Kehidupan Seorang Putri

Kehidupan Seorang Putri
episode 17 : Terkagum


Hari hari di lalui oleh Alia bersama ibunya hingga ibu nya kembali ke luar negri untuk bekerja. Alia selalu bersama ibu nya untuk menghabis kan waktu bersama dalam hari yang singkat.


Alia tersenyum saat melihat ibunya pergi. Dengan hati yang sedih ia merenung di dalam mobil selama berjalanan kembali ke rumah. Ia selalu bertanya tanya mengapa yang bekerja itu bukan Ayah dan kakak nya saja, kenapa ibunya juga harus bekerja?.


Hari ini Alia sekolah. Ia datang lebih awal karena ia akan mengurus perlombaan antara sekolah putra dan putri. Ia adalah wakil ketua Osis sekolah putra dan putri yang akan mengadakan perlombaan ia bertanggung jawab atas persiapan. Dua hari waktu yang di butuhkan hingga akhir nya hari lomba di mulai.


Namun, Alia malah terlambat. Karena sudah mendadak akgirnya Alia memutuskan untuk menaiki mobil ke sekolah. Semua orang yang berada di rumah terkejud melihat Alia yang tidak sarapan langsung berlari kebawah setelah memakai baju. Para pelayan langsung panik dan bergegas membukakan pintu dengan tepat juga Alia keluar, dan langsung berada di depan teras. Ia berteriak dan menyuruh satpam bagian mobil untuk mengambil mobilnya. Begitu heran namun ia harus segera cepat.


Mobil sudah ada di depannya, ia segera naik dan menyetir sendiri mobil nya. Jam sudah pukul 07 : 25, dalam waktu 5 menit ia harus sampai sebelum gerbang di tutup. Ia melaju dengan kecepatan tinggi. Alia tidak mau telat karena hari ini adalah acara lomba dan dia adalah orang yang bertanggung jawab, dan seharus nya ia juga sampai ke sekolah lebih awal. Namun karena kakak nya yang jahil itu ia jadi begadang dan kesiangan.


Satu menit lagi sudah pukul 07 : 30, Alia yang sudah ada di depan gerbang langsung masuk dan memarkirkan mobil nya. Semua Siswa putri heran, siapa yang memakai mobil mewah untuk pergi ke sekolah?.


" Bukan kh itu mobil Alia??. " tanya Dilla teman Alia yang juga melihat.


Ke sembilan teman Alia yang berada di lantai dua melihat Alia bersamaan. Teman Alia yang lainnya tidak mengetahui itu adalah mobil Alia. Karena tau saja, ia biasanya selalu memakai sepeda kesayangan nya ke sekolah.


Alia keluar dari mobil dengan terburu buru. Pak Arto bingung karena Alia tidak pernah memakai Mobil untuk ke sekolah sebelum nya. Semua orang memandang Alia namun Alia hanya terburu buru harus pergi ke ruang Rapat Osis. Semua orang terkagum padanya karena memiliki mobil yang sangat mewah bahkan juga langkah.


" Itu dalah mobil yang sangat mewah. Bahkan jika harta ayah ku habis, juga tidak bisa membeli satu mobil seperti itu !! " ucap seorang siswa yang melihat itu kepada temannya.


" Iyah, bukan kah ia begitu kaya. Kau bayangkan saja ketiga kak ny sudah bekerja menjadi presedir apalagi ayah dan ibu nya? membayangkannya saja aku tidak bisa. Rasanya aku akan pingsan. " mengagumi


Perkataan itu di dengar oleh Sisca, dan membuat nya jengkel dan merasa kesal. Ia bersama ketiga teman nya pergi.


Tidak beberapa lama pengumuman terdengar. Di harapkan semua siswa dan siswi agar hadir di tempat yang sudah di tentukan pihak sekolah.


Ruangan itu sangat besar. Siswa dan siswi di bedakan dalam duduk. Siswa berada di sebelah kanan, dan siswi berada di sebelah kiri. Jumlah murid yang puluhan ribu orang, itu dikumpulkan dalam satu tempat itu. Sangat besar jika dari jarak jauh mereka bagaikan semut yang sedang berkumpul dengn rapi. Perlombaan itu berlangsung. Di sini, para murid berlomba untuk membaca Al Qur'an dan tes tentang ilmu agama lainnya. Perlombaan ini dan kumpul ini banya terjadi satu tahun sekali.


Saat Alia sedang termenung ia tiba tiba mendengar suara yang sangat bagus hingga membuat nya berhenti termenung. Alia mencari asal suara itu dan menemukan nya berduduk di kursi ke tiga yang di siapa untuk membaca Al Qur'an. Kaget namun nagih dengan nada suara indah itu berasal dari siswa laki laki itu adalah Hanza. Siapa yang mengira, Hanza yang nakal itu yang selalu cabut adalah murid yang paling pintar di sekolah. Namun kepa kali ini Hanza mau tampil?.


" Suaranya sangat indah, bahkan aku hampir menangis ! " Ucap Ina yang memgagumin.


Alia mengakui bahwa jantung nya berdegub kencang mendengar nada suara indah Al Qur'an. Ia juga meneteskan air mata nya.


" Namun, bukan kah dia adalah orang yang masuk ke ruang BK bersamamu waktu itu??. Dan juga yang mebrak orang hingga kau basah??. " ucap Novi.


Alia langsung tersadar dengn ucapan Novi.


" Akhh iyah, dia orang nya. " jawab Alia yang masih nagih dengn nada indah itu.


" Tapi suaranya sangat indah. Bahkan aku sampai merinding !! " ucap Lily.


Alia termenung, ia bingung mengapa Hanza baru sekarang tampil dalam perlombaan, kenapa ia tidak dari dahulu untuk menunjukkan bakatnya yang sangat indah itu. Jika ia dari dulu mengikuti lomba mungkin yang masuk ke tingkat tinggi mungkin adalah ia. Dan itu dapat membanggakan nama sekolah. Karena Alia selalu kalah di saat mau pencarian akhir. Dan mungkin jika Hanza uang berada di posisi nya saat itu, bisa jadi Hanza adalah juara di akhir lomba itu juga.


" Aku sampai iri padanya " Mengagumi dengan senyuman.


Saat itu semua orang hanya mendengarkan bacaan nya yang indah itu. Alia memejamkan mata nya hingga akhirnya Hanza siap membaca Al Qur'an.


Semua orang tertuju padanya dan sangat mengagumi nya. Dengan ini sudah pasti dengan jelas tahun ini ia yang akan menang dalam lomba itu.


Tidak beberapa lama Tes kepintaran dalam beragama juga di lombakan. Kali ini Hanza ikut lagi. Dalam semua pertanyaan yang di tanyakan kepadanya dapat di jawab dengan tepat dan lancar tanpa salah satu pun. Membuat point nya sempurna. Di sini semua orang lebih kagum padanya. Ia memahami begitu banyak ilmu Agama. Alia yang melihat itu sangat kagum. Dalam pertanyaan tadi mungkin ada tiga yang ia belum bisa di jawab, Namun Hanza bisa menjawab nya dengan sempurna. Di sini juga, dalam perlombaan ini juga sudah mengetahui siapa pemenangnya.


Acara selesai pada jam 4 sore. Semua orang pulang dengan tertib. Sambil bercerita tentang Hanza yang luar biasa itu. Alia yang dulunya selalu kesal karena ia selalu bertemu, kini ia menjadi lebih iri pada Hanza dan banyak berpikir untuk lebih giat lagi belajar.