Hidden Rich Man

Hidden Rich Man
Part 40


“Kau semakin tak disiplin sekarang,” tegur Papa Rey pada Felly saat putrinya sampai di ruang makan bersama Danesh.


“Maaf, Pa.” Felly menarik kursi di sampingnya untuk suaminya duduk. “Sini.” Ia menepuk bantalannya, memberikan perintah pada Danesh agar tak berdiri terus.


“Siapa yang menyuruhmu makan bersama keluargaku?” tegur Papa Rey saat Danesh mendaratkan pantatnya di kursi. “Berdiri! Tempatmu makan ada di belakang bersama pelayan lainnya,” titahnya.


Danesh menurut, ia berdiri. Jika tak mengingat perjanjian sialan yang mempertaruhkan anaknya, ia akan berani melawan. Tapi kali ini ia harus menurunkan egonya, demi buah hatinya.


“Pa ...!” seru Felly dan Mama Kyara.


“Jangan keterlaluan,” tegur Mama Kyara tak suka suaminya memperlakukan menantu seperti itu.


“Dia suamiku, Pa. Sudah sepantasnya makan di sini, bersama kita,” bela Felly.


Danesh menggelengkan kepalanya pada Felly agar istrinya tak membelanya. Percuma mau mengatakan apa pun, perintah Rey adalah mutlak.


“Diam! Jangan ada yang berani membantahku,” berang Papa Rey memberikan tatapan tajamnya pada seluruh anggota keluarganya.


Jika sudah seperti itu, semuanya hanya bisa menunduk. Tak akan bisa melawan amarah Papa Rey.


Berhubung semuanya sedang berkumpul, ia harus memberitahukan kedudukan Danesh di rumah ini agar pria tanpa asal usul jelas itu tak akan bisa hidup enak di rumahnya.


Rey menepuk tangannya memanggil pelayan.


“Ada yang bisa dibantu, Tuan?” tanya pelayan itu.


“Kumpulkan seluruh pekerja di rumah ini, sekarang!” titah Rey. Pelayan itu pun mengangguk mengerti dan segera menjalankan perintah majikannya.


Duduk Rey angkuh sekali. Matanya berperang dengan iris berwarna grey milik Danesh. “Tundukkan pandanganmu!” perintahnya pada pelayan barunya itu. Ia tak suka ada yang berani dengannya.


Danesh menundukkan kepalanya. Pak tua sialan, segera habislah masa hukumanku. Ingin sekali aku membungkam mulutnya itu. Dia harus berlutut dan memohon padaku nantinya.


Para pelayan sudah berkumpul di sana. Termasuk tukang kebun, supir, dan satpam pun juga ikut.


“Dengar baik-baik.” Rey memberikan perintah untuk semuanya agar menajamkan pendengaran. “Dia.” Tunjuknya pada Danesh. “Pelayan baru di rumah ini. Kedudukannya di rumah ini sama dengan kalian.” Telunjuknya beralih pada pekerja di rumahnya.


“Jangan ada yang menghormatinya seperti majikan kalian. Dia tak pantas mendapatkannya,” imbuh Papa Rey.


“Pa ... kasian suamiku.” Felly mencoba untuk membela suaminya. Gara-gara dirinya, kehidupan di masa hukuman Danesh menjadi tak tenang.


Rey memelototi Felly. Ia menunjuk putrinya, lalu jemarinya ia gerakkan di depan mulutnya memberikan isyarat agar Felly diam.


Kembali pada pekerja di rumahnya, mata itu terlihat mengerikan menatap mereka yang berjumlah hampir seratus orang.


“Siapapun boleh memberikannya pekerjaan. Jika perlu, yang berat-berat berikan saja padanya,” lanjut Papa Rey.


“Uw ... kesempatan untukku menyiksanya,” gumam Fenny. Bibirnya tersenyum smirk. “Welcome to the hell!” serunya, lalu tersenyum puas. Papanya memang terbaik jika berhubungan dengan siksa menyiksa orang.


Felly tak bisa berbuat apa pun. Matanya menatap suaminya dengan perasaan bersalah.


“Kalian boleh pergi, jangan mengganggu keluargaku saat kami makan,” usir Papa Rey. “Kalian tunjukkan pada pria itu di mana tempatnya untuk makan. Sama seperti pelayan lainnya,” imbuhnya.


“Baik, Tuan.”


Papa Rey lalu memberikan perintah pada anggota keluarganya untuk mulai makan. Felly sungguh tak berselera untuk melahap hidangan yang sangat banyak dan lezat itu.


Sedangkan Danesh, ia diajak pelayan laki-laki untuk ikut dengannya. Ia ditunjukkan tempat biasa para pekerja di rumah keluarga Wilson untuk makan. Lokasinya ada di rumah belakang.


“Kau membuat kesalahan dengan Tuan Besar? Sepertinya dia sangat marah denganmu.” Parman, pelayan berjenis kelamin laki-laki bertanya dengan Danesh.


Danesh mengangguk. “Kira-kira begitu.”


Parman menepuk pundak Danesh. “Tuan besar memang kejam, menantunya saja dihukum seberat ini. Hati-hati dalam bekerja. Jangan membuat kesalahan yang bisa memantik kemarahan Tuan Rey,” peringatnya.


...........


Aku minta tolong banget sama kalian, like sama komen juga ya. Itu sama sistem keitung masuk ke poin hadiah juga. Kalau punya poin lebih, boleh lah bunga sama kopinya.


Jangan lupa:


1. Like


2. Komen


3. Hadiah


4. Follow akunku


5. Follow instagram aku: heynukha