
Hari Hapalan
Alia seperti biasanya, ia menggunakan sepedanya untuk pergi ke sekolah. Kali ini dia tidak bersama Ina, karena Ina sedang sakit. Alia menggayuhkan sepedanya dengan cepat. Posisi sekolah berada di sebelah kanan nya. Tanpa di sadari saat menyebrang ia menabrak seorang anak lelaki yang juga sama memakai sepeda yang berarah lawanan, mereka terjatuh bersama di depan sekolah putri.
Alia menahan sakit saat jatuh dan berdiri sambil mengambil sepedanya yang terbaring.
" Lu kalau jalan tuh liat liat napa. Gak tau apa ada orang di depan!!!. " Alia menunjuk marah ke seorang peria di depan nya.
Seragam yang lelaki itu pakai adalah seragam sekolah putra yang berada di samping sekolah putri.
" ehh, seharus nya kau yang harus hati hati. Kau gak liat apa, ada orang disini..!!. lagian nih jalan juga sebelah kiri ku, jadi aku gak salah kan..!!" ucap nya tidak bersalah
Alia dengan mata yang geram ia mengumpulkan kemarahan nya.
" Kau yah, jelas jelas salah bukan nya minta maaf. Lagian ini kan sekolah putri jelas dong kalau aku akan nyebrang " jawab Alia tidak mau ngalah
" hey, kau yang salah, kalau nyebrang tuh liat kanan kiri dulu dong. Jangan asal trobos aja.."
Di depan gerbang terdengar begitu kacau dengan keributan Alia dan anak laki laki itu. Teman yang baru sampai melihat pertengkaran mereka. Dengan bergegas ia menjumpai satpam dan memberi tau.
Pada Akhirnya mereka berdua berada di Kantor BK.
Tuk, tuk, tuk. Bunyi jari yang di ketuk ke meja oleh kepala BK. Alia dan lelaki itu diam menunduk di hadapan meja guru BK.
" Lihat lah, murid yang teladan bertengkar di depan gerbang., apa lagi seorang perempuan..( melihat alia). Dan kau juga, ( melihat ke arah laki laki ). Hanza, kau pasti mau bolos lagi yahh.., " ucap kepala BK.
Hanza terdiam nundukan kepalanya dengan mata yang memeram. Alia melihat nya diam diam dan merasa seperti ada sesuatu yang di pendam oleh nya. Alia melihat kepala BK dan termenung. " pasti dia melakukan ini karena suatu hal "
" Alia, Hanza, apakah kalian tau bahwa bertengkar itu tidak di perboleh kan.., mengapa kalian bertengkar. Dan juga nih Hanza kenapa berdebat dengan perempuan?. Kalian dua yahhh. ada ada aja " mulai memarahi
" yah kan pak, dia di luan tuh yang nabrak ku, aku mah hanya mau nyebrang saja..!! " ucap Alia lebih dulu.
" eh, eluh duluan yang mulai yah, sapa suru nyebrang gak liat liat dulu..!!! " ucap Hanza
Kepala BK menepuk meja dan membuat Alia dan Hanza terdiam langsung saat mendengar itu.
" demi ketertipan sekolah, orang tua kalian ke sekolah sekarang juga..!! " ucap tegas kepala BK
" Ada di luar negri " ucap serempak mereka berdua
Dengan tatapan heran Kepala BK melanjudkan ucapannya.
" Ya sudah kalau begitu orang terdekat seperti saudara kalian..!! "
" Ada di luar negri " ucap serempak lagi mereka berdua
Kepala BK mulai hampir pingsan.
" baik lah kepala pelayan kalian..!!. ( ku akui kalian memang seorang putri dan pangeran ). " menundukkan kepalanya dengan tangan yang menahan nya.
Beberapa saat kemudian..
Kepala pelayan Alia bibi Ruri dan kepa pelayan Hanza bernama Arif. Mereka berdua saling berkenalan dan memohon maaf pada Kepala BK.
Alia menolak salah dan tidak mau meminta maaf pada Hanza. begitupula dengan Hanza ia juga menolak dan langsung pergi dari ruang BK setelah selesai masalah nya.
Saat di luar ruang BK, Alia membuka tas nya dan mengambil pulpen dan melemparkan ke arah Hanza. Dengan keinginan yang kuat dari Alia, pulpen itu mengenai kepala Hanza ( mampus syukuri tuh, dasar buaya jantan..!! ) dalam hati Alia. Alia segera mengejek Hanza setelah itu ia langsung pergi setelah Hanza berbalik melihat nya.
Dengan muka geram, Hanza mengambil pulpen itu dan menggenggam erat hingga hampir mematahkan pulpen itu. Kepala pelayan, Bibi Ruri memohon maaf pada Hanza dan kepala pelayan Arif setelah di tinggal Alia. Dengan hati yang tidak enak ia berpamitan lebih dulu dan pergi.
" Liat saja, aku pasti akan membalasmu buaya betina..!! "