
"Eh, enggak jadi ding," kata Hana yang kemudian menutup pintu.
"Polos banget sih," gumam Gading, ia menggelengkan kepala, tersenyum kemudian melanjutkan langkah kakinya, ia kembali ke rumah.
Sesampainya di rumah, Gading melihat Eyangnya sedang di suapi makan sore oleh menantu barunya.
"Ibu, gimana Eyang. Rewel lagi nggak?" tanya Gading yang ikut bergabung dengan ibu tiri dan Eyangnya yang sedang menonton televisi.
"Enggak kok, Ibu anteng udah mau makan. Oia dimana gadis itu?" tanyanya seraya mencari keberadaan Hana di belakang Gading.
"Oh, dia tinggal di kos Gading sekarang, Ibu kenal?"
"Enggak," jawabnya berbohong.
"Iya udah, Gading capek mau istirahat dulu," kata Gading yang kemudian meninggalkan Ibu tiri dan Eyangnya.
Gading masuk kamar, ia melihat foto gadis cantik yang berada di dinding, gadis cantik itu adalah Monica Adiknya yang baru saja meninggal kemarin karena kecelakaan, ia jatuh dari eskalator saat akan pergi nonton bersama teman-temannya. Karena bercanda, tak sengaja Monica terdorong oleh temannya.
"Tenang di sana, sayang."
Gading mengusap foto itu.
________________
"Permisi," suara seseorang seraya mengetuk pintu kamar Hana.
Hana yang baru saja selesai mandi, ia masih menggelung rambutnya dengan handuk, ia melongok kan kepala.
"Mas Gading?" tanya pria yang berdiri di balik pintu, pria yang mengenakan seragam hijau membawa pizza berukuran sedang.
"Bukan, Pak, mungkin bapak salah alamat," jawab Hana.
"Tapi alamatnya benar di sini, Mbak, buat kamar ini," kata pria itu, membuat Hana sedikit bingung.
Lalu, Hana teringat dengan Gading pemilik kos.
"Owh, mungkin Mas Gading pemilik kos kali ya, Pak," kata Hana.
"Tapi, Mas Gadingnya nggak ada disini, coba Bapak telepon aja orangnya," usul Hana.
"..........."
"Baik, Mas," jawab Bapak ojol.
"Kata Mas Gading, ini buat Mbaknya," ucap Bapak itu seraya memberikan dus pizza tersebut.
"Berapa, Pak?" tanya Hana seraya menerima.
"Udah di bayar, Mbak. Saya permisi," kata pria itu yang kemudian meninggalkan Hana.
Hana menutup pintu kamarnya, ia duduk di ranjang dan mulai membuka dus pizza toping daging.
Hana merasa senang, karena ini pertama kali ia melihat Pizza secara langsung di depannya, bahkan sekarang Hana bisa mencicipi pizza yang berada di depannya.
Hana mulai mengambil pizza itu, ia memasukkannya ke mulut, giginya mulai menggigit dan lidahnya mulai merasakan.
"Emm, Ini enak Tomo!" seru Hana seraya terus mengunyah pizza itu.
Tomo yang sedang di atas ranjang tu memperhatikan gadis yang ia cintai menerima pemberian dari pria lain, ada rasa cemburu saat melihat Hana tersenyum karena pria lain.
"Kamu mau coba?" tanya Hana seraya menyodorkan pizza ke mulut Tomo, tetapi Tomo mengunci mulutnya rapat.
"Eemm, padahal ini enak, Tomo. Kamu kan kucing harusnya suka sama daging juga," kata Hana seraya mengunyah.
Selesai dengan makan, Hana merasa gerah, ia menyalakan AC di kamarnya, ia menyetel televisi, merasa bosan dengan acara yang itu-itu saja membuat Hana ingin jalan-jalan.
Hana mengambil uang yang sudah menjadi receh, ia keluar dari kamar dengan membopong Tomo, ia juga tidak lupa mengunci pintu. Hana menuruni tangga, sesampainya di lantai dua Hana mendapatkan tatapan sinis dari gadis pegawai Bank yang di lihatnya di gerbang tadi, ia sedang menjemur baju di depan kamarnya.
Hana tak menghiraukan tatapan itu, ia melanjutkan menuruni tangga, dan sampai di lantai dasar, ia melihat seorang wanita yang kemarin menemuinya.
"Astaga, ini yang paling menyeramkan," gumam Hana yang ingin kembali ke kamarnya, Hana ingin menghindari wanita yang di anggap nya menyeramkan karena pernah meminta Hana untuk menghabisi nyawa seseorang.
"Hana, tunggu saya!" seru wanita itu seraya mengejarnya.
Bersambung
Mampir, like ya kak ✌, jangan lupa tap fav nya juga ❣️