Destiny Will Change

Destiny Will Change
Hikaru VS Elard


Di tengah malam yang penuh kekacauan di kerajaan zivilia Hikaru dan Elard berhadapan satu sama lain di tengah kota yang sudah mulai hancur tersebut.


Hikaru hanya memegang sebuah pisau yang dia punya untuk digunakan sebagai senjatanya, sementara Elard tidak menggunakan apa apa karena dia akan menggunakan kekuatan sihirnya


"Wah wah kau tidak bisa diremehkan semudah itu ya ternyata" ucap Elard sambil memegang kepalanya dan tersenyum


"Berisik!! Penjahat sepertimu tidak pantas berhadapan denganku" Hikaru mulai bersiap dengan memasang kuda kuda dengan memegang pisaunya


-Untungnya di dunia ku aku suka melihat bela diri menggunakan pisau seperti ini


"Wah hebat sekali, kalau begitu aku akan membunuhmu dengan serius"


Hikaru langsung melemparkan pisaunya ke arah Elard tanpa memperdulikan omongan nya, dan pisau tersebut langsung menciptakan ledakan aliran listrik yang besar dan menciptakan debu dan asap yang menutupi Elard


"Apakah kena?" Hikaru dengan fokus melihat ke asap yang menutupi elard


"Arghh..!!!" Tangan kiri Hikaru ditusuk dari belakang oleh benang tajam milik Elard sehingga Hikaru kehilangan banyak darah dari tangan kirinya


Hikaru pun langsung di tendang dari belakang oleh Elard dan diapun terlempar sehingga menghancurkan salah satu tembok rumah yang berada di sekitar mereka berdua


"Awalnya sok jagoan tapi ternyata sepayah ini ya Hahahaha bodoh" Elard terus tertawa dan disisi lain Hikaru sedang menderita karena darah terus keluar dari tangan kirinya


"Argghhhh...." Hikaru terus berteriak sambil memegang tangan kirinya


-Apa apaan ini kau selemah ini, cepat ambil kembali pisau mu dan kembali bertarung. suara berat dari batin Hikaru terus muncul. Tetapi karena Hikaru sedang kesakitan dia pun tidak mempedulikan suara tersebut


[Cepat!! Hikaru kado aku akan membantumu] suara itu pun semakin keras ditelinga Hikaru lalu Hikaru pun langsung berdiri dan mengambil kembali pisaunya


"Sudahlah menyerah saja aku tidak punya banyak waktu untuk meladenimu" ucap Elard sambil menggelengkan kepalanya


Hikaru tidak memperdulikan kata kata Elard dan muka Hikaru tiba tiba berubah menjadi tidak ada ekspresi sama sekali


"Aku tidak akan menyerah Apalagi sampai mati dengan tangan orang sepertimu" ucap Hikaru sambil menundukkan kepalanya dan berbicara dengan suara yang pelan.


"Ya ya ya terserah kau aku sudah tidak punya waktu lebih baik kau mati sekar- Arghhh....!!" Saat Elard sedang berbicara, Hikaru yang tadi berada di depan Elard tiba tiba menghilang lalu muncul di belakang Elard dan menendang leher Elard dengan keras sehingga Elard terlempar jauh.


"Dasar bajingan ternyata kau menyimpan kekuatan lain ya, eh tunggu dimana dia?" Elard yang terlempar tidak menemukan Hikaru


"Payah" Hikaru muncul dari belakang Elard lagi dan menendang muka Elard


"Arghh..."


Saat Hikaru ingin menendang kembali muka Elard, kaki Hikaru langsung diikat oleh benang sihir milik Elard. Sehingga kaki kanan Hikaru berdarah sangat banyak


"Arkhhh!!! Kakiku" Hikaru berteriak kesakitan lalu diapun mundur ke belakang. Tetapi dibelakang Hikaru sudah banyak benang sihir milik Elard yang siap memotong tubuh Hikaru


-Awas


Dari tubuh Hikaru mengeluarkan banyak sekali aliran listrik yang besar sehingga membuat semua benang yang berada di sekeliling Hikaru putus dan membuat Elard terlempar kembali dan melukai seluruh tubuh Elard


Hikaru pun keluar dari kumpulan asap akibat ledakan listrik tadi.


"Apa itu tidak mungkin anak ini bukan petualang kelas A, padahal jelas jelas aku diberitahu bahwa yang berada di dalam kota hanya petualang kelas A tetapi anak ini lebih dari petualang Kelas C" kata Elard sambil terkejut melihat kekuatan Hikaru.


"Ya kalau begitu aku semakin semangat melawanmu karena kau adalah lawan yang sepantas denganku" Elard yang sudah banyak terluka dan berdarah di seluruh tubuhnya semakin bersemangat melawan Hikaru.


"Kebodohan di kepala mu itu akan kubancurkan" Kata Hikaru sambil berlari cepat ke arah Elard, tetapi lagi lagi Elard sudah memasang benang sihir dimana mana


Hikaru seakan akan seperti terkurung di sarang laba laba apabila terkena dia akan mati


"Trik murahan seperti ini, aku tidak akan terkena dua kali oleh hal yang sama" Hikaru memfokuskan kekuatan listrik nya dan mengalirkan nya ke tangan kiri nya sambil memegang pisau tersebut.


Hikaru pun meloncat ke salah satu atap bangunan sambil terus menghindari benang sihir. Hikaru pun terus memfokuskan kekuatanya nya ke pisau yang berada di tanganya


Warna biru tua di pisau Hikaru berubah menjadi warna biru muda yang terang dan mengeluarkan banyak sekali aliran listrik di sekeliling Hikaru.


-Ini adalah kesempatan pertama dan terakhirku, kalau aku gagal aku akan mati. Aku harus tetap Hidup


Hikaru pun langsung mulai berlari ke arah Elard dan seluruh benang sihir Elard terpotong karena aliran listrik yang keluar dari pisau Hikaru sangat besar.


Tetapi saat sudah dekat dengan Elard, Hikaru ternyata banyak pisau kecil milik Elard yang sudah berada di atas kepala Hikaru dan mulai berjatuhan, namun sebelum pisau tersebut mengenai Hikaru, Hikaru sudah melempar pisaunya yang dipenuhi energi listrik ke arah Elard


"Arrgghhhh... !!" Pisau yang dilempar Hikaru menancap tepat di dada Elard, lalu Elard pun terjatuh.


Sementara pisau yang berada di atas kepala Hikaru ditahan oleh pedang seseorang yang datang untuk menyelamatkan Hikaru.


"Hah... Hah..." Nafas Hikaru menjadi kacau. Lalu Hikaru pun melihat ke arah Elard dan dia melihat Elard yang sudah jatuh tertusuk oleh pisaunya dan aliran listrik nya membuat seluruh tubuh Elard terluka parah.


"Aku menang..." Hikaru pun terjatuh pingsan dan belum sempat melihat siapa orang dibelakang nya yang datang untuk menyelamatkan nya.


"Kau benar benar memaksakan diri Hikaru kado, sekarang aku percaya bahwa kau memang berasal dari dunia lain" kata seseorang yang datang menyelamatkan Hikaru. Suara tersebut adalah suara perempuan


Sementara di toko zegel, ada zegel yang sedang melihat kekacauan kota dari depan tokonya


"Kau kemana Hikaru, kuharap kau baik baik saja" kata zegel sambil membawa sebuah tas besar yang digendongnya


Kekacauan, ledakan, dan kebakaran yang terjadi di dalam kota mulai berhenti. Suara pertempuran di luar gerbang kota pun sudah mulai berkurang.


"Kau menyebutmu dirimu komandan tapi kau selemah ini, cih aku tidak percaya ternyata kau licik sekali dengan menyuruh beberapa pasukanmu ke dalam kota untuk menyerang diam diam" kata vilkart yang sudah mengalahkan komandan Togo yang sedang berada di luar gerbang kota


"Hahaha kuyakin semua orang yang berada di dalam kota sekarang sudah mati" kata komandan Togo sambil tersenyum


"Semuanya cepat masuk ke dalam kota, selamatkan semua warga dan bantai semua musuh yang ada di dalam"


-Kuharap semuanya belum terlambat. batin Vilkart