar. Apakah ada yang perlu di siapkan?? " tanya Bibi Ruri.


Raffa hanya mengangkat tangan nya dan menggerakkan nya seakan mengatakan ia tidak perlu apa apa.


Setelah itu Raffa berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Lalu ia melewati selangkah kamar Alia. Namun, ia mundur karena penasaran. Ia membuka pintu kamar Alia dan memasuki kamar itu. Terlihat kamar yang masih sama. Hanya meja belajar dan meja rias yang berbeda. Terlihat juga lemari yang di penuhi boneka.


" Ternyata bonekanya masih **d**i simpan. " tersenyum melihat salah satu boneka yang kecil.


Lalu Raffa berjalan mendekati kasur Alia dan meletakkan sesuatu ke laci samping tempat tidur. Raffa lalu pergi dari kamar Alia dan bergegas ke kamarnya untuk istirahat.


Tidak beberapa lama Alia sampai di restoran tempat yang telah di setujui. Lalu ia masuk dan mencari teman nya. Ria yang melihat Alia yang sudah datang melambai kepada Alia yang tidak jauh dari nya. Alia langsung mendekati Ria dan mereka menuju ke tempat khusus. Tempat itu hanya tempat orang orang tertentu.


30 menit berlalu makanan sudah dingin, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dan otw menjemput Kiky. Mereka beramai ramai datang ke rumah Kiky.


Saat itu mereka menunggu depan gerbang melihat sekeliling.


" Sangat sepi !! " ucap Della yang melihat sekitar.


Akhirnya mereka bergegas untuk bergerak. Siapa yang mengira seorang perempuan yang di jadikan satu satu nya putri di keluarga nya, malah memanjat pagar rumah orang?.


Ini bukan yang pertama kali. Karena Kiky memiliki ibu tiri yang sangat mengekang Kiky. Ibunya yang sangat keras melarang Kiky keluar hanya karena banyak alasan yang tidak jelas.


Karena sudah memutuskan tidak akan memaka sebiji atau selangkah pun jika sudah janji maka akan makan dan pergi bareng. Kalau ada salah satu nya yang tidak hadir maka mereka akan langsung datang ke rumah teman nya. Namun, cuma Kiky yang selalu terlambat. Dan ini yang membuat mereka keseringan memanjat pagar rumah Kiky.


Saat itu yang masuk hanya Alia dan Nurul. Mereka mengendap endap sampai ke jendela Kiky. Kiky yang sudah menduga temannya akan datang, ia melambai tangan dan membuka jendela yang berada di lantai dua. Karena kamarnya Kiky berada di lantai dua.


Kiky langsung keluar dari jendela dan melompat ke bawah. ia duduk dab tersenyum.


" Ibu tiri ku itu gila mungkin yahh, bisa bisa nya ia selalu mengekangku. " ucap Kiky dengan engah.


Lalu mereka berdiri dan hendak pergi. Namun Ibu tiri Kiky tiba tiba berada di depan mereka.


" Yahhh ketahuan deh ama mak lampir. " Ucap Nurul dengan pelan namun di dapat di dengar oleh ibu tiri Kiky.


Ibu Tiri Kiky yang bernama Eva kesal dan malai marah.


" Kamu yahh, ga tau sopan santu yah, orang tuamu emang nya tidak mengajarkan mu cara menghormati orang yang lebih tua dari kamu. !! " ucap tegas Eva


Mereka bertiga diam sejenak, dan mengerutkan dahi.


" bibi aku tidak menyinggung mu. Aku akan mengatakan sejujurnya. Kalau kau itu sangat ganas seperti singa. Namun tidak punya kedudukan yang baik. Bibi sebaik nya kau bercermin deh, soalnya kerutanmu bertambah setelah bertemu terakhir kali " ucap Nurul dengan halus.


Eva yang sangat memperhatikan kecantikan sangat terkejud ia langsung panik dan melihat wajah nya di henpon.


Dengan cepat tanpa di dihat oleh Eva mereka pergi dari belakang nya. tidak terlalu jauh Alia langsung berkata.


" Kalau udah tua yah jangan marah marah lahhh...!! " ucap dengan keras dan itu menyadarkan Eva yang suda di tinggal mereka.


Eva merasa kesal dan menggenggam tangan nya..


" kenapa harus dia !! " dengan kesal dan marah melihat mereka pergi.


Sesampai depan gerbang Kiky membuka gerbang itu. Mereka berkumpul dan Kiky yang selalu kesepian di rumah selalu hangat saat keluar rumah. Karena ia keluar rumah hanya bersama teman teman nya yang sangat sayang pada nya.


" Namun, bukan kah kalau Kiky keluar rumah dengan begini, bukan kah dia akan di marahi oleh bibi Eva??. " tanya Hanna.


" tidak apa apa, dia hanya akan memarahi saja. Soalnya kepala pelayan adalah orang ibu ku. " jawab Kiky


Semuanya tersenyum dan mereka bergegas kembali ke restoran dan memesan makanan baru.