
*Di Sekolah
" Alia kamu datang lebih awal kali ini?! " tanya Ria yang berada di dalam kelas
" pak Eko udah aku ancam, jadi dia gak bisa larang aku lagi!! " berjalan menuju tempat duduk nya.
" pasti kau ancam dengan bibi Ruri kan..??? " Tanya Nurul yang duduk di samping Alia.
Alia duduk di samping Nurul.
" kepo amat sih Nur. Kayak emak emak aja !! " melihat Nurul.
" bukan aku nya kepo, aku mah hanya bilang aja. Tapi bener kan, pasti aku gak salah..!! " Nurul melihat Alia
Alia hanya memasang kan muka cemberut dan bodo amat. Ia membuka buku nya dan membolak balikkan halaman buku.
Teman temannya yang sudah datang merasa bingung dengan Alia yang hanya diam saja. Padahal biasanya ia selalu aktif dalam berbicara.
" Ada apa dengan mu Alia?? " tanya Ina
Yang lainnya pun merasa ingin tahu mengapa Alia hanya diam saja.
" kakakku pulang. Tapi ia pergi lagi tadi pagi. Aku hanya berpikir apa yang harus aku beri kepadanya saat aku datang ke kantornya tiba tiba. Apakah kalian ada ide??? " melihat temannya.
Mereka saling pandang memandang.
" aku bertanya, mengapa kalian hanya saling memandang saja !! "
" emm aku rasa kau hanya perlu membawa makanan saja. Pasti kau nanti sore setelah shalat, baru pergi ke kantor kakak mu kan!!! " ucap Lily
Lily dan tiga temannya berada di kelas Alia karena kelas belum masuk. Biasanya jika tidak ada melakukan apapun mereka akan berkumpul di kelas Alia.
" memang benar sih aku akan ke kantor kakak setelah shalat Ashar, tapi aku tidak akan membawa makan ke kantornya. Melainkan aku akan mengerjai nya, dan membuat keributan di kantornya. " ucap Alia lagi sambil berpikir.
" emm sepertinya ini terlalu beresiko deh!!. " Lanjud Dilla
" Resiko apa yang aka di dapat oleh nona ternama??. Siapapun tidak akan ada yang bisa menghalanginya!!. " ucap keras dari Hanna
Alia melihat ke arah Hanna.
Dalam sejenak ia mendapat ide untuk mengerjai kakaknya. Ia tersenyum iblis sabil memikirkan ide nya itu.
*Jam pulang
Sebelum Alia berpisah dengan temannya, ia mengatakan bahwa ia ingin salah satu temannya ikut ke kantor kakaknya.
Dengan itu Alia melihat teman yang tepat yaitu Nurul. Karena ia adalah orang yang cocok saat nantinya di dalam kantor.
" Apakah kau mau menemaniku kekantor kak Gibran untuk mengerjai nya ??. Waktu kita tidak banyak. Jam 5 sore ia akan pulang. Saat kita di mobil nanti baru aku akan menjelaskan rencananya. Gimana Nur?? " tany Alia
" emm tidak buruk, aku akan pergi bersamamu. Jangan lupa, jemput aku !! " jawab Nurul
" tidak masalah!!. kalau gitu kita pulang, Assalamu'alaikum..." Alia
Beberapa menit kemudian.
Alia sampek di depan gerbang rumah nya. Ina yang berada di samping nya langsung berkata sebelum Alia berkata.
" Syukuri apa yang ada, dan ingat di luar sana masih banyak orang yang kekurangan...!! " Ina langsung pergi setelah mengucapkan salam pada Alia.
" (Siapa yang mau bilang itu lagi. Aku hanya ingin memanggil satpam.) " gumam Alia.
" Assalamu'alaikum....., enggak dengar apa aku diluar. Nih pintu masih di tutup..!!!. Buka gerbangnyaaa......!!!!!! " jerit Alia.
Pak Eko yang ada di dalam pos bermain ponsel langsung terkejut hampir menjatuhkan hanponnya karena jeritan Alia.
Dengan cepat bergegas keluar dari pos dan dengan suarayang keras ia menyuruh satpam petugas pintu gerbang untuk membukanya.
" apa kalian tidak mendengar nona datang??. Apakah aku harus berteriak langsung baru kalian buka?. Apa mau di pecat kalian.!! " ucap keras Pak Eko.
Alia masuk setelah pintu itu di buka saat pak Eko marah marah. Alia yang mendengar pak Eko marah ia memasang muka cemberut dan mata sinis.
" pak, kapan ibu pulang??. Aku mau bicara banyak pada ibu tentang rumah lohhh..!!" ucap Alia dengan senyum.
" ehh, nona. Ituu, itu. Saya minta maaf. jangan beritahu nyonya. Saya salah nona. Saya minta maaf..!! " mengerti apa yang dimaksud Alia
" Heh.., sudah lah. Lain kali pak Eko tidak di perbolehkan marah marah lagi. Jika pak Eko marah marah terus, entar bibi Ruri enggak mau loh ama Pak Eko..!! " memberikan sepedanya kepada satpam lain.
" iyah nona.."
" oh iyah, setelah aku selesai shalat aku mau pergi ke kantor kakak. Pak Eko urus mobil dan juga jemput di depan pintu oke..!! Alia.
" Baik nona.!! "Pak Eko
Alia mengambil payung yang ada di tangan pak Eko yang sudah di sediakan untuk Alia.
Setelah itu Pak Eko menyuruh satpam yang khusus membawa mobil Alia dan memeriksa mobil itu sebelum di gunakan.
Seperti biasa Alia yang sudah ada di depan pintu di sambut oleh beberapa pelayan. yang lebih sedikit dari yang kemarin. Sesuai yang di perintahkan Alia.
Alia memberikan tas nya kepada pelayan dan bergegas jalan menuju tangga untuk ke kamarnya.
Para pelayan merasa bingung karena mereka jarang melihat sikap Alia yang semangat dan senang. Memang benar, jika Alia sedang senang ia akan memberikan tasnya kepada pelayan dan berjalan menaiki tangga tampa menghentakkan kaki nya dengan kuat ke tangga menuju kamarnya.
Para pelayan pun senang dan tersenyum.
" Nona makan apa hari ini??. " tanya bibi Ruri
Alia berhenti di tengah tengah tangga.
" emm, aku tidak makan di rumah. Aku akan keluar bersama supir dan Nurul. Bibi Ruri jangan khawatir. Kabarkan kepada Caca kalau aku malam ini mungkin pulangnya telat..!! " ucap Alia dengan senang dan melanjutkan jalannya
Bibi Ruri tersenyum bingung sambil kembali ke dapur.