
Hikaru pun pergi dari toko Zegel dan kembali berjalan ke istana kerajaan untuk menemui Reina
"Kalau sudah selesai kembali ke istana, kita akan membicarakan kepergian kita selanjutnya" Ucap Hikaru kepada Zegel, ia berjalan keluar dari tenda tersebut dan kembali menuju kerajaan
Di tengah perjalan Hikaru menyadari Shiori yang terus ada di belakangnya menundukkan kepalanya dari tadi terus menerus
"Kau kenapa Shiori? apa kau sakit?" Tanya Hikaru sambil menengok kebelakang ke arah Shiori
"Tidak, sudah jangan pedulikan aku lanjut jalan saja" Jawab Shiori dengan suara yang pelan tanpa melihat wajah Hikaru
"Baiklah"
-Apa dia tidak suka dengan syal yang kuberikan ya. Batin Hikaru
Sebenarnya Shiori dari tadi terus memikirkan perkataan Zegel yang sangat ambigu.
Mereka berdua pun akhirnya sampai kembali ke istana dan di pintu gerbang kerajaan, Hikaru bertemu dengan komandan Nord yang baru saja datang ke istana
"Halo nak Hikaru!" Tegur komandan Nord kepada Hikaru
"Halo, anda baru datang?"
"Iya aku kemari karena ingin membicarakan tentang Reina bersama dengan tuan putri" Ucap Komandan Nord sambil turun dari kuda yang sedang ia naiki
"Pertandingan kemarin sungguh luar biasa, aku tahu dan merasakannya sendiri Hikaru. Kau akan menjadi anak yang istimewa kekuatanmu itu tidak pernah aku temukan di manapun" Bisik komandan Nord di telinga Hikaru
"Terima kasih, maaf karena aku tidak bisa memenuhi ekspektasi anda"
"Kau sudah di luar ekspektasi ku Hikaru, baiklah aku kedalam duluan. kau dan kekasihmu itu sedang berjalan jalan di kota kan? selamat bersenang-senang...!" Ucapan Komandan Nord yang membuat kedua wajah dari Hikaru dan Shiori memerah secara bersamaan
"Bu-bukan seperti itu kami bukan... ah sudahlah" Hikaru berteriak mencoba menjelaskannya tetapi komandan Nord sudah pergi
Hikaru pun melihat Shiori yang ada di belakangnya dan kini wajah Shiori terlihat semakin memerah, tanpa berkata apa apa Shiori langsung menendang kaki kanan Hikaru dan berlari meninggalkannya
"Akh... sakit!! kau kenapa Shiori, hei kau mau kemana?" Ucap Hikaru yang melihat Shiori berlari meninggalkannya
-Kenapa lelaki itu bodoh sekali. Batin Shiori
Hikaru pun segera pergi ke kamarnya yang kini berada di dalam istana kerajaan untuk sementara, malam hari pun tiba masih belum ada kabar mengenai Reina yang sedang berbicara dengan tuan putri.
"Aku harap Reina tidak apa apa dan dapat membantuku untuk mencari orang tersebut" Ucap Hikaru yang sedang melamun kearah luar jendela melihat bangunan bangunan yang disinari lampu di malam hari di kota Zalka
Suara langkah kaki terdengar dari luar kamar Hikaru sedang menuju ke arahnya.
"Hikaru apa kau ada di dalam?" Ucap orang tersebut yang terdengar seperti suara perempuan, ia mengetuk pintu kamar Hikaru
Hikaru membukakan pintu tersebut dan melihat bahwa perempuan tersebut adalah Keri yang ada di depannya
"Hikaru, tuan putri memanggilmu untuk bertemu dengannya sekarang"
"Baiklah aku akan kesana"
Hikaru pun berjalan bersama Keri menuju tempat dimana tuan putri Irisviel berada. Hikaru pun akhirnya sampai di ruangan putri Irisviel, ia melihat Reina sedang duduk di sebuah kursi sambil memakan sebuah permen lollipop
"Hikaru kemarilah" Ucap putri Irisviel yang sedang duduk di kursi kerajaan nya.
Hikaru pun menghampiri tuan putri dan berhadap hadapan dengannya, di samping tuan putri terdapat dua orang lelaki yang dimana salah satu orang tersebut adalah Leo
"Setelah berbicara cukup lama dengan Reina, kami semua mengambil keputusan untuk membebaskannya. Tetapi kau akan memiliki kewajiban untuk menjaganya"
"Baiklah, terima kasih Hikaru atas semuanya aku harap kita bisa bertemu lebih sering lagi"
"Sama sama tuan putri, akupun mengharapkan hal yang sama"
Setelah selesai berbicara dengan putri Irisviel Leo pun menghampiri Hikaru
"Selamat Hikaru, usahamu tidak sia sia. Jero pasti bangga padamu" Ucap Leo sambil memegang pundak Hikaru
"Terima kasih Leo"
Lalu laki laki lain yang berada di samping kiri tuan putri pun menghampiri Hikaru
"Hikaru perkenalkan ini adalah komandan Hernez dari regu Ronez" Ucap Leo yang memperkenalkan pria tersebut kepada Hikaru
Pria tersebut terlihat sangat gagah dengan baju ksatria dan jubahnya yang berwarna coklat dengan logo kuda yang terdapat di jubahnya. rambut yang berwarna hitam pekat membuat Hikaru semakin gemetar walaupun badannya terlihat kecil tidak lebih besar dibanding Hikaru. seperti anak berumur 16 tahun
"Perkenalkan namaku Hernez enderson, senang bertemu denganmu Hikaru"
"Senang bertemu denganmu juga"
-Kekuatan orang ini sepertinya setara dengan komandan Nord zepelion.
"Sebelumnya aku ingin mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkan tuan putri saat terjadinya penyerangan yang menyebabkan tewasnya Jero, sebagai tanda terima kasih. Peringkat mu sebagai seorang petualang di naikan dua tingkat secara langsung dari peringkat A menjadi peringkat C" Ucap Komandan Hernez kepada Hikaru sambil menunjukkan sebuah kertas yang berisikan data bahwa Hikaru kini sudah naik peringkat menjadi petualang kelas C
"Aku bisa naik peringkat secepat itu? luar biasa"
-Tapi mengapa aku tidak terlalu senang ya? apa karena huruf untuk menentukan peringkatnya terbalik di dunia ini? aku malah merasa seperti turun peringkat. Batin Hikaru
"Karena pertarungan yang kau lakukan untuk menyelamatkan putri Irisviel sungguh pengorbanan yang luar biasa, yang seharusnya dilakukan oleh petualang kelas D. ditambah dengan pertarungan mu melawan komandan Nord yang sangat membuat seluruh orang terkejut. itu semua patut dipuji" Ucap Komandan Hernez
"Terima kasih, atas semuanya" Ucap Hikaru yang menundukkan kepalanya
"Aku menantikan keajaiban mu selanjutnya Hikaru" Ucap Komandan Hernez dengan serius sambil menatap mata Hikaru untuk meyakinkan dirinya agar terus semangat.
"Ya pasti!!" Ucap Hikaru dengan lantangnya
"Baiklah besok keberangkatanmu bukan? sebaiknya kau beristirahat sebelum pergi besok" Ucap tuan putri Irisviel kepada Hikaru
Hikaru pun berjalan kembali ke kamarnya dengan Reina yang mengikuti di belakangnya.
"Kau belum menghabiskan permen itu juga dari tadi?" Tanya Hikaru kepada Reina yang dari tadi masih mengemut permennya
"Belum, memangnya kenapa? kau mau.. Aaaaaaa" Saut Reina sambil mengeluarkan lollipop dari mulutnya dan mengarahkan lollipop tersebut ke arah Hikaru.
"Tidak mau, apalagi bekas mulutmu" Ucap Hikaru menolak lollipop Reina dengan menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya
"Ngomong ngomong besok kita akan kemana? dan kita akan berjalan kaki?" Tanya Reina sambil Kembali memakan lollipop nya
"Aku masih belum tahu, tapi yang jelas mungkin kita akan mengambil beberapa misi terlebih dahulu untuk mengumpulkan uang baru kembali berpetualang untuk mencari seseorang yang telah membuatmu mencariku"
"Dengan jalan kaki?"
"Tidak, aku akan terbang.... Jelas jalan kaki lah. kita akan mengambil misi yang mudah terlebih dahulu lalu menabung untuk membeli kereta kuda dan perlengkapan untuk bertahan hidup di luar"
"Tenang saja aku akan menggendongmu Hikaru" Ucap Reina yang tersenyum kepada Hikaru
Hikaru hanya bisa terdiam melihat sifat Reina yang sulit ditebak tidak beda jauh dengan Shiori