Kehidupan Seorang Putri

Kehidupan Seorang Putri
episode 18 : Bermain


20 : 00


Alia dan teman teman nya berkumpul di caffe tempat biasanya mereka berkumpul. Mereka memesan banyak makanan dan minuman. Mereka menikmati makanan sambil berbincang bincang.


Tak beberapa lama, suara rusuh terdengar tidak jauh dari tempat mereka makan.


" Kamu tau kan, ini bukan pakaian murahan seperti yang kamu pakai. Jadi rusak dan kotor bigini bagaimana kamu bisa mengganti nya..?? " seorang perempuan uang memarahi seorang pelayan.


Pelayan itu gemetaran karena merasa bersalah. Ia takut dan hanya bisa minta maaf dan menundukkan kepalanya.


Perempuan yang merasa di rugikan itu marah dan menjambak rambut pelayan itu.


Rasa sakit di kepalanya membuatnya tambah sedih ia mengeluarkan air mata sambil memegang rambut nya yang di jambak.


Tiba tiba sebuah tangan menggenggam tangan perempuan itu ia melihat ternyata Alia yang memegang tangan itu. Alia menghempas tangan perempuan itu dari pelayan dengn kuat.


" Hanya sebuah baju murahan??? " ucap remeh Alia pada perempuan itu.


Perempuan itu langsung menatap Alia dengan tatapan remeh.


" Kamu kira ini baju harganya ratusan ribu??. Harga baju ini 5 juta. Bukan 5 ribu. " menatap dengan tajam.


" Ya elah cuman 5 juta mah murah banget. Baju atasan Alia sekitar 10 juta. Celana nya 15 juta. Jilbab nya 5 juta. Lalu tasnya 50 juta. Trus sepatu yang di pakainya sekitar 20 juta. Lu mau banggain baju lu yang harganya setara dengan jilbabnya? di mana yang mahal?? " ucap Nurul yang langsung merespon.


Perempuan itu terdiam ia berpikir keras mana mungkin semua yang dipakai Alia itu sekitar 100 juta.


" hehh, mana mungkin itu semua seharga itu. Memang sih bajunya seperti baju e limited edition. Tapi mana mungkin. Paling juga Kw !! " meremehkan kembali.


Nurul tidak tahan ingin memabalas perkataan itu. Namun Alia langsung berkata.


" Jangan merasa tinggi di hadapan orang yang lemah. Seharus nua kau menunduk seperti padi di sawah. Aku akan membayar baju mu yang rusak dan juga makanan mu yang kau pesan. " jawab Alia.


Perempuan itu diam dan merasa setuju dengan tanggu jawab itu. Perempuan itu menerima uang ganti rugi dan tidak membayar makanan yang ia pesan. Setelah itu ia pergi dari Caffe itu.


Si pelayan berterima kasih banyak. Ia berjanji akan mengembalikan uang itu.


" memang nya kamu bisa bayarin semuanya? " tanya Alia


" memang aku tidak bisa membayar nya sekarang namun nanti pasti akan ku bayar. " percaya diri.


Alia tersenyum lalu ia mengatakan itu tidak perlu karna itu dapat membuatnya lebih kesulitan. Dan Alia tidak Ingan seseorang sulit hanya karena dirinya.


ASetelah selesai dan si pelayan berterimakasih mereka kembali ke tempat tadinya mereka makan. Mereka kembali berbincang sambil menikmati makanan itu.


Setelah mereka makan, Alia dan temannya pergi ketempat bermain. Berseru dengan girang menikmati permainan seru. Terlihat begitu senang dan tidak sengaja bertemu dengan Hanza yang membuat Alia teringat dengan suara merdu saat lomba itu dan membuat wajahnya menjadi merah rasa malu.


" ehh, bukan ini Hanza yang menang lomba putra putri di sekolah yah ?? " Lily menyapa Hanza


Hanza dan kedua temannya melihat ke arah mereka. Dengan heran Hanza melihat Alia dengan tatapan kesal. Alia memalingkan pandangannya. Ia masih teringat dengan suara itu yang membuatnya merasa malu.


" Memang nya tempat permainan ini di buat untuk apa?? " jawab Ardi teman Hanza dengan dingin.


Novi tersenyum pahit, merasa dirinya seperti di abaikan.


" ekhmm btw suara kamu Hanza bagus banget loh tadi. Sampai kami terharu banget loh !! " puji dari Hanna.


Hanza hanya tersenyum lalu pergi meninggal kan mereka. Dengan tatapan kosong mereka bengong.


" ganteng sih,.tapi kok dingin kayak kutub utara :( " ucap Kiky.


Semuanya merasa lesuh. Kesalahpahaman sebelumnya sudah tidak di ingat lagi. Yang ada Alia malah merasa malu saat bertemu Hanza.


Setelah itu mereka bermain lagi ke tempat yang belum pernah mereka mainkan.


Mereka berjalan lalu menekan tempat indah dan bagus. Langit yang terbuka luas dengan taburan bintang yang begitu banyak. Karena di sana adalah tempat khusus untuk bersantai menikmati pemandangan bintang, tidak ada satu kursi pun di sana. Mereka akhirnya memutuskan untuk berbaring di atas rumput yang segar dan bersih. Memandang ke atas langit sambil menunjuk bintang bintang.


Saat Hanza memasukit tempat yang sama dengan Alia dan teman temannya, dia terdiam. Karena tempat ini seharusnya tempat mereka untuk berbicara. Hanza pun mendekati mereka dan bermaksud untuk menyuruh mereka pergi. Karena tempat permainan ini milik Hanza. Dan jua tempat tanah lapang ini tempat khusus di buat untuk nya.


" sebaiknya kalian pergi dari sini. Ini bukan bagian dari tempat permainan. " ucap dingin Hanza.


Mereka terkejut, dan duduk dengan secepatnya. Lalu mereka melihat ke arah Hanza. Hanza uang melihat ke arah Alia membuat maya teman nya yang tadinya ke arah Hanza berpaling melihat ke arah Alia.


Itu membuat Alia merasa seperti di sudut kan oleh rasa bersalah. Namun ia tidak tau apa masalahnya.


Karena sudah tegang Alia langsung tersunyum. Senyuman itu membuat Hanza dan temannya memalingkan pandangan. Jujur saja Alia selalu cemberut saat bertemu dengan laki laki atau orng yang tidak ia kenal. Sehingga jarang sekali Alia terlihat tersenyum. Dan senyum nya itu terlihat lesung pipit yang membuatnya sangat manis.


Dengan wajah yang malu Hanza menyuruh mereka pergi dari tempat itu. Namun Alia menolak.


" Bukan kah ini tempat bermain???. Kenapa di usir?? " tanya Alia.


" Tapi bukan tempat ini, tempat ini khusus di buat hanya untuk ku. Dan orang yang tidak mendapatkan izin tidak boleh masuk. " ucap Hanza


" lalu kenapa kami dapat masuk ke sini?? " tanyanya polos


Hanza terdiam lalu melihat ke belakang tempat pintu masuk yang tidak ada penjaganya.


" yang jaga sedang lalai. Sebaik nua kalian pergi dari sini. "


Alia kembali terbaring dan melihat ke arah langit. Lalu menunjuk dan menggaris dari satu bintang ke bintang lainnya. Lalu ia berkata.


" lebih seru saat kamu bersama orang ramai. Karena disaat itu kamu akan merasakan kebahagiaan. " Alia tersenyum


Ardi dan Rehan duduk di samping teman Alia. Melihat teman nya itu ia merasa tidak senang. Rasa malu di campur aduk.dengan rasa heran. Mau marah namun tidak bisa karena Alia tersenyum. Dalam hati Hanza ia berkata " kenapa teman ku luluh dengn senyumnya Alia?? ".


Karena sudah terlanjur disana dan teman nya juga menikmati pemandangan Hanza mau tidak mau juga ikut berbaring di samping temannya. Lalu menatap bintang bintang. Teman teman Alia tersenyum girang saat melihat ada bintang jatuh. mereka menunjuk bintang itu. Hanza yang begitu dingin, tersenyum melihat suasana yng ramai dengan penuh tawaan itu. Karena selama ini ia hanya sendirian dan tidak ada teman yang seasik itu. Ia hanya memiliki Ardi dan Rehan yang juga memiliki sifat yang sama dengan nya. Pendiam dan bodoh amat. Malam itu penuh dengan senyum dan terlewatkan dengan baik.