
" kau lihat lah, begitu menjijikkan nya dia..!!! " ( memandang jijik ) ucap Cici yang berada di belakang yang bersama Sisca temannya.
" Kau begitu membencinya. Tapi apakah kau tau, dia kapan saja bisa membuatmu berlutut padanya..!! " balas Sisca( dengan santai )
" Rasanya aku ingin membuatnya tidak punya muka lagi di sekolah ini !! " ( memandang Sisca dengan serius )
" Belum saat nya, karena aku sudah merencanakan sesuatu..!! " ( tersenyum sambil melihat Alia )
Mereka berdua adalah teman Alia yang tidak terlalu akrab, Bisa di bilang musuhan. Tidak berdua melainkan berempat. Mereka memiliki sisi buruk dari pandangan mereka terhadapa Alia. Mereka menganggap Alia sebagai musuh yang abadi.
Sisca adalah anak dari orang kaya. Ayah nya seorang pengusaha kaya di Indonesia. Dan Cici juga begitu, ayahnya seorang pengusaha yang sering pergi ke luar kota. Sisca di sini bersama dengan ibu nya yang mempunyai usaha sebuah butik yang mahal. Sedangkan Cici tinggal bersama ibunya yang mempunyai perusahaan kue yang ternama. Sisca dan Cici memiliki dua teman lagi yang setara jabatan nya dengan mereka. Yaitu Vina dan Rana, mereka juga anak orang kaya yang terpandang juga.
Tidak jauh dengan mereka Teman Alia jauh lebih banyak. 9 orang adalah teman terdekatnya, ada 5 orang teman nya yang berada di kelasnya dan ada 4 lagi di kelas sebelah.
Ria adalah anak dari keluarga yang paling sederhana di antara teman Alia yang lain. Ayah dan ibunya memiliki restoran di dekat rumah Ria. Restoran itu juga lumayan besar dan terkenal. Ina, Novi, Nurul Dan Via memiliki keluarga yang lengkap dan keluarga yang mewah. Tidak hanya mereka, keempat teman lainnya yaitu Lily, Hana, Kiky dan Dilla, merupakan orang yang terpandang juga. Ayah mereka memiliki bisnis yang besar yang ada di luar kota dan luar negri.
" hachiuh.." ( bersin Alia )
" apakah sesuatu yang buruk akan terjadi padaku?? " Alia ( berkata yang tampa berfikir )
" Suka banget mengada ngada, seharusnya kau mengucapkan yang seharusnya, bukan mengutuk dirimu sendiri seperti itu ! " Ria ( masih fokus terhadap bukunya )
" eh, jangan salah Ria, kau tau tidak, aku melihat di novel on line dimana mana kalau peran utama bersin pasti ada yang ngomongin dia. Mungkin saja kan kalau itu ada yang ngomongin sesuatu yang jelek kepada Alia..??!! " Nurul ( Ucapnya berbicara dengan ringan )
" itu kan hanya sebuah novel doang. Mana mungkin itu benar. Lagian kan lebih baik berprasangka baik aja. Jangan membuat diri semakin panas " Novi ( dengan santai memberi tau )
" Sudah lah cuman bersin doang sampek ke buyutnya kalian cari. Mendingan sekarang kalian hapal tuh surah. Biar gak di hukum nanti. Minggu lalu yang kenak Nurul sama Cici. Gak malu pa Nur? " Ina ( membolak balikkan buku )
" Yah malu sih iya, tapi malas nya ini loh sampek ke ubun ubun. Seandainya nih yah, kalo aku bisa liat tuh setan, mungkin bisa ku siram tuh dia pakai air!! " Nurul ( dengan muka serius melihat ke arah Alia )
" loh kok pakai air? " Via ( dengan serius melihat ke arah Nurul )
" iyah, biar adem !!! " Alia ( dengan lesuh )
" bener biar adem, trus menjadi baik kan enak, bisa bujuk orang terus belajar !! " Nurul
" Guru akan segera tiba, kalian bisa diam gak !!, kesel banget aku (gak nyambung sumpah). " Alia ( sedikit marah )
Nurul terdiam dan duduk dengan bagus. Ia tidak berani lagi berbicara dan berusaha menghapal hapalannya. Alia menatap sekelilingnya karena ia adalah ketua kelas. Mengawasi kelas yang di berikan tanggung jawab kepadanya.
...********...
Di depan lift mereka berdua menunggu. Alia mengeluh dan jongkok di depan lift.
" Perasaan cuman jalan dari tekongan sana, kenapa begitu lelah.?. Belum lagi naik lift ke lantai 3, terus jalan lagi ke arah barat terus belok kiri, terus belok lagi ke kiri. terus lulus jumpa laboratorium, belok ke kanan dan sampek. Lalu... " Alia terus berbicara ( masih ingin menjelaskan )
" Udah, yok. kita pergi, Nanti buk Yuli marah lagi ke kaukarena telat !! " Ria ( berjalan memasuki lift )
Alia masuk ke dalam lift, di sana dia hanya bengong dan berjalan menuju ke kantor dimana buk Yuli berda.
Tok, tok, tok....
Alia mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Setelah itu mereka. masuk setelah di izinkan masuk ke kantor.
Mereka berdua menaruh buku itu ke atas meja yang sudah di tentukan. Bu Yuli yang berdiri mengambil berkas pun berkata.
" Alia kamu sebagai ketua kelas katakan ini tugas untuk minggu depan, Kalian harus menghafal 1 jus awal al-Qur'an!! . Kau mengerti!!?. ( dengan santai )
Alia dan Ria terkejut bukan main mendengar perkataan buk Yuli.
" Buk, bukan nya itu waktu yang cukup singkat.. ? Takutnya yang lain tidak akan bisa menghafal semua nya buk!! " Alia ( sangat khawatir )
Ria menganggukkan kepalanya setuju akan pendapat Alia. Ia juga mungkin tidak akan bisa menghafal semua itu dalam satu minggu.
" Ibuk tidak menyuruh kalian dapat menghafal semua nya. Yang Ibuk mau, sampai mana kemampuan kalian menghafal ayat Al-qur'an. Siapa yang paling banyak menghafal maka, dia mendapat kan nilai bagus, dan ulangan Al-qur'an besok akan tuntas. Dengan begitu ia besok nggak perlu ikut ulangan lagi, karena nilainya tuntas. Bagaimana Alia..?? "
Mendengar itu Alia dan Ria saling bertatapan untuk meminta pendapat. Satu sama lain merasa itu sudah adil. Maka..
" Setuju buk, Saya setuju..!!! " Alia ( sangat bersemangat )
Alia dan Ria tersenyum. Mereka berdua pergi dari kantor dan menuju kantin lantai dua.
Di sana mereka bertemu teman temannya. Lily merupakan anak yang jahil, yang suka menjahili Alia.
" Lihat lah anak orang miskin ini, pasti tidak dia tidak akan makan. Dia hanya membeli air mineral dan pergi ke perpustakaan sendirian..!! " ( dengan lantang ia berbicara)
" emang nya kenapa? Masalah buat mu?? " Alia ( mendekatkan wajahnya ke wajah Lily )
Wajah Lily memerah dan malu. Ia mundur sambil berdiri dan memesan sesuatu sebagai alasan.