
Esok hari pun tiba, Hikaru terbangun dari tidurnya dan melihat burung burung yang berterbangan di pagi hari melalui jendela kamarnya.
"Sampai hari ini aku masih belum mengetahui tujuanku yang sebenarnya, bahkan sudah terjadi banyak hal yang tidak aku duga sampai saat ini. Aku berharap bisa mendapatkan kehidupanku kembali" Ucapnya sambil melihat ke arah jendela dengan hati yang sangat tenang.
Ia pun mandi dan segera memakai pakainya kembali untuk melanjutkan hidupnya di dunia yang tidak ia ketahui ini. Hikaru akan kembali mencari seseorang yang masih belum ia ketahui untuk menjadi jalan keluar dari dunia ini.
Ia pun segera mandi dan memakai kembali coach yang baru saja ia beli kemarin. Keluar dari pintu kamarnya dan bergegas menuju ke luar istana kerajaan.
Setelah membuka pintu keluar dari istana kerajaan, Hikaru melihat teman temannya yaitu Shiori, Zegel, dan Reina sedang menunggunya di depan gerbang.
Reina yang kini sudah menggunakan sebuah jubah berwarna krem dengan celana panjang berwarna hitam, kini pakaian nya lebih tertutup. Sementara Shiori terus memakai syal pemberian Hikaru dan Zegel membawa tas yang besar karena berisikan barang barang yang akan dia jual dan ambil selama perjalanan
"Kau lama sekali" Ucap Zegel
"Orang bodoh pasti selalu bangun siang" Ucap Shiori
"Jadi hari ini kita melakukan apa?" Saut Reina
Hikaru pun tersenyum kecil melihat teman temannya berada di hadapannya. dan bersiap untuk petualangan selanjutnya
Putri Irisviel pun ternyata ada di sana untuk mengantar kepergian Hikaru keluar dari istana.
"Hikaru kami mempunyai sedikit uang untuk kehidupanmu di luar sana, silahkan digunakan dengan baik" Putri Irisviel memberikan sekantung uang kepada Hikaru
"Terima kasih putri, kita akan menggunakannya dengan baik" Ucap Hikaru mengambil uang tersebut
"Mulai sekarang jangan panggil aku tuan putri, panggil saja Irisviel" Bisik Irisviel kepada Hikaru sambil mengedipkan mata sebelah kirinya kepada Hikaru
"Terima kasih Irisviel" Ucap Hikaru yang menegakkan kepalanya bersiap untuk pergi.
"Jangan sungkan untuk mampir ya!!" Seru tuan putri sambil melihat Hikaru dan teman temannya pergi berjalan meninggalkan istana kerajaan.
Mereka pun berjalan menuju kafe lewich yang berada di kota Zalka untuk mengambil sebuah misi.
"Memangnya ada kafe lewich juga di kota ini?" Tanya Zegel
"Aku habis bertanya kepada Leo katanya di setiap kota yang ada di kerajaan Zivilia ini terdapat Cafe Lewich untuk mendaftar menjadi seorang petualang dan mengambil misi, dan juga sebagai tempat berkumpulnya para petualangan" Ucap Hikaru yang menjelaskannya sambil terus berjalan menuju Cafe Lewich
Sesampainya disana mereka pun masuk ke dalam Cafe tersebut dan melihat banyaknya misi yang terdapat di papan pengumuman, karena sekarang Hikaru sudah naik peringkat menjadi petualang kelas C kini dia bisa mengambil misi yang lebih sulit namun dengan upah yang lumayan banyak
"Kalau dilihat lihat uang yang diberikan oleh putri Irisviel masih belum cukup untuk membeli kereta kuda" Ucap Hikaru yang memperlihatkan uang tersebut kepada teman temannya
"Benar juga, uang segini masih belum cukup" Saut Zegel
"Sebaiknya kau saja yang mengambil misi tersebut Hikaru, karena kami semua tidak terdaftar menjadi petualang dan aku tidak mau mendaftarnya karena merepotkan" Ucap Shiori dengan ekspresi datarnya saat berbicara
"Aku juga tidak akan mendaftar karena sudah ada kau Hikaru jadi aku akan membantu saja" Saut Reina
"Tidak ada yang bertanya" Ucap Shiori yang langsung memotong ucapan Reina
"Haa!! apa kau bilang, kau sendiri memangnya ada yang bertanya kepada kau telinga kucing!" Saut Reina yang langsung menatap Shiori dengan sinis, Shiori pun menatap Reina dengan sangat dingin. Terjadi lah tatap tatapan antara dua perempuan yang selalu bertengkar
"Kalau aku sepertinya tidak bisa, karena statusku adalah seorang pedagang tidak bisa mendaftar menjadi seorang petualang" Zegel memegang pundak Hikaru seakan akan memberikan kode agar Hikaru saja yang mengambil misi tersebut
"Sepertinya ini bagus"
Hikaru pun mengambil salah satu kertas tersebut dan memberi tahu teman temannya yang sedang duduk menunggunya
"Sepertinya misi ini bagus, upahnya juga lumayan" Hikaru menunjukkan kertas tersebut kepada teman temannya
"Membunuh serigala yang berkeliaran di hutan dekat kota, wah ini sepertinya menarik" Ucap Zegel yang membacakan kertas tersebut
Lalu seketika Shiori pun berdiri dari kursinya dan berjalan keluar
"Kau mau kemana Shiori?" Tanya Hikaru
"Sudah jelas kan? menjalankan misi" Jawab Shiori sambil terus berjalan keluar dari Cafe Lewich
"Perempuan itu bersemangat sekali" Ucap Reina yang sedikit tersenyum kepada Shiori
Semangat mereka untuk melanjutkan kembali petualangan yang tidak ada arahnya tersebut membuat mereka semua menjalankan berbagai misi dengan cepat, perlahan demi perlahan uang terkumpul dari setiap misi yang mereka selesaikan.
Setelah menyelesaikan misi setiap malam mereka beristirahat di salah satu restoran yang ada di kota Zalka
"Serigala kemarin terlalu mudah untuk dilawan" Ucap Reina sambil meminum salah satu minumam di restoran tersebut.
"Jangan terlalu sombong kau perempuan aneh!" Ucap Shiori dengan ketus kepada Reina
"Kau memangnya tidak aneh telinga kucing?"
Mereka berdua pun kembali saling tatap tatapan dengan sinis.
Sementara Hikaru dan Zegel sedang membicarakan tentang keuangan mereka
"Nanti malam kita akan tidur di penginapan lagi?" Tanya Hikaru
"Ya mau bagaimana lagi tidak mungkin kita berkemah diluar tanpa ada alat apa pun. sementara uang ini juga tidak cukup untuk membeli tenda" Jawab Zegel sambil menghitung uang mereka
"Besok kita akan mengambil misi lagi sampai uangnya terkumpul"
"Ya tentu saja aku juga akan berusaha untuk berjualan kembali"
"aku tidak mau sekamar dengan telinga kucing lagi" Ucap Reina kepada Hikaru
"Seharusnya aku yang bilang begitu kepadamu" Saut Shiori yang mendengar ucapan Reina
Hikaru dan Zegel hanya bisa senyum terpaksa melihat kelakuan Shiori dan Reina yang selalu bertengkar
Setiap malamnya mereka pun menginap di sebuah penginapan dan untuk menghemat keuangan Shiori dan Reina berada di kamar yang sama sedangkan Zegel bersama dengan Hikaru
Keesokan harinya mereka kembali menuju cafe lewich dan mengambil misi yang lainnya kembali.
Hari demi hari mereka lalui dengan rutinitas yang sama namun dengan misi yang berbeda, kadang mereka ditugaskan untuk membunuh para monster dan kadang juga mereka ditugaskan untuk mencari anak kucing yang hilang atau sekedar membantu para pedagang.
Malam pun tiba setelah berhari hari mereka tinggal di kota Zalka akhirnya uang mereka sudah terkumpul untuk membeli sebuah kereta kuda yang lumayan besar untuk melanjutkan petualangan mereka