Kehidupan Seorang Putri

Kehidupan Seorang Putri
episode 10 : Lelaki itu menilai


" ihhhhh, jangan jewer jewer napa, sakit tau..!!! " ucap Alia menahan sakit


" tadi apa yang kau bilang??, kau hamil anak aku??. " melotot kepada Alia.


" itu, itu.... " gak bisa jelaskan.


Gibran melepaskan telinga Alia dan menatap Alia dengan sinis.


Alia memegang telinganya yang sakit sambil memasang kan muka kesal.


" udah kalau mau pergi pergi aja. Udah jam 5 juga, untuk apa mengurusi ku!! " Alia merasa kesal


Alia berjalan dan duduk si sofa loby. Ia merengut dan memainkan henpon nya. Nurul yang mengikutinya tadi mencoba menenangkan Alia.


Gibran yang melihat itu tiba tiba merasa sedih pada Alia. Ia mendekati Alia dan jongkok di hadapan nya.


" Alia kan udah gede, kenapa masih sedih?? " mencoba membujuk


Staf dan yang lainnya merasa bingung dengan hubungan Alia dan Gibran. Mereka masih berfikir kalau Alia memang benar mengandung anak Gibaran.


" apakah perempuan itu benaran mengandung anak Tuan Gibran ??. lalu bagaimana dengan tunangan nya?? " tany staf di sana


Semua pada berbicara mengenai hubungan Alia dan Gibran.


Dengan itu Gibran menghela kan nafasnya dan berbicara.


" Alia adalah adik kakak yang paling kakak sayangi. Ali jangan sedih jika nanti sudah lulus Alia boleh kemana aja termasuk menemui kakak ! " Gibran


Dengan ucapan itu semua orang mulai kebingungan. Alia itu siapa dan apa hubungan nya. Tiba tiba Andri langsung menyuruh mereka bekerja dan tidak mengurusi hal lain nya atau akan di pecat.


Siapa yang akan berani membantah?. Akhirnya mereka pergi kembali bekerja dengan membawa kebingungan. Andri juga berkata pada staf bahwa Alia adalah adik Gibran, dan jika kelak datang langsung mengantarnya ke ruangan Gibran.


Di posolisi Gibran,


Ia duduk di samping Alia dan memegang tangan nya. Gibran menjelaskan ia akan pulang kembali ke Prancis untuk membuat persetujuan dari orang tua tunangan nya. Dan jika ada kesempatan lain nya ia akan kembali dan membawa Alia pergi bermain bersama.


Alia mulai tersenyum. Ia berharap itu akan di tepati oleh kakak nya Gibran.


" Tidak masalah, aku berjanji maka akan ku tepati! " Gibran


Alia memeluk Gibran dan menyandar kan kepalanya ke dada nya. Ia tersenyum bahagia karena sekian lamanya ia tidak pernah merasakan ke hangatan ini. Bisa dikatakan terakhir kali Gibran pulang 3 tahun yang lalu. Jika idul Fitri tiba ia selalu di sana karena sibuk.


Tidak lama Alia dan Nurul mengntar kakaknya ke bandara untuk mengantarkan Gibran pergi. Ke duanya berpisah dan Alia pergi.


Sudah sore dan matahari sudah hampir terbenam. Alia dan Nurul menuju mesjid terdekat dan menunaikan shalat magrib. Selesai shalat, di jalan parkiran Alia tidak sengaja menyenggol seorang lelaki. Alia langsung meminta maaf pada lelaki itu.


" itu tidak masalah, janga sungkan begitu! " ucap lelaki itu.


" emm, kalau begitu sebagai permintaan maaf bagaimana aku mentraktir mu makan di sekitar sini? " tanya Alia


Lelaki itu kebingungan. Ia merasa sungkan dan tidak enak.


" maaf, bukan nya tidak menerima permintaan maaf mu, tapi tidak baik jika aku makan dengan perempuan! " ujarnya lelaki itu


Alia berfikir


" (Mungkin nih orang sangat Alim. Sehingga ia tidak mau dekatan Dengan perempuan dan ingin menghindar!!) "


" emm baik lah, tidak masalah. Setidaknya aku sudah minta maaf. Yang penting niat baik ku sudah aku beri tau. Kalau begitu aku dan teman ku duluan!! " ucap Alia pergi setelah mengucapkan salam pada lelaki itu.


Lelaki itu masuk ke dalam mobil nya yang berada di sebelah mobil Alia.


" wanita tadi sangat baik, tapi.., aku merasa ada yang kurang dari nya sebagai calon istriku !! " menatap ke mobil Alia.


Di mobil Alia.


" sepertinya tuh lelaki sedang memikirkan mu, apakah dia berpikir kau layak menjadi istrinya atau bukan !! " ucap Nurul melihat mobil lelaki itu yang sangat jelas lelaki itu melihat Alia dengan tatapan menilai.


" Kau ada ada aja, mana mungkin ia sepede itu!. ( mengamati ). eh, sepertinya yang kau katakan benar. Di lihat dari caranya melihat itu seperti menilai ku!!? " Alia melihat dengan teliti.


Alia mulai tidak nyaman, ia menyuruh supir segera pergi dari mesjid. Setelah itu pergi ke restoran terdekat untuk makan.