
Setelah peperangan besar terjadi di kerajaan zivilia, para petualang dan pasukan kerajaan berhasil menahan penyerangan dari kerajaan Trias.
"Cepat bawa semua orang yang terluka ke rumah sakit, dan sebagian orang membantu para penduduk, dan sebagian lagi kita membangun kembali bangunan bangunan yang sudah hancur" kata vilkart sambil memimpin pasukan yang selamat dalam pertarungan
"Vilkart, bagaimana dengan para pasukan musuh yang ada disini" tanya salah satu petualang kepada vilkart.
"Pasukan yang mati kita kubur di pemakaman, dan yang masih hidup bawa ke penjara untuk di interogasi"
Jawab vilkart
"Baik vilkart, akan segera dilakukan"
Sementara di dalam gerbang kota terdapat kehancuran yang lumayan besar. Kebakaran dan hancurnya bangunan bangunan karena ulah pasukan musuh yang menyusup ke dalam
"Lihat disini ada orang yang mati!!" kata seorang petualang yang menemukan sebuah mayat di dalam kota
"Sepertinya dia mati karena tertusuk oleh pisau di dadanya. Tapi siapa yang melakukan ini?" Mayat yang ditemukan itu adalah Elard yang terbunuh oleh tusukan pisau Hikaru, tetapi pisau Hikaru yang tertancap di dadanya sudah tidak ada
Para petualang pun bergegas menuju ke tempat dimana semua penduduk kota berada
"Kalian baik baik saja?" Tanya seoarang petualang kepada para penduduk kota
"Iya kami baik baik saja, tadi ada beberapa pasukan musuh yang menyusup ke dalam kota dan membakar bangunan lalu menghancurkannya. Saat kami ingin diserang untungnya ada seorang perempuan dengan jubah hijau muncul menyelamatkan kami semua"
Jawab salah satu penduduk kota sambil menjelaskan kejadian yang terjadi
"Wanita berjubah hijau? Siapa itu?" salah satu petualang kebingungan karena tidak mengenal seseorang yang dijelaskan oleh penduduk kota
Sementara di sebuah hutan yang tidak jauh dari kota ada sebuah rumah kecil yang terbuat dari batu bata.
Disana ada Hikaru yang sedang tertidur dengan luka yang banyak di seluruh tubuhnya akibat serangan benang sihir milik Elard
"Aghh... Aku.. dimana?" Hikaru berusaha membangunkan badanya dari tempat tidur, tetapi dia tidak bisa karena rasa sakit yang menahannya untuk bangun sangat besar
"Aghh.. sakit sekali, Hah? Tanganku di perban? Siapa yang melakukan ini?" ucap Hikaru sambil melihat tanganya yang sudah di perban dan diobati oleh seseorang
"Apakah zegel?" Hikaru bertanya tanya sambil bangun dari tempat tidurnya sambil menahan rasa sakit yang sangat kuat
"Rumahnya bagus sekali, sepertinya tidak mungkin zegel karena melihat tokonya saja sudah acak acakan seperti itu" Hikaru kagum melihat ruangan tamu yang tertata rapih dan perapian yang sangat hangat.
Hikaru pun berjalan ke pintu keluar dan saat dia ingin membuka pintu dia mendengar suara langkah kaki dari depan pintu. Hikaru tidak jadi membuka pintu dan diapun berusaha melihat apa yang ada di depan pintu dari jendela yang terdapat disamping pintu
"Apa itu? Monster? Mahluk astral? Seram!!!" Hikaru melihat dari kejauhan, dia melihat seseorang manusia tetapi terdapat sepasang telinga kucing di samping kepalanya orang itu sedang membawa buah buahan
Lalu tiba tiba orang itu langsung berjalan masuk ke dalam pintu dan Hikaru pun ketakutan lalu bergegas kembali ke tempat tidurnya
"Wah lari lari lar- aduh" Hikaru terjatuh karena ada seseorang yang menarik bajunya dari belakang
"Mau kemana kau? Sudah terlambat untuk lari" kata orang yang menarik baju Hikaru dari belakang
"Maaf maaf maafkan aku, aku tidak mau mati dimakan monster" ucap Hikaru sambil menutup matanya ketakutan
"Oh jadi setelah kuselamatkan kau, kau sekarang menyebutku monster"
"Eh? Hah!!! Kau shiori" Hikaru kaget karena saat membuka matanya orang itu adalah shiori perempuan yang selalu memakai jubah hijau dan tertutup. Sekarang dia hanya memakai kaos putih dan celana Pendek yang formal dia sangat cantik dengan rambut hitamnya yang panjang. Sehingga membuat Hikaru terdiam
"Hah... Iya sudah tidak usah kaget seperti itu" shiori menghela nafas dan segera menolong Hikaru
"Ceritanya panjang, dan aku malas menceritakannya kepadamu. Sudah sekarang lebih baik kau duduk di meja makan aku akan membuatkan sup dan mengganti perban di tanganmu" ucap shiori dengan terus memperhatikan keadaan Hikaru
"Ah iya terima kasih" Hikaru pun langsung duduk dimeja makan dan shiori mulai memasak makanan di dapur yang berada di sebelah kiri meja makan.
"Ini rumahmu?" Tanya Hikaru
"Iya"
Hikaru melihat lihat rumah shiori dari pintu masuk langsung dihadapkan dengan meja makan dan di sebelah kanannya terdapat perapian lalu disebelah kirinya terdapat dapur dan di depan meja makan ada 2 pintu, yang kanan adalah kamar shiori, dan satu lagi kamar yang tadi Hikaru tiduri. Dan toilet berada di pojok kiri samping dapur.
"Rumahmu sangat bagus"
"Terima kasih"
"Ngomong ngomong kau ingin masak apa?" Tanya Hikaru
"Oh ini aku sedang memasak sup apel" jawab Shiori
"Sup apel? Apa itu?"
"Sudah makan saja nanti"
Setelah sup apel matang, shiori pun langsung mengambil mangkuk dan mengambil sup apel untuk Hikaru
"Silahkan" shiori menaruh sup apelnya di meja makan Hikaru
"Terima kasih" Hikaru pun mulai memakan sup apel tersebut
"Emmm... Ebyakk syekali" Hikaru berbicara sambil masih ada makanan dimulut nya
"Telan dulu makanannya baru bicara" ucap shiori sambil tersenyum melihat Hikaru
"Sebenarnya aku kaget karena kau tidak ketakutan saat meilhat diriku yang sebenarnya seperti ini"
"Mana mungkin aku takut denganmu, malah dengan telinga kucing seperti itu kau makin terlihat imut" kata Hikaru sambil memuji shiori
"Hah imut?" Shiori kaget dengan pujian Hikaru dan mukanya sedikit memerah
"Iya, memangnya kenapa dengan ras kucing sampai harus ditakuti?" tanya Hikaru
"Hmmmm.... Ceritanya panjang nanti akan aku jelaskan, tapi intinya kau tidak boleh sama sekali memberi tahu siapapun tentang identitas ku ini. Karena kamu satu satunya orang yang tahu tentang diriku, begitu juga denganku yang satu satunya tahu tentang dirimu" jawab shiori sambil memberi peringatan kepada Hikaru
"Kenapa memangnya kau merahasiakan dirimu?"
"Ceritanya panjang, suatu saat pasti akan ku jelaskan. Pokoknya kalau sampai orang lain tahu nyawaku akan terancam"
"Hmm.. baiklah aku janji tidak akan beritahu kepada siapa siapa" ucap Hikaru sambil terus memakan sup apel nya
"Hah.... Enak sekali. Semenjak datang ke dunia ini aku belum makan sama sekali" Hikaru tersenyum lepas sambil kekenyangan
"Hahaha padahal hanya sup apel tapi tingkah kau seperti memakan makanan mewah" shiori tertawa sambil melihat tingkah Hikaru
"Hehehehe"
-Aku tidak menyangka dibalik sifat Shiori yang dingin dan pemberani itu terdapat sisi lembutnya yang sangat baik dan membuat semakin terlihat seperti wanita idaman. Walaupun aku belum tahu mengenai dirimu dan tentang ras kucing. Aku pasti akan menyelamatkanmu Shiori.