
" ini untukmu. Gratis..!! " Lily ( memberikan air Mineral kepada Alia )
Alia menerima dengan senyum yang tulus. Ia duduk di samping Dilla.
Mereka duduk di sofa yang sudah di siapkan untuk para anak orang kaya. Di dekat balkon kaca yang di luarnya pemandangan di bawah lantai dua.
Hanna yang berada di belakang Ria berdiri menghadap balkon dan berbicara.
" pastinya ada hapalan lagi nih dari buk Yuli..!!!? " Hana ( memalingkan mata melihat Alia )
" Hemm, pinter deh anak buk Irna..!, Kali ini hapalannya gak banyak kok, cuman satu Juz dalam seminggu. " Alia tersenyum manis
" Ha..???, apa?? " serentak mereka berempat Novi, Ina Nurul dan Via.
" syukur beda kelas deh..!!. Kiky ( merasa tenang )
" yah entar kalian pasti pada nyusul deh, kan kita sam guru " Via
" tapi tuh beneran satu Juz?? satu minggu lagi, apa enggak satu bulan ?? " Ina ( bertanya serius pada Alia )
" iyah emang satu minggu..!. Tapi ..., itu tergantung kemampuan kalian saja. Siapa paling panjang menghapalnya, bakalan lulus saat ujian di pelajaran buk Yuli. " Ria menjelaskan dengan baik.
Mereka semua menganggukkan kepala mereka karena mengerti.
Alia yang duduk pun berdiri setelah meminum sekali air meneralnya. Dia bergegas pergi ke perpustakaan untuk membaca buku.
" pasti mau ke perpus. Memang kutu buku banget deh. Udah juara kelas, ketua kelas paling jago, dah lah gak ada tandingan deh..!! " ucap Dilla.
" Yah iyah donk, kan anak pintar. Ketua kelas harus juara donk, jangan hanya pemimpin doang " Alia
Alia membalikkan badan nya dan menuju tempat penjual di kantin. Disana dia menghadap buk Ita yang merupakan penjual di kantin dan mengurus di kantin.
" Buk, air mineralmu sangat enak. Seperti ibuk yang sangat enak di pandang oleh ku..!! :) " berusaha mencoba merayu.
" Alia, apa kau tidak bosan menggoda ibu terus dengan kalimat yang selalu sama setiap hari?? " tetap tenang karna sudah terbiasa.
Alia mengedipkan matanya.
" haha, ibu aku tidak setiap hari kok, cuman hari senin-jum'at doank. Hari sabtu minggu enggak kok buk. hehe..!! " menggarukkan kepalanya.
" tetapi besok akan kucari kata kata yang lebih bagus buat ibu. tenang saja gak bakalan garing kok buk. Kalau gitu, aku ke perpus dulu yah buk. masih ada 10 menit lagi. Sampai jumpa besok buk..!! " Alia tersenyum.
" apakah tidak ada laki laki yang mau kau gombalin Alia..???? " merasa bingung.
Sembilan teman Alia yang melihat itu merasa bingung dan malu karena ulah Alia.
Tibanya Alia di perpustakaan, ia menanyakan buku yang ia mau pada penjaga perpus. Lalu ia berjalan menuju tempat membaca paling sepi biasanya ia duduk.
tapi saat melangkah ketempat itu ia mendengar
" ehh.., si mulut lebar dan bibir tebal datang nih.. !!! " mengkritik Alia.
Siapa sangka yang mengatakan itu adalah Sisca dan temannya.
" ihh....., si muka tebal pakai tepung beras dan gincu makanan ada di sini..!!. Ga takut apa di lihat orang, di kirain hantu..!! " Alia menyindir balik.
" aku aja yang lihat nya tiba tiba hampir tidak mengenali loh..!! " kembali menyindir.
Alia berjalan kebelakang dan sudah melewati Sisca.
Sisca yang mendengan itu marah dan meremas buku yang ada di tangan nya.
" lihat saja nanti, pasti akan aku balas..!!! " menahan amarah nya.
Teman temannya mencoba menenangkan Sisca.
Di posisi Alia, duduk dan membuka buku nya. Ia sebenarnya bingung kenapa Sisca dan temannya ada di perpus, padahal tidak pernah sama sekali datang ke perpus.
Alia hanya bisa berpikir positif, karena ia tak boleh berpikir negatif. Itu hanya akan merugikan ia sendiri. Ia mulai membaca buku, dan memahami isi buku itu.
Tida beberapa lama..
" ehh... embak bermuka tebal kita jumpa loh...!! " Suara Hanna.
Alia yang mendengar itu merasa penasaran dan mengintip di balik rak buku perpus.
" lo mau nyarik masalah sama gua? kalau enggak mendingan lu bawak teman lu ini pergi dari sini deh..!!! " Sisca berdiri dan melihat serius teman Alia.
" ehh.., kalo gak salah ini perpus sctv kan??. Satu untuk semua..!! " Lily
" mahir juga nih geng ku..!! sabilah kedepannya ..!! " Alia masih melihat.
" kau punya hak apa di sini?? muka tebal dari tepung dan gincu makanan sangat lah cocok dengan mu. Apakah kau mau aku belikan dengan kualitas yang bagus Sisca..?? " Nurul tersenyum sindiran.
Sisca mendengar nya langsung berjalan dan mendekati Nurul karna marah akan ucapan Nurul.
Alia hanya melihat karena ia yakin kalau teman nya mampu membuat mulut Sisca terdiam.
" iyah lu punya masalah apa sama kami. Urus aja tuh urusan lu sendiri. Gak usah urusin urusan orang lain...! " Cici berjalan mendekati Sisca.
" oohh. ., kalau gitu, ngaca dulu yah. Soalnya yang ngomong gak nyadar diri. Udah muka tebal, banyak tingkah gak tau diri lagi..!!! " Lily
" apa kau bilang Lily...!!! " Cici mulai marah
Cici sangat marat hingga ingin menjambak jilbab Lily karena perkataan Lily yang sangat menyinggung. Tapi Vina dan Rana menahannya karena tak ingin ribut di perpustakaan.
Saat itu juga mereka keluar dari perpus dan mengembalikan buku nya ke pada penjaga. Otomatis pun penjaga memeriksa buku itu, dan melihat salah satu buku rusak.
Si penjaga bertanya buku siapa yang telah rusak ini. Sisca yang mempunyai buku itu pun menjawab buku itu adalah miliknya. Karena sudah peraturan sekolah, Sisca harus mengganti rugi kerusakan buku itu. Dengan itu ia malu pada teman Alia dan teman kelas lain nya. Secepat kilat ia pergi dari perpus setelah memenuhi perjanjian mengganti buku itu bukan memberikan uang, tapi mencari buku yang sama dengan buku yang telah rusak itu.
Prokk, prok, prok.
" teman teman ku ternyata sudah hebat bisa membuatnya terdiam yah..!! " Alia menghampiri ke-9 teman nya.
" iyah donk...haha.. " serentak mereka semua tertawa.