DI CINTAI JIN TAMPAN

DI CINTAI JIN TAMPAN
Episode delapan belas (berdebat)


Selesai berbelanja, Hana meletakkan semua barangnya di ruang depan, setelah itu, ia pergi untuk bertemu dengan teman barunya yang ia kenal di tempat kursus. Keduanya membuat janji akan berbelanja bersama.


"Tomo!" seru Hana membangunkan kucingnya yang sedang tertidur.


Dan Tomo yang mendengar itu segera mendekat.


Hana yang sedang menuang makanan kucing itu mengusap pucuk kepala Tomo.


"Aku pergi dulu ya, Tomo."


Setelah itu, ia memanggil tukang ojek yang mangkal di ujung jalan tidak jauh dari rumahnya.


"Ke alamat ini, Pak," kata Hana.


"Siap, Neng," jawab Bapak ojek.


_____________________


Sementara itu, di rumah Miranti ia menimbang ucapan Damar yang menyuruhnya untuk mengecek CCTV.


"Iya ya, disini nggak ada kelihatan cowok yang masuk kamar Hana, apa iya Vie memfitnah Hana," gumam Miranti seraya menatap layar laptop.


"Aku jadi nggak enak sama Hana."


Setelah itu, ia keluar dari kamar dan berniat untuk belanja kebutuhan rumah tangga, ia mengendarai motor matic yang terparkir di depan rumah dan Miranti berpapasan dengan Vie di gerbang.


"Sore, Bu," sapa Vie yang baru saja pulang bekerja.


"Sore, oia Vie ada yang mau saya tanyakan," kata Miranti seraya mematikan motornya.


"Tanya apa, Bu?"


"Soal Hana, setelah saya cek CCTV, saya nggak lihat ada pria masuk ke kamarnya, jadi waktu itu kamu bener nggak ngasih informasi, kalau nggak bener kan jadinya fitnah."


"Waktu itu saya dengar kok, kaya lagi gituan, mungkin harusnya waktu itu kita gerebek jadi Ibu percaya," jawab Vie.


"Membingungkan, ya sudah saya mau pergi dulu," kata Miranti yang kemudian pergi meninggalkan Vie yang masih berdiri di gerbang.


"Aneh," lirih Vie seraya berjalan menuju kamarnya berada.


_________________


30 menit kemudian, Miranti memarkirkan motornya di halaman parkir yang swalayan sediakan, kemudian ia mengambil troli dan mulai mendorongnya masuk swalayan. Ia berjalan ke tempat buah-buahan berada, dan tak sengaja melihat Hana yang sedang berbelanja dengan temannya, terlihat usianya lebih dewasa dari Hana.


Miranti mendorong trolinya mendekati Hana seraya memanggilnya.


"Hana!"


Dan yang dipanggil pun melihat kearah sumber suara.


"Bu Miranti," lirih Hana.


"Iya, ada apa, Bu!" tanya Hana setelah Miranti sudah ada di depan mata.


"Begini, saya minta maaf ya kemaren udah berbuat salah sama kamu," ucap Miranti seraya meraih tangan Hana, tetapi Miranti tak mengatakan alasannya mengusir Hana dan Hana pun sudah tidak ingin tahu lagi urusan yang sudah lalu.


"Nggak apa, Bu. Ya sudah saya permisi dulu," kata Hana seraya menggandeng lengan temannya itu.


"Itu siapa, Hana?" tanya teman Hana.


"Oh, itu. Mantan Ibu kos, Kak," kata Hana. Lalu, keduanya berjalan ke arah perabotan berada, Hana membeli mikser dan oven sesuai dengan arahan temannya itu.


"Jadi bagusan ini, Kak?" tanya Hana seraya menunjukkan dus mikser yang ia maksud.


"Iya, aku juga pakai ini di rumah," jawabnya.


Setelah merasa lelah dan sudah mendapatkan apa yang mereka mau, keduanya menyudahi belanja, dan memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.


"Dah, Kak. Sampai jumpa lagi besok," seru Hana yang kemudian naik angkutan umum meninggalkan temannya yang masih menunggu ojek yang ia pesan.


________________


Hana turun dari angkutan umum tepat di depan rumahnya, terlihat ramai anak-anak dari sekolah Damar berlalu lalang untuk pulang ke rumah masing-masing, dan Hana, ia kembali melihat Damar berada di depan pagar rumah.


Terlihat Damar menggunakan ranting bunga yang masih hijau untuk menggoda Tomo, tetapi Tomo tidak merespon melainkan menatapnya datar.


Damar melihat kearahnya. "Hana," lirih Damar seraya bangun dari berjongkok, membuang ranting tersebut ke sembarang arah.


"Ini, gue tadi pulang sekolah sekalian mampir aja, boleh nggak gue main?" tanya Damar.


"Maaf Damar, nggak bisa, disini aku tinggal sendiri, nggak enak takut jadi fitnah," tutur Hana seraya membuka gerbang.


"Ya udah, tapi gue nggak bakal nyerah," batin Damar.


"Ya udah kalau gitu, gimana kalau kita jalan aja nanti malam, kita pergi cari tempat nongkrong," ajak Damar sedikit kikuk karena baru kali ini ia mendekati seorang perempuan.


"Gimana ya, aku capek sih sebenernya," kata Hana.


"Ayolah, sekali aja, ntar nggak cuma kita berdua doang kok, banyak temen-temen yang lain juga," bujuk Damar.


Hana memikirkan ajakan Damar, dan mendengar kata teman-teman membuatnya merindukan semua temannya di kampung halaman.


"Eemmm, boleh," jawab Hana antusias.


"Jam berapa?"


"Habis isya, nanti gue samperin ke sini, ya!" kata Damar, setelah itu Damar pamit untuk pulang dan Hana masuk kerumahnya diikuti oleh Tomo.


Mengetahui Hana menerima ajakan Damar membuat Tomo semakin manja, ia tidak ingin ditinggalkan. Dan Hana yang baru saja meletakkan barang belanjaannya itu segera membopong Tomo, membawanya ke kamar dan bermain bersama di atas kasur.


"Tomo, aku mau bercerita, hari ini aku senang sekali, aku punya teman baru yang baik dan dia udah berumah tangga, namanya Kak Raisa," ucap Hana seraya menggelitiki Tomo.


Dan Tomo menggigit kecil telunjuk Hana, membuat Hana merasa geli.


Kemudian Hana mengusap pucuk kepala Tomo.


"Tomo, aku mandi dulu ya," pamit Hana kemudian ia mengambil handuk yang menggantung di Paku belakang pintu.


Tanpa Hana tau, sebenarnya Tomo memperhatikan Hana yang masuk kamar mandi, ia terus memperhatikan sampai Hana menanggalkan semua pakaiannya, begitu juga saat Hana mengusap kan busa sabun ke seluruh tubuhnya.


"Kamu memang cantik Hana," gumam Tomo tanpa mengedipkan matanya.


Selesai mandi, Hana kembali bermain dengan Tomo di atas kasur lantai yang tipis.


_______________


Tak terasa, ternyata Hana ketiduran dan ia membuka mata saat mendengar suara Damar yang memanggilnya dari luar.


"Aduh, mana belum siap-siap lagi," gumam Hana seraya mengambil sisir, ia memakai bedak tabur dan mengoleskan lipgloss di bibirnya.


Setelah itu, Hana membopong Tomo, membawanya ikut keluar bersamanya.


"Maaf ya, kamu nunggu lama?" tanya Hana seraya mengunci pintu rumahnya.


"Enggak kok, baru sepuluh menitan," jawab Damar.


"Aku ajak Tomo, ya," kata Hana seraya tersenyum manis.


"Ya Tuhan, manis sekali," gumam Damar dalam hati.


"Iya udah nggak apa-apa, ayo berangkat," ajak Damar seraya menaiki motor matic nya.


Damar membawa Hana bertemu dengan teman-temannya yang sudah menunggu di lapangan futsal, dan berapa terkejutnya Gavin yang sedang baru selesai memakai sepatu.


"Aaaaaaa!" teriak Gavin saat melihat Tomo.


"Astaga, perut gue mules!" seru Gavin yang kemudian pergi berlari membawa tasnya.


Dan Damar mengejar Gavin, ia meraih tasnya membuat Gavin berhenti.


"Lo kalau nggak bisa di kasih tau nggak apa-apa, tapi tolong jangan bawa-bawa kucing itu buat kumpul sama gue!" kata Gavin seraya mengibaskan tangan Damar.


"Vin, lo liat gue, gue baik-baik aja nggak ada yang perlu lo takutin!" kata Damar seraya mengejar Gavin.


Sementara itu, Hana masih berdiri di tempatnya, melihat perdebatan antar Gavin dan Damar.


Bersambung.