Kehidupan Seorang Putri

Kehidupan Seorang Putri
episode 1 : Rasa malu


Kaki menggoyah kan sepeda dengan kuat dan cepat. Dia seorang perempuan yang memakai jilbab berwarna putih dan baju sekolah yag rapi. Namanya adalah Alia. Alia anak yang rajin dan kuat. Tidak hanya itu, dia juga pandai berbicara. Mulutnya yang selalu suka berbicara keras dan lantang. Walau begitu ia memiliki teman yang banyak setidak nya yang paling dekat ada 10 orang ditambah dengan dia.


Dia sekolah, di sekolah islamiah. Kini dia duduk di bangku kelas XI. Sekolahnya yang ternama dan terpandang itu tidak melihat setatus pekerjaan orang tua. Melainkan melihat anak itu rajin atau tidak.


Setelah tekongan tidak jauh lagi adalah sekolah dia. Pada saat sampai di depan sekolah dengan cepat dia turun dari sepedanya dan berlari masuk ke gerbang yang gerbang itu tertutup dengan otomatis saat waktunya telah tiba, yaitu 07 : 30. Karena lupa ia pun melihat ke belakang dan menyadari bahwa sepedanya tertinggal di luar pagar.


" ah Alia !. apa yang kau lakukan ?. Sepedamu berada di luar..!!. Ini sudah kebepara kalian ya..!! ". ( Melihat sepedanya yang berada di luar pagar )


Alia melihat ke arah satpam yang ada di dekat gerbang. Ia mendekati pak Arto dan berkata.


" jika sepedaku hilang lagi pak, aku akan membuat kepala bapak botak !!. " ( mengancam pak Arto )


Pak Arto yang ada di dalam tertawa kecil.


" Non, pak Arto ini emang botak. Gimana mau botakin lagi non..? " ( tertawa )


Aila mengedipkan matanya tiga kali dengan cepat. Agak malu tapi tidak mau kalah.


" oke lah pak, gapapa, awas aja nanti kalo sepedaku ilang seperti sebelumnya bapak akan tau akibatnya ..!! " berjalan pergi menuju kelas


" makan nya non, kalo datang itu lebih cepat biar gk kayak gini ..!! " ucap pak Arto dengan Alia yang seudah pergi.


Alia hanya mengerutkan alis nya dan bibir nya dengan kesal. Sambil berjalan ia menghafal hafalan nya. Dengn sempatnya ia menghafal bisa sampai 5 kali karena kelasnya berada di atas, dan harus menaiki lift untuk ke kelasnya.


Saat di depan pintu kelas ia mengucapkan salam dengan kuat. Semua teman nya terkejut dan menghelakan nafas.


" kebiasaan !! " ucap Ria teman Alia yang sedang menghafal.


Alia melangkahkan kaki nya menuju bangku Ria yang berada di depan, tepat di depan papan tulis. Ia menatap Ria sambil berjalan dan memegang tasnya yang tadinya berada di bahunya.


Alia duduk di atas meja Ria dan menatap Ria yang juga melihatnya. Dengan raut manis dan tersenyum pada Ria membuat Ria jijik akan Alia yang menatapnya. Ria menatap kepada Alia sambil menarik bukunya yang terjepit pada Alia.


" aku terlalu senang berada di dekatmu ! " ( dengan tatapan manis )


Ria mengrutkan alis nya dengan tatapan jijik akan sikap Alia.


" apakah Alia sedang sakit? mengapa tingkahnya seperti itu?. Tumben sekali!!? " Ina teman Alia yang duduk di sebrang bangku Ria.


" Aku rasa dia kesepian, atau jangan jangan sepedanya berada di luar lagi..!! " jawab Nurul yang duduk di belakang Ina.


" ahh.., kau tepat Rul. Sepedaku berada di luar..!!. tapi aku begini bukan karna sepeda itu, melainkan aku begini karna aku akan berperan seperti apa kalau bertemu cowok???. " ( langsung duduk tegak di meja Ria).


" mulai kapan kau naksir ama cowok Lia?. Di sini sama sekali gak ada cowok !! " ucap Via mendekat dan duduk di dekat Ina.


" itu masa bodoh, yang penting saat ini aku ingin berperan begitu. Tapi saat ini sampai di sini saja. Karna aku gak punya mukak lagi di depan kalian, terutama Ria " ( memandang Ria )


Ria memundurkan badannya yang begitu dekat dengan Alia dan melihat bukunya yang masih terjepit. Dan Alia melihat tangan Ria yang dari tadi memegang sesuatu yang berada di bawahnya. Setelah ia melihat nya Alia dengan senyum rasa malu ia langsung berdiri dan meminta maaf pada Ria.


Alia dengan rasa malu ia duduk di samping Nurul. Nurul tertawa melihat muka Alia yang memerah.


" kau tau itu buku apa Alia?, kau mendudukinya. Tambah dosa lah kau!! " Nurul ( tertawa kecil )


" Jangan di bahas malu ku sampek ke urat nadi ku. Bahkan melihat nya saja pun aku gak punya muka lagi..!!! " menundukkan kepalanya ke atas meja.


Alia sangat malu dan tak bisa berbicara. Ia sangat malu bukan karena Ria, melainkan karna buku yang ia duduki. Rasanya dia tidak bisa belajar lagi karena kesalahan itu.


" itu hanya sebuah buku, kesalahan itu kedepannya gak boleh di lakukan. Sekarang apa masalahnya ? sebaiknya kau hapal hapalan mu Alia.!! " ucap Novi di belakang nya.


Alia mengangkat kepala nya dan menghadap ke depan. Dengan muka lesuh dia berkata dalam hatinya " ini yang pertama dan ke terakhir kali nya ". Tersenyum percaya diri.